Israel Dikabarkan Siapkan Operasi Darat Baru di Gaza di Tengah Kebuntuan Perlucutan Senjata Hamas
Militer Israel dilaporkan tengah mempersiapkan kemungkinan operasi darat baru di Jalur Gaza, Palestina. Rencana tersebut muncul ketika belum terlihat adanya tanda-tanda bahwa Hamas bersedia menyerahkan senjatanya melalui kerangka kerja yang didukung Amerika Serikat.
Laporan mengenai persiapan operasi itu disampaikan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, pada Rabu (16/9). Menurut laporan tersebut, Komando Selatan militer Israel telah memperkuat posisi pasukannya di sepanjang Garis Kuning. Pada saat yang sama, militer Israel disebut tetap melancarkan serangan yang ditargetkan ke sejumlah lokasi di Gaza.
Situasi ini menunjukkan bahwa tekanan militer terhadap Hamas masih terus berlangsung. Israel menilai kelompok tersebut sedang berupaya membangun kembali kemampuan militernya, sementara militer Israel kini disebut memiliki kendali yang lebih luas atas sebagian wilayah Jalur Gaza.
Komando Selatan Perkuat Posisi di Gaza
Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa penguatan posisi pasukan dilakukan oleh Komando Selatan militer Israel di sepanjang Garis Kuning. Selain memperkuat posisi, pasukan Israel juga terus melakukan serangan terarah terhadap sejumlah lokasi di Gaza.
Serangan tersebut disebut mencakup penghancuran gudang-gudang senjata. Militer Israel mempertahankan intensitas operasi yang tinggi dengan tujuan memberikan tekanan terhadap Hamas. Komando Selatan memandang rangkaian serangan itu sebagai bagian dari upaya untuk mendorong Hamas menyetujui kesepakatan yang mencakup perlucutan senjata.
Namun, laporan tersebut juga menyebut bahwa mempertahankan kendali militer atas sebagian wilayah Gaza bukan perkara mudah. Militer Israel menghadapi tantangan kompleks dalam menjaga wilayah yang telah berada di bawah kendalinya, terutama di tengah penilaian bahwa Hamas berusaha memulihkan kemampuan militernya.
Israel Pertimbangkan Perlucutan Senjata Secara Paksa
Pejabat Israel yang dikutip Yedioth Ahronoth mengatakan bahwa militer dapat diperintahkan untuk melucuti senjata Hamas secara paksa. Opsi tersebut disebut dapat ditempuh apabila Hamas tidak menyerahkan persenjataannya secara sukarela melalui kerangka kerja yang didukung Amerika Serikat.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa Hamas dinilai tidak akan memenuhi tuntutan tersebut. Menurut Katz, kelompok itu tidak akan melucuti senjata maupun menghancurkan seluruh jaringan terowongannya.
“Semua orang memahami bahwa Hamas tidak akan melucuti senjata dan tidak akan menghancurkan semua terowongan. Tentara siap, jika diperintahkan untuk melenyapkan Hamas, untuk menyelesaikan misi sehingga kita dapat melaksanakan rencana emigrasi,” kata Katz, seperti dilaporkan Middle East Monitor pada Rabu (16/9).
Tekanan Militer Berlanjut
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Israel masih menempatkan tekanan militer sebagai salah satu cara untuk menghadapi Hamas. Operasi yang dilakukan tidak hanya berupa serangan terhadap lokasi tertentu, tetapi juga mencakup penghancuran tempat penyimpanan senjata yang dinilai berkaitan dengan kemampuan militer kelompok tersebut.
Komando Selatan melihat serangan-serangan itu sebagai instrumen untuk meningkatkan tekanan agar Hamas menerima kesepakatan yang memuat ketentuan perlucutan senjata. Dengan demikian, intensitas operasi di Gaza disebut memiliki kaitan langsung dengan kebuntuan mengenai masa depan persenjataan Hamas.
Kesimpulan
Laporan Yedioth Ahronoth menyebut militer Israel tengah memperkuat posisi pasukannya di Gaza dan bersiap menghadapi kemungkinan operasi darat baru. Persiapan itu berlangsung di tengah penilaian Israel bahwa Hamas sedang membangun kembali kemampuan militernya serta belum bersedia melucuti senjata.
Israel disebut dapat memilih langkah pemaksaan apabila Hamas tidak menyerahkan senjata melalui kerangka kerja yang didukung Amerika Serikat. Sementara itu, serangan terarah dan penghancuran gudang senjata terus dilakukan sebagai bentuk tekanan. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keputusan militer Israel serta respons Hamas terhadap tuntutan perlucutan senjata tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment