BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar untuk Perluas Akses Pembiayaan Perumahan Rakyat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat perannya dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Program Pembiayaan Perumahan Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Wilayah Jakarta yang digelar di Gelanggang Jakarta Timur, DKI Jakarta, pada Kamis (10/9).
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai skema pembiayaan perumahan kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang. Acara tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, serta perwakilan asosiasi pengembang perumahan.
Asosiasi yang turut hadir meliputi Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), serta Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA).
BRI Perkuat Inklusi Pembiayaan Perumahan
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan, sosialisasi dan penyaluran fasilitas pembiayaan perumahan merupakan bagian dari komitmen strategis perseroan untuk mempercepat inklusi pembiayaan perumahan di Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut juga mencerminkan pentingnya sinergi kelembagaan dalam membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan.
Program KPP diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh hunian dengan pembiayaan yang terjangkau. Di sisi lain, program tersebut juga mendukung pengembangan ekosistem perumahan secara menyeluruh, mulai dari sisi permintaan hingga sisi pasokan.
Aris menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dilakukan agar masyarakat semakin mengenal Program KPP dan memahami kemudahan akses pembiayaan perumahan yang disediakan pemerintah melalui perbankan.
“Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui kemudahan akses pembiayaan perumahan yang disediakan pemerintah melalui perbankan,” ujar Aris.
Penyaluran KPP BRI Capai Rp427,5 Miliar
Dalam kegiatan tersebut, BRI mencatatkan penyaluran Kredit Program Perumahan dengan total nilai Rp427,5 miliar kepada 1.619 debitur. Penyaluran ini mencakup pembiayaan pada sisi pasokan atau supply serta pembiayaan pada sisi permintaan atau demand.
Pembiayaan Sisi Pasokan
Pembiayaan sisi pasokan mencapai Rp242,5 miliar yang disalurkan kepada 110 debitur. Dana tersebut diberikan kepada sejumlah pelaku usaha yang mendukung sektor perumahan, dengan rincian sebagai berikut:
- Pengembang perumahan sebesar Rp73,6 miliar kepada 29 debitur.
- Toko bahan bangunan sebesar Rp39,8 miliar kepada 23 debitur.
- Kontraktor perumahan sebesar Rp129,1 miliar kepada 58 debitur.
Sementara itu, pembiayaan pada sisi permintaan tercatat sebesar Rp185 miliar. Pembiayaan tersebut diberikan kepada 1.509 debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kinerja Pembiayaan Perumahan BRI secara Nasional
Portofolio pembiayaan perumahan BRI secara nasional juga menunjukkan kinerja yang positif. Hingga 8 September 2026, perseroan telah menyalurkan Kredit Program Perumahan sebesar Rp12 triliun kepada 83.210 debitur.
Selain KPP, realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP telah mencapai 25.030 unit rumah. Capaian tersebut berjalan seiring dengan target komitmen penyaluran sebanyak 60.000 unit rumah pada tahun ini.
Data tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan perumahan BRI tidak hanya menyasar masyarakat sebagai calon pemilik rumah, tetapi juga melibatkan berbagai pihak dalam rantai ekosistem perumahan. Pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku UMKM turut memperoleh dukungan pembiayaan melalui program yang disalurkan.
Apresiasi Pemerintah terhadap Peran BRI
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengapresiasi peran BRI dalam memastikan pelaksanaan program pembiayaan perumahan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Maruarar menilai implementasi di tingkat pelaksana menjadi faktor penting agar kebijakan pemerintah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan program di BRI berlangsung cepat, tidak dipersulit, dan tidak disertai pungutan liar.
“BRI sudah membuktikan bahwa sebagai bagian dari negara, BRI mampu menjalankan misi ini secara efektif, efisien, dan produktif,” tutur Maruarar.
Penawaran KPR Sejahtera Berlaku hingga Akhir 2026
Untuk mendukung akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah, BRI juga menyediakan sejumlah penawaran untuk Program KPR Sejahtera dan fasilitas KPP. Penawaran tersebut berlaku hingga 31 Desember 2026.
Adapun fasilitas yang ditawarkan antara lain uang muka atau DP mulai dari 1 persen serta suku bunga tetap sebesar 5 persen hingga jangka waktu 20 tahun. Informasi lebih lanjut mengenai penawaran tersebut dapat diakses melalui situs bbri.id/kprs dan bbri.id/kpp.
Kesimpulan
Penyaluran KPP sebesar Rp427,5 miliar dalam kegiatan sosialisasi di Jakarta menegaskan komitmen BRI untuk memperluas akses pembiayaan perumahan rakyat. Dukungan tersebut mencakup masyarakat sebagai penerima pembiayaan maupun pelaku usaha yang berperan dalam penyediaan hunian.
Ke depan, BRI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pengembang untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah. Melalui perluasan sosialisasi, penyaluran KPP, serta realisasi FLPP, akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah diharapkan semakin terbuka dan terjangkau.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment