Kabut Asap Kalimantan Tutup 108 Sekolah di Sarawak, Ketegangan AS-Iran Jadi Sorotan Dunia
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kembali menjadi perhatian internasional setelah dampaknya meluas hingga ke negara tetangga. Asap dari kebakaran di wilayah Kalimantan membuat kualitas udara di Sarawak, Malaysia, memburuk dan mendorong penutupan puluhan sekolah. Di sisi lain, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga masih menjadi sorotan setelah muncul saling sindir terkait klaim Presiden Donald Trump atas Selat Hormuz.
Rangkaian peristiwa tersebut menjadi bagian dari kilas berita internasional yang mendapat perhatian. Isu kabut asap menyoroti dampak lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan, sementara perseteruan melalui media sosial memperlihatkan tingginya tensi politik antara Iran dan Amerika Serikat.
Kabut Asap Kalimantan Berdampak ke Sarawak
Sebanyak 108 sekolah di Serian, negara bagian Sarawak, Malaysia, ditutup akibat kabut asap yang semakin memburuk. Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia, yang menyebabkan kualitas udara di wilayah negara tetangga mengalami penurunan.
Keputusan penutupan sekolah diambil setelah Indeks Polusi Udara atau Air Pollutant Index (API) mencatat angka di atas 200. Angka tersebut menjadi batas yang ditetapkan dalam Rencana Aksi Kabut Asap Nasional di bawah yurisdiksi Direktur Dinas Pendidikan Negara Bagian Sarawak.
Siswa Belajar dari Rumah
Selama sekolah ditutup, para siswa diarahkan untuk mengikuti pembelajaran dari rumah. Kebijakan itu diterapkan agar kegiatan belajar tetap berlangsung tanpa membuat murid terpapar kondisi udara yang tidak sehat.
Komite Manajemen Bencana Sarawak menyatakan bahwa penutupan juga berlaku bagi sekolah, taman kanak-kanak, serta tempat penitipan anak apabila API mencapai angka 200. Ketentuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah setempat dalam mengambil langkah perlindungan terhadap anak-anak dan pelajar ketika kabut asap memburuk.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip Bernama pada Rabu (12/8), komite tersebut menegaskan bahwa keputusan penutupan mengikuti ketentuan dalam Rencana Aksi Kabut Asap Nasional. Dengan demikian, kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan di Sarawak.
Iran Sindir Klaim Trump tentang Selat Hormuz
Di tengah isu kabut asap yang melintasi batas negara, hubungan Amerika Serikat dan Iran juga kembali menjadi sorotan. Iran mengejek Presiden Donald Trump setelah sang presiden mengeklaim Selat Hormuz sebagai wilayah baru Amerika Serikat.
Sindiran tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, dengan nama pengguna @IraninHyderabad. Akun itu mengunggah ulang atau me-repost unggahan akun Gedung Putih yang memuat tangkapan layar konten Trump di platform Truth Social mengenai klaim atas Selat Hormuz.
Dalam unggahannya, perwakilan Iran tersebut menampilkan peta Amerika Serikat dengan sejumlah negara bagian. California kemudian ditandai menggunakan warna biru. Unggahan itu disertai keterangan bernada sindiran, yakni “WILAYAH BARU REPUBLIK ISLAM IRAN”.
Unggahan tersebut muncul pada Rabu (19/8) dan menjadi bentuk respons Iran terhadap pernyataan Trump. Penyampaian pesan melalui media sosial memperlihatkan bagaimana isu geopolitik antara kedua negara terus berkembang melalui pernyataan publik dan saling sindir di ruang digital.
Rusia Ikut Mengolok-olok Pernyataan Trump
Klaim Presiden Trump mengenai Selat Hormuz juga mendapat tanggapan dari Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi-organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov. Ia mengolok-olok pernyataan tersebut melalui akun X miliknya.
Seperti dikutip CNN, Ulyanov menulis pada 16 Agustus bahwa Gedung Putih telah mengonfirmasi ancaman untuk menyatakan Selat Hormuz sebagai “wilayah AS” hanyalah lelucon. Ia juga menyebut pernyataan itu sebagai bentuk humor dengan selera yang sangat istimewa.
Komentar Ulyanov tersebut kemudian turut diberitakan oleh sejumlah media, di antaranya IRNA dari Iran, Saba.net dari Yaman, Dawn dari Pakistan, serta Middle East Eye. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan mengenai Selat Hormuz tidak hanya mendapat respons dari Iran, tetapi juga menjadi bahan pembicaraan di media internasional.
Kesimpulan
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan memberikan dampak nyata hingga ke Sarawak, Malaysia. Penutupan 108 sekolah setelah API melampaui angka 200 menunjukkan bahwa persoalan asap lintas batas turut memengaruhi sektor pendidikan. Sementara itu, hubungan Amerika Serikat dan Iran masih diwarnai pernyataan bernada sindiran setelah klaim Trump mengenai Selat Hormuz.
Ke depan, perkembangan kualitas udara di Sarawak serta respons berbagai pihak terhadap isu Selat Hormuz masih menjadi hal yang perlu diperhatikan. Kedua isu tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dan ketegangan geopolitik dapat menjadi perhatian internasional ketika dampaknya meluas atau memicu reaksi dari banyak pihak.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment