Pidato Perdana Raja Haakon VIII: Mengenang Harald V dan Janji Memimpin Norwegia
Raja Haakon VIII dari Norwegia menyampaikan penghormatan emosional kepada mendiang ayahnya, Harald V, dalam pidato perdana setelah naik takhta. Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi pada Minggu (30/8), Haakon mengenang Harald sebagai sosok ayah, suami, dan kakek yang penuh kasih. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menjalankan tanggung jawab sebagai raja baru serta menjaga persatuan masyarakat Norwegia.
Pidato tersebut berlangsung di salah satu ruangan Istana Kerajaan Norwegia. Haakon duduk di sebuah meja dengan foto mendiang ayahnya, dua lilin menyala, dan semangkuk mawar putih di sampingnya. Suasana sederhana itu memperkuat nuansa duka yang masih menyelimuti keluarga kerajaan dan rakyat Norwegia.
Haakon Kenang Harald V sebagai Ayah yang Baik
Dalam pidatonya, Haakon mengucapkan terima kasih kepada Harald karena telah menjadi ayah yang baik. Ia mengenang sang mendiang raja sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam kehidupan keluarga.
“Terima kasih karena telah menjadi ayah yang begitu baik,” ujar Haakon.
Harald V meninggal dunia di rumah sakit pada usia 89 tahun, Jumat (28/8) pagi waktu setempat. Ia wafat setelah menjalani perawatan akibat kelainan darah langka. Sebelum meninggal, Harald telah memimpin Norwegia selama 35 tahun.
Haakon mengatakan bahwa kini tanggung jawab besar berada di pundaknya. “Sekarang giliran saya,” ucapnya. Pernyataan tersebut mencerminkan kesadaran Haakon terhadap tugas baru yang harus dijalankan setelah mengambil alih takhta.
Harald Dikenang sebagai Kepala Keluarga yang Hangat
Menurut Haakon, Harald bukan hanya ayah yang baik bagi dirinya dan saudara perempuannya, Putri Märtha Louise. Harald juga dikenal sebagai kakek yang hangat dan lucu bagi enam cucunya. Di mata keluarga, ia merupakan suami yang penuh kasih dan perhatian bagi istrinya, Ratu Sonja.
Haakon tampak berusaha menahan air mata ketika mengenang orang tuanya. Ia menyebut Sabtu (29/8) seharusnya menjadi hari ulang tahun pernikahan Harald dan Sonja yang ke-58.
Ia juga menggambarkan Harald sebagai sosok yang mampu menyatukan keluarga melalui kewibawaan alaminya. Harald dinilai selalu setia terhadap nilai-nilai dan komitmen yang diyakininya.
“Dia terus mengingatkan kami dalam keluarga bahwa masing-masing dari kami harus melakukan sesuatu dengan cara kami sendiri. Menemukan gaya kami sendiri. Menjadi diri kami sendiri,” kata Haakon.
Rakyat Norwegia Bersatu dalam Duka
Selain mengenang ayahnya, Haakon turut menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Norwegia. Ia mengaku terharu melihat ribuan warga berkumpul di luar istana kerajaan di Oslo untuk memberikan penghormatan.
Warga datang membawa bunga dan lilin sejak kabar kematian Harald diumumkan. Mereka juga menuliskan pesan belasungkawa sebagai bentuk penghormatan kepada raja yang tetap populer hingga akhir hayatnya.
“Kami sedang berduka, tetapi pada saat yang sama kami merasa terhibur dan mendapatkan kekuatan karena begitu banyak orang berduka bersama kami,” ujar Haakon.
Masa berkabung nasional telah ditetapkan, meski tanggal pemakaman Harald belum diumumkan. Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre turut hadir di antara warga yang meletakkan bunga dan menandatangani buku belasungkawa setelah bertemu dengan Haakon. Menurut Støre, Norwegia kini bersatu dalam duka sekaligus rasa syukur.
Tantangan Haakon sebagai Raja Baru
Haakon dijadwalkan mengucapkan sumpah setia di parlemen pada Selasa (1/9). Setelah itu, ia akan mengikuti upacara pengukuhan sederhana bersama istrinya, Ratu Mette-Marit.
Ia naik takhta ketika keluarga kerajaan menghadapi sejumlah persoalan kesehatan dan kontroversi. Mette-Marit sebelumnya menjadi sorotan setelah hubungan pertemanannya selama tiga tahun dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein terungkap. Ia telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait hal tersebut.
Mette-Marit juga menjalani transplantasi paru-paru setelah menderita fibrosis paru sejak 2018. Dokter belum menyatakan kondisinya stabil hingga tahun depan.
Masalah lain berkaitan dengan Marius Borg Høiby, putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya. Høiby divonis empat tahun penjara atas kasus pemerkosaan pada Juni lalu dan kini mengajukan banding. Meski bukan anggota resmi keluarga kerajaan, ia dibesarkan di lingkungan istana sejak Haakon menikahi ibunya.
Putri Märtha Louise, saudara perempuan Haakon, juga menghadapi kontroversi setelah menikah dengan seorang pria asal Amerika Serikat yang mengaku sebagai dukun pada 2024. Aktivitas bisnis mereka kemudian membuat Märtha mundur dari tugas kerajaan.
Komitmen Menjaga Persatuan Nasional
Dalam situasi tersebut, Haakon menekankan pentingnya solidaritas keluarga dan persatuan nasional. Ia menyatakan keluarga kerajaan percaya pada tatanan masyarakat yang dibangun berdasarkan hukum, keadilan, serta kesetaraan nilai setiap orang.
“Keluarga kami telah merasakan pentingnya berdiri bersama agar tetap teguh, baik dalam diri kami sendiri maupun satu sama lain, bahkan di masa-masa sulit,” ujarnya.
Haakon memastikan dirinya, Mette-Marit, dan Putri Mahkota Ingrid Alexandra akan berusaha memahami keadaan masyarakat Norwegia. Ia menyadari tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti tantangan yang akan dihadapi bersama, tetapi ia meyakini masyarakat dapat saling mendukung dalam situasi baik maupun sulit.
Dukungan terhadap monarki Norwegia tercatat menurun dari 72 persen pada 2024 menjadi 54 persen pada awal tahun ini. Meski demikian, Harald tetap mendapat tempat kuat di hati masyarakat hingga akhir hayatnya. Para pakar menilai Haakon memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Ia tetap dihormati dan dikenal sebagai sosok pekerja keras oleh rakyat Norwegia.
Kesimpulan
Pidato perdana Raja Haakon VIII menjadi momen penghormatan bagi Harald V sekaligus penanda dimulainya masa pemerintahan baru di Norwegia. Dengan mengenang keteladanan ayahnya, Haakon berupaya menunjukkan sisi pribadi sekaligus tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Ke depan, ia perlu menjaga persatuan nasional, menghadapi menurunnya dukungan terhadap monarki, serta merespons berbagai persoalan yang membayangi keluarga kerajaan dengan sikap terbuka dan penuh tanggung jawab.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment