Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources, Media Internasional Soroti Akuisisi 30 Persen

Nama pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, menjadi sorotan media internasional setelah perusahaannya, PT Jhonlin Baratama, menyepakati pembelian 10 miliar saham PT Bayan Resources Tbk. Transaksi tersebut setara dengan sekitar 30 persen kepemilikan di perusahaan tambang batu bara tersebut.

Kesepakatan ini melibatkan Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, yang merupakan dua pemegang saham terbesar Bayan Resources. Rencana transaksi tersebut disebut masih memiliki sejumlah persyaratan. Manuver ini juga menarik perhatian karena berlangsung ketika Bayan menghadapi kendala terkait persetujuan kuota penambangan batu bara yang telah direvisi.

Forbes Soroti Pembelian Saham Bayan oleh Perusahaan Haji Isam

Majalah bisnis Forbes memberitakan transaksi tersebut melalui artikel berjudul “Billionaire Low Tuck Kwong To Sell 30% Of Bayan Resources As Indonesian Coal Miner Faces Regulatory Setback”. Dalam laporan itu, Forbes menyebut Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani perjanjian bersyarat untuk menjual 10 miliar saham Bayan kepada PT Jhonlin Baratama.

Forbes menjelaskan bahwa jumlah saham yang dibeli Haji Isam mencapai sekitar setengah dari 62 persen kepemilikan Low Tuck Kwong di Bayan. Transaksi ini terjadi setelah Bayan Resources menyatakan kondisi kahar atau force majeure dalam kontrak pasokan batu baranya.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan belum disetujuinya kuota penambangan Bayan yang telah direvisi oleh pemerintah Indonesia. Situasi ini menjadi salah satu latar belakang penting dalam pemberitaan mengenai transaksi saham tersebut.

Profil Haji Isam Menurut Forbes

Dalam laporannya, Forbes menggambarkan Haji Isam sebagai pengusaha dari Kalimantan dan sekutu Presiden Prabowo Subianto. Forbes juga menyebut PT Jhonlin Group yang dimiliki Haji Isam telah menjadi salah satu produsen batu bara utama.

Perusahaan tersebut dilaporkan telah meminta kuota kepada pemerintah untuk memproduksi sekitar 60 juta ton batu bara pada tahun ini. Informasi ini turut memperkuat perhatian terhadap rencana akuisisi saham Bayan oleh PT Jhonlin Baratama.

Forbes juga menyoroti Low Tuck Kwong. Pengusaha yang lahir di Singapura dan menjadi warga negara Indonesia pada 1992 itu disebut termasuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia. Kekayaan bersihnya dilaporkan mencapai 16 miliar dolar AS atau sekitar Rp283 triliun.

Bloomberg: Saham Bayan Naik hingga 20 Persen

Media internasional lainnya, Bloomberg, juga memberitakan rencana akuisisi saham Bayan Resources oleh Haji Isam. Berdasarkan pengajuan ke bursa saham, Haji Isam disebut telah menyetujui akuisisi 30 persen saham Bayan melalui PT Jhonlin Baratama pada 16 September.

Saham tersebut akan dialihkan dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan sejumlah persyaratan. Pemberitaan mengenai transaksi itu kemudian berdampak pada pergerakan saham Bayan Resources di pasar.

Bloomberg melaporkan saham Bayan sempat naik hingga 20 persen pada Jumat. Kenaikan tersebut disebut sebagai peningkatan intraday terbesar dalam satu bulan. Saham Bayan juga diperkirakan mencatat kenaikan mingguan sekitar 12 persen.

Potensi Perubahan Peta Industri Batu Bara

Menurut Bloomberg, apabila transaksi tersebut membuat Haji Isam memperoleh saham pengendali di Bayan, ia akan mengawasi bisnis batu bara terbesar di Indonesia. Dengan menggabungkan produksi tambang Jhonlin dan Bayan, posisi tersebut disebut dapat menempatkan Haji Isam di atas Glencore Plc dalam hal total produksi tambang.

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu eksportir bahan bakar fosil terbesar di dunia. Karena itu, rencana masuknya Haji Isam ke Bayan Resources dinilai menjadi langkah penting dalam peta industri batu bara nasional.

Bloomberg juga melaporkan bahwa Haji Isam telah menawarkan pembelian seluruh saham pengendali milik Low di Bayan dengan nilai sekitar 3 miliar dolar AS. Namun, hingga pemberitaan tersebut disampaikan, belum ada komentar dari Low Tuck Kwong mengenai penawaran itu.

Kaitan dengan Prabowo dan Proyek Pemerintah

Sejalan dengan Forbes, Bloomberg turut menyoroti hubungan Haji Isam dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia disebut sebagai salah satu pendukung terbesar kampanye pemilihan presiden Prabowo pada 2024.

Selain aktivitas di sektor batu bara, Haji Isam saat ini juga disebut mengawasi sejumlah proyek besar pemerintah. Salah satunya adalah kawasan industri pangan seluas 1 juta hektare di Merauke.

Kesimpulan

Kesepakatan pembelian 10 miliar saham atau sekitar 30 persen saham Bayan Resources oleh PT Jhonlin Baratama menempatkan Haji Isam dalam sorotan media bisnis global. Forbes dan Bloomberg sama-sama melihat transaksi ini sebagai langkah besar yang berpotensi mengubah komposisi kepemilikan serta peta kekuatan industri batu bara Indonesia.

Namun, transaksi tersebut masih disebut memiliki sejumlah persyaratan. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada penyelesaian ketentuan kesepakatan dan kepastian mengenai posisi kepemilikan Haji Isam di Bayan Resources. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, aksi korporasi ini dapat memperkuat peran Jhonlin di industri batu bara nasional.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment