Itamar Ben-Gvir Serukan Perluasan Serangan Udara Israel ke Seluruh Gaza
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyerukan agar serangan udara Israel diperluas ke seluruh wilayah Jalur Gaza. Ia menilai operasi militer Israel tidak semestinya hanya menargetkan pihak-pihak yang dianggap memberikan ancaman langsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Ben-Gvir sebagaimana dilaporkan Jerusalem Post. Dalam keterangannya, ia mendorong serangan udara yang lebih luas tanpa membatasi sasaran pada individu atau kelompok yang dinilai mengancam Israel secara langsung.
Ben-Gvir Dorong Serangan Udara Lebih Luas
Ben-Gvir mengatakan Israel seharusnya tidak membatasi serangan hanya kepada mereka yang menimbulkan ancaman langsung. Menurut dia, serangan udara perlu dilakukan di seluruh Jalur Gaza.
Dalam pernyataan yang sama, Ben-Gvir juga melontarkan ucapan bernada dehumanisasi terhadap sebagian orang. Ia menyebut sejumlah pihak sebagai orang yang “tidak layak untuk hidup” dan “bukan manusia”.
Ben-Gvir kemudian menyinggung seorang perempuan yang pernah memberikan makanan kepada tentara Israel bernama Braslavski ketika ditawan di Gaza. Perempuan tersebut disebut Ben-Gvir sebagai “teroris” yang, menurutnya, “pantas ditembak di kepala”.
Kasus Braslavski
Braslavski merupakan tentara Israel yang ditangkap Hamas pada 7 Oktober 2023. Ia kemudian dibebaskan melalui pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel pada 13 Oktober 2025.
Pernyataan Ben-Gvir terkait perempuan tersebut disampaikan ketika ia membahas pengalaman Braslavski selama berada dalam tawanan di Gaza. Tidak ada informasi tambahan dalam laporan tersebut mengenai identitas perempuan yang dimaksud.
Seruan Pembangunan Permukiman Israel di Gaza
Selain menyerukan perluasan serangan udara, Ben-Gvir kembali mendorong pembangunan permukiman Israel di Jalur Gaza. Ia menyatakan bahwa dirinya menganggap seluruh Gaza sebagai milik Israel.
Ben-Gvir ingin pembangunan permukiman tidak hanya dilakukan di kawasan bekas Gush Katif. Wilayah tersebut merupakan kawasan permukiman Israel yang dievakuasi pada 2005. Ia mendorong agar permukiman diperluas ke seluruh wilayah Gaza.
Ia juga menyerukan agar sebanyak mungkin warga Palestina meninggalkan tanah leluhur mereka. Seruan tersebut disampaikan dengan menggunakan istilah “emigrasi sebanyak mungkin”.
Pernyataan tentang Warga Palestina yang Ditahan
Ben-Gvir turut menyinggung warga Palestina yang ditahan di penjara Israel. Ia mengatakan para tahanan tersebut “sangat menderita” dan mengaku merasa senang melihat kondisi yang mereka hadapi.
Berdasarkan keterangan kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel, sekitar 9.500 warga Palestina saat ini ditahan di penjara Israel. Jumlah tersebut mencakup perempuan dan anak-anak.
Serangan terhadap Kelompok Hak Asasi Manusia
Ben-Gvir juga menyerukan pelarangan terhadap kelompok hak asasi manusia Israel yang mendukung koeksistensi antara Palestina dan Israel. Dua organisasi yang disebut adalah Peace Now dan Standing Together.
Ia menuduh kelompok-kelompok tersebut mendukung terorisme. Seruan itu menjadi bagian lain dari sikap keras Ben-Gvir terhadap organisasi yang mendorong hubungan hidup berdampingan antara warga Palestina dan Israel.
Seruan Serupa Pernah Disampaikan
Sebelumnya, Ben-Gvir juga pernah menyerukan agar Israel membunuh antara 30 hingga 40 warga Gaza dalam serangan setiap malam. Ia juga mendorong pembunuhan terhadap orang-orang yang disebutnya sebagai teroris secara satu per satu.
Pernyataan tersebut dikutip oleh Middle East Monitor. Seruan terbaru Ben-Gvir menunjukkan kembali sikapnya yang mendukung perluasan operasi militer, pembangunan permukiman Israel di Gaza, serta pemindahan warga Palestina dari wilayah tersebut.
Kesimpulan
Itamar Ben-Gvir menyerukan perluasan serangan udara Israel ke seluruh Jalur Gaza dan mendorong pembangunan permukiman Israel di kawasan tersebut. Ia juga menyampaikan pernyataan keras mengenai warga Palestina yang ditahan serta kelompok hak asasi manusia Israel yang mendukung koeksistensi.
Serangkaian pernyataan itu memperlihatkan sikap politik Ben-Gvir yang mendukung tindakan militer lebih luas dan perluasan kehadiran Israel di Gaza. Perkembangan selanjutnya akan menunjukkan bagaimana seruan tersebut memengaruhi perdebatan mengenai operasi militer, permukiman, dan perlakuan terhadap warga Palestina.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment