Kabut Asap Diprediksi Bertahan di Malaysia hingga Hari Kebangsaan 31 Agustus 2026

Kuala Lumpur — Kabut asap masih berpotensi menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia hingga perayaan Hari Kebangsaan pada 31 Agustus 2026. Departemen Meteorologi Malaysia atau MetMalaysia memperkirakan kondisi tersebut terjadi karena tingginya jumlah titik panas kebakaran di Sumatra bagian selatan dan Kalimantan bagian barat, yang diperburuk oleh pergerakan angin barat daya menuju Malaysia.

Direktur Jenderal MetMalaysia, Dr Mohd Hisham Mohd Anip, mengatakan analisis model prakiraan cuaca menunjukkan adanya risiko penurunan jarak pandang di beberapa kawasan Malaysia selama periode 27 hingga 31 Agustus 2026. Situasi ini diperkirakan paling berdampak terhadap Sarawak, sementara sejumlah wilayah lain juga berpotensi mengalami peningkatan konsentrasi kabut asap.

MetMalaysia Prediksi Kabut Asap hingga 31 Agustus

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Jumat (28/8), Hisham menjelaskan bahwa kondisi berkabut asap masih mungkin berlangsung selama beberapa hari ke depan. Faktor utamanya adalah titik-titik panas yang masih bertahan di Sumatra bagian selatan dan Kalimantan bagian barat. Asap dari wilayah tersebut kemudian terdorong oleh angin barat daya ke arah Malaysia.

“Analisis model prakiraan cuaca yang dipantau MetMalaysia menunjukkan bahwa beberapa wilayah di Malaysia masih berisiko mengalami cuaca berkabut asap dengan jarak pandang yang berkurang pada 27 hingga 31 Agustus 2026,” ujar Hisham.

Menurut dia, Sarawak diperkirakan menjadi wilayah Malaysia yang paling terdampak. Sebagian besar distrik di negara bagian tersebut berpotensi mengalami kabut asap dengan kategori tidak sehat. Bahkan, beberapa distrik diperkirakan mencapai tingkat kualitas udara sangat tidak sehat pada 30 dan 31 Agustus.

Sarawak dan Sabah Berpotensi Mengalami Dampak Terbesar

Selain Sarawak, Sabah juga diperkirakan mulai mengalami kondisi berkabut asap pada 29 Agustus. Pergerakan asap lintas batas dari wilayah Kalimantan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi potensi memburuknya kualitas udara di kawasan tersebut.

Di Semenanjung Malaysia, konsentrasi kabut asap yang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah wilayah hingga 31 Agustus. Daerah yang disebut berisiko terdampak meliputi Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, Kuala Lumpur, dan Putrajaya.

Dengan kondisi tersebut, kabut asap diperkirakan masih menjadi perhatian utama Malaysia menjelang perayaan Hari Kebangsaan. Penurunan jarak pandang dan kualitas udara yang memburuk dapat memengaruhi sejumlah wilayah, khususnya kawasan yang berada paling dekat dengan sumber asap lintas batas.

ASMC Aktifkan Peringatan Kabut Asap Level 3

Situasi kabut asap di kawasan ASEAN bagian selatan juga mendapat perhatian dari Pusat Meteorologi Khusus ASEAN atau ASMC. Lembaga tersebut mengaktifkan peringatan kabut asap lintas batas pada tingkat tertinggi, yakni Level 3.

Dalam peringatan yang dipublikasikan pada Rabu (26/8), ASMC menyatakan bahwa kondisi titik panas dan kabut asap di ASEAN bagian selatan semakin memburuk. Keadaan tersebut dipengaruhi oleh kondisi kering yang berlangsung dalam waktu panjang.

ASMC juga melaporkan adanya kabut asap dengan kepadatan sedang hingga pekat di sebagian besar wilayah Sumatra bagian selatan dan tengah. Dalam laporan harian terbaru mengenai kabut asap dan cuaca, lembaga itu menyebut kepulan asap lintas batas dari titik-titik panas di Kalimantan Barat bergerak ke arah utara menuju Sarawak bagian barat.

Kepulan asap dengan kepadatan sedang hingga pekat juga terpantau berasal dari sejumlah titik panas di berbagai wilayah Kalimantan, serta bagian tengah dan selatan Sumatra. Sejumlah stasiun pemantauan kualitas udara di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra bagian tengah dan selatan, serta Sarawak bagian barat mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Perayaan Hari Kebangsaan Malaysia Terancam Kabut Asap

Perkiraan kabut asap yang masih berlangsung turut menimbulkan kekhawatiran terhadap pelaksanaan perayaan Hari Kebangsaan Malaysia. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya mengimbau masyarakat untuk berdoa agar kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia segera mereda.

Dalam pidato peluncuran perayaan ulang tahun ke-80 Telekom Malaysia pada Rabu (26/8), Anwar mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan perayaan Hari Kebangsaan yang jatuh pada 31 Agustus. Setelah itu, Malaysia juga akan menggelar perayaan Hari Malaysia pada 16 September.

Namun, pelaksanaan perayaan Hari Kebangsaan menghadapi tantangan karena kualitas udara memburuk di sejumlah wilayah Malaysia, terutama Sarawak. Anwar berharap kondisi kabut asap dapat dikendalikan sehingga rangkaian perayaan tetap dapat dilaksanakan.

Kesimpulan

Kabut asap diperkirakan masih menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia hingga 31 Agustus 2026. Sarawak menjadi kawasan yang paling berisiko terdampak, dengan potensi kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Sabah serta beberapa wilayah di Semenanjung Malaysia juga diperkirakan mengalami peningkatan konsentrasi kabut asap.

Ke depan, kondisi tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan titik panas di Sumatra bagian selatan dan Kalimantan bagian barat, serta arah angin yang membawa asap menuju Malaysia. Peringatan Level 3 dari ASMC menunjukkan bahwa kabut asap lintas batas masih menjadi persoalan serius di kawasan ASEAN bagian selatan, terutama menjelang pelaksanaan Hari Kebangsaan Malaysia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment