Mark Carney Sebut Sindiran Pejabat AS Tidak Produktif di Tengah Perang Dagang Kanada-Amerika
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengecam komentar bernada hinaan yang dilontarkan sejumlah pejabat Amerika Serikat terhadap negaranya. Menurut Carney, pernyataan tersebut tidak produktif dan justru berpotensi menghambat upaya penyelesaian perang dagang yang tengah memanas antara Kanada dan Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Carney setelah dua anggota kabinet Presiden AS Donald Trump melontarkan komentar yang dianggap merendahkan militer Kanada. Kritik tersebut muncul ketika hubungan kedua negara sedang berada dalam tekanan akibat kebijakan tarif dan kegagalan perundingan perdagangan.
Pejabat AS Lontarkan Komentar tentang Militer Kanada
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menjadi salah satu pejabat yang memicu kontroversi. Ia mengunggah pesan di platform X yang dinilai mengejek penampilan fisik seorang tentara Kanada. Tentara tersebut terlihat sedang menyerahkan medali dalam sebuah program perkemahan pemuda.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent melontarkan lelucon mengenai kekuatan militer Kanada dalam sebuah wawancara televisi. Saat ditanya mengenai perselisihan dagang yang semakin memanas, Bessent membandingkan ukuran Kanada dan Amerika Serikat dalam konteks potensi aksi saling balas.
“Saya rasa Anda tidak bisa terlibat dalam aksi saling balas dengan seseorang yang ukurannya 13 kali lebih besar dari Anda,” kata Bessent kepada CNBC.
Ia kemudian mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak sedang berperang dengan Kanada. Bessent juga melontarkan pertanyaan bernada olok-olok mengenai kemungkinan Kanada mengerahkan dua kapal selam dari Edmonton Mall untuk menyerang Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut merujuk pada bekas wahana atraksi yang berada di sebuah pusat perbelanjaan di Provinsi Alberta, Kanada. Komentar Bessent dan unggahan Hegseth kemudian memicu kemarahan di Ottawa.
Mark Carney Minta AS Serius dalam Perundingan
Carney menilai komentar yang dilontarkan kedua pejabat pemerintahan Trump tidak pantas disampaikan oleh orang-orang yang memegang jabatan penting. Ia juga menyebut pernyataan tersebut tidak konstruktif, terutama ketika Kanada dan Amerika Serikat sedang berupaya mengatasi perselisihan dagang.
“Komentar tersebut tidak pantas dilontarkan oleh orang yang memegang jabatan mereka. Pernyataan itu tidak konstruktif, tetapi itulah demokrasi mereka,” ujar Carney kepada wartawan pada Selasa (1/9).
Carney menegaskan bahwa pemerintah Kanada terbuka untuk kembali melakukan pembicaraan apabila pihak Amerika Serikat menunjukkan keseriusan. Ia meminta Washington menghentikan sindiran, meme, serta upaya untuk terlihat kuat di hadapan publik.
“Ketika pihak Amerika berhenti membuat meme, berhenti melontarkan sindiran, berhenti berusaha terlihat tangguh, dan mulai serius dalam melakukan pembicaraan, kami bisa melakukan pembicaraan tersebut,” kata Carney.
Kanada Siapkan Pembalasan Tarif
Perselisihan antara kedua negara tidak hanya dipicu oleh pernyataan para pejabat, tetapi juga berkaitan dengan kebijakan tarif. Kanada sebelumnya telah berjanji memberlakukan pembalasan terhadap bea masuk sebesar 50 persen yang ditetapkan Presiden Trump.
Rencana tersebut muncul setelah perundingan antara Kanada dan Amerika Serikat menemui jalan buntu pada bulan lalu. Kebijakan tarif itu dikhawatirkan menimbulkan dampak ekonomi yang tidak proporsional bagi masyarakat Kanada.
Meski menghadapi potensi tekanan ekonomi, berbagai jajak pendapat menunjukkan adanya dukungan luas terhadap sikap tegas Carney dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat. Dukungan tersebut juga terlihat dari hasil tiga pemilihan sela parlemen yang berlangsung pada Senin.
Partai Liberal yang dipimpin Carney berhasil menyapu bersih kemenangan dalam tiga pemilihan sela tersebut. Hasil itu dinilai memperkuat posisi politik Carney dalam menghadapi perselisihan dengan Washington.
Dukungan Politik untuk Pemerintah Kanada
Carney mengatakan hasil pemilihan sela memberikan pesan yang jelas dari warga Kanada. Menurutnya, masyarakat telah memberikan dukungan terhadap rencana pemerintah dalam menghadapi situasi yang sedang berkembang.
“Saya kira pesan dari warga Kanada sudah jelas,” kata Carney. “Mereka telah memberikan dukungan terhadap rencana pemerintah.”
Kesimpulan
Ketegangan Kanada dan Amerika Serikat kini berlangsung di tengah perselisihan tarif serta pertukaran komentar yang dianggap merendahkan. Mark Carney menilai sindiran dari pejabat AS tidak membantu proses penyelesaian masalah dan meminta Washington kembali fokus pada perundingan yang serius.
Di sisi lain, dukungan publik melalui hasil jajak pendapat dan kemenangan Partai Liberal dalam tiga pemilihan sela memperkuat posisi Carney. Ke depan, perkembangan perang dagang ini akan sangat bergantung pada kesediaan kedua negara untuk menghentikan retorika saling mengejek dan kembali mencari jalan keluar melalui pembicaraan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment