Menteri Perumahan Kolombia Disorot karena Berlibur Saat Gempa Tewaskan Hampir 300 Orang
Bogota – Menteri Perumahan baru Kolombia, Jaime Andres Beltran, menjadi sorotan publik setelah foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan dirinya berada di sebuah pantai di Santa Marta, kawasan Karibia. Perjalanan tersebut dilakukan ketika Kolombia tengah menghadapi dampak gempa dahsyat yang menewaskan hampir 300 orang dan menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Gempa yang terjadi pada 10 Agustus itu mengguncang wilayah barat Kolombia hanya tiga hari setelah Presiden sayap kanan Abelardo de la Espriella mulai menjabat. Bencana tersebut memicu kerusakan besar, termasuk hancurnya hampir 27.000 rumah. Banyak warga terdampak terpaksa mengungsi dan tidur di ruang terbuka karena masih mengalami trauma akibat gempa.
Gempa Dahsyat Guncang Wilayah Barat Kolombia
Dikutip dari AFP, gempa berkekuatan 7,4 magnitudo tersebut tercatat sebagai gempa terkuat yang melanda Kolombia dalam hampir setengah abad terakhir. Besarnya kekuatan gempa menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah dan membuat ribuan orang harus meninggalkan rumah mereka.
Korban jiwa akibat bencana itu hampir mencapai 300 orang. Selain itu, kerusakan pada puluhan ribu rumah memperbesar kebutuhan terhadap penanganan darurat dan proses rekonstruksi. Warga yang kehilangan tempat tinggal masih harus bertahan di ruang terbuka karena kondisi pascagempa belum sepenuhnya pulih.
Situasi tersebut membuat perhatian publik tertuju pada pemerintah baru Kolombia. Masyarakat menanti langkah cepat pemerintah dalam menangani para korban, menyediakan tempat tinggal sementara, serta memulai pembangunan kembali rumah-rumah yang hancur.
Foto Menteri di Pantai Picu Kritik
Di tengah kondisi darurat tersebut, foto dan video Jaime Andres Beltran bersantai di pantai Santa Marta beredar luas di media sosial selama akhir pekan. Materi yang beredar itu memicu kritik karena sang menteri dianggap mengambil cuti pada waktu yang sangat krusial bagi penanganan bencana.
Kelompok oposisi sayap kiri Kolombia menyatakan akan mengajukan mosi tidak percaya terhadap Beltran. Oposisi menilai keberadaan menteri di lokasi wisata, ketika ribuan warga masih menghadapi dampak gempa, menimbulkan pertanyaan mengenai komitmennya dalam mengawal penanganan dan rekonstruksi pascabencana.
Sorotan tersebut semakin kuat karena Beltran merupakan Menteri Perumahan baru yang memiliki peran penting dalam proses pemulihan rumah-rumah warga. Dengan hampir 27.000 rumah hancur, kementerian yang dipimpinnya menjadi salah satu institusi yang berada di garis depan dalam upaya rekonstruksi.
Beltran Bantah Sedang Berlibur
Pada Senin, Beltran berupaya menepis kritik yang ditujukan kepadanya. Dalam unggahan di platform X, ia mengatakan bahwa dirinya “tidak sedang berlibur”. Ia menjelaskan bahwa perjalanan tersebut hanya dilakukan untuk “menghabiskan beberapa jam bersama istri dan anak-anak saya, yang sudah tidak saya temui selama berhari-hari”.
Pernyataan itu disampaikan untuk menjelaskan keberadaannya di Karibia saat pemerintah tengah menghadapi situasi darurat akibat gempa. Beltran juga mengeklaim bahwa setelah berada di Karibia, dirinya “segera” kembali bekerja untuk menangani rekonstruksi pascagempa.
Meski telah memberikan penjelasan, kritik terhadap menteri tersebut tetap berkembang. Oposisi masih mempersoalkan waktu perjalanannya, terutama karena bencana menyebabkan banyak warga kehilangan rumah dan harus tidur di ruang terbuka. Polemik itu kini berpotensi berlanjut melalui pengajuan mosi tidak percaya.
Ujian bagi Pemerintah Baru Kolombia
Kontroversi yang melibatkan Beltran menjadi ujian bagi pemerintah baru Kolombia. Gempa besar yang terjadi di awal masa pemerintahan Presiden Abelardo de la Espriella menuntut koordinasi cepat dan perhatian penuh dari jajaran kabinet.
Di sisi lain, penanganan terhadap hampir 27.000 rumah yang hancur membutuhkan kerja berkelanjutan. Klaim Beltran bahwa dirinya telah kembali bekerja menangani rekonstruksi akan menjadi bagian penting dari upaya meredam kritik. Publik dan kelompok oposisi kemungkinan akan terus memantau langkah pemerintah dalam membantu para korban.
Kesimpulan
Jaime Andres Beltran menghadapi sorotan setelah perjalanan ke Santa Marta terungkap di tengah bencana gempa yang menewaskan hampir 300 orang dan menghancurkan hampir 27.000 rumah di Kolombia. Oposisi menilai keputusannya mengambil waktu bersama keluarga tidak tepat, sementara sang menteri membantah sedang berlibur dan menyatakan telah segera kembali menangani rekonstruksi.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada proses politik terkait mosi tidak percaya serta keseriusan pemerintah dalam memulihkan kondisi para korban. Penanganan rumah warga yang hancur dan nasib mereka yang masih mengungsi akan menjadi ukuran penting bagi kinerja pemerintah baru Kolombia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment