PM Inggris Andy Burnham Kecam Netanyahu dan Umumkan Langkah Tegas soal Permukiman Israel
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham secara terbuka mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui tulisan opini yang dimuat di The Guardian. Opini tersebut terbit pada Selasa (8/9) dengan judul “I believe in a two-state solution in the Middle East. That’s why we’re taking action to keep that hope alive”.
Dalam tulisannya, Burnham menjelaskan alasan pemerintah Inggris mengambil sejumlah langkah tegas terhadap Israel. Ia menilai kebijakan pembangunan permukiman di wilayah Palestina serta situasi kemanusiaan di Jalur Gaza telah melewati batas yang dapat ditoleransi. Menurutnya, tindakan tersebut juga semakin mengancam peluang terwujudnya solusi dua negara di Timur Tengah.
Burnham Soroti Perluasan Permukiman Israel
Burnham menyebut jumlah permukiman yang disetujui pemerintah Israel dalam empat tahun terakhir lebih banyak dibandingkan total persetujuan selama 20 tahun sebelumnya. Ia juga mengutip laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mencatat lebih dari 1.500 insiden kekerasan oleh pemukim di Palestina sepanjang tahun ini.
Menurut Burnham, kekerasan tersebut dilakukan dengan tujuan mengusir warga Palestina dari wilayah mereka. Ia menilai situasi di lapangan memburuk dengan cepat dan membutuhkan respons yang lebih tegas dari pemerintah Inggris.
Burnham mengatakan pemerintahan Netanyahu telah menyetujui 104 permukiman baru di Palestina sejak Desember 2022. Menjelang pemilihan umum Israel pada Oktober mendatang, pemerintah Israel juga disebut menyetujui tender pembangunan permukiman besar E1 di wilayah Palestina.
Ia memperingatkan bahwa pembangunan kawasan tersebut dapat membelah bagian tengah Tepi Barat. Kondisi itu, kata Burnham, berpotensi mematikan harapan untuk membentuk negara Palestina dan Israel yang hidup berdampingan melalui solusi dua negara.
“Hal ini akan membelah jantung Tepi Barat, memadamkan harapan untuk mewujudkan solusi dua negara. Ini tidak boleh sampai terjadi,” tulis Burnham.
Kritik terhadap Situasi Kemanusiaan di Gaza
Selain mengkritik kebijakan permukiman, Burnham juga menyoroti dampak tindakan Israel di Jalur Gaza. Dalam tulisannya, ia menyebut lebih dari 70 ribu orang telah tewas, termasuk sedikitnya 20 ribu anak-anak.
Kerusakan di wilayah tersebut juga disebut telah menyebabkan jutaan warga Palestina mengungsi. Burnham menilai kondisi itu berdampak besar terhadap keberlangsungan populasi Gaza dan memperburuk penderitaan masyarakat sipil.
Ia menegaskan tidak ingin berdiam diri ketika penderitaan terus meningkat dan peluang mewujudkan solusi dua negara semakin terancam. Bagi Burnham, solusi dua negara merupakan harapan terbaik untuk menciptakan perdamaian serta stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Inggris Siapkan Sanksi dan Larangan Impor
Dalam opini tersebut, Burnham merinci paket kebijakan baru yang disebut ditujukan untuk menekan pemerintahan Israel. Salah satu langkahnya adalah melarang impor produk Israel yang diproduksi dan dikirim dari wilayah pendudukan di Palestina.
Inggris juga mengubah pandangan resminya terhadap pendudukan Israel di Palestina. London kini menyatakan pendudukan tersebut sebagai tindakan yang melanggar hukum.
Selain itu, pemerintah Inggris akan menjatuhkan sanksi terhadap individu dan perusahaan yang mendukung, memfasilitasi, atau mengambil keuntungan dari pembangunan permukiman Israel yang dianggap ilegal. Sanksi tersebut mencakup bisnis maupun investor yang terlibat dalam pembangunan kawasan E1.
Burnham juga mengumumkan paket bantuan kemanusiaan baru untuk Gaza. Bantuan tersebut disebut sangat dibutuhkan untuk merespons kondisi masyarakat di wilayah yang terdampak konflik.
Burnham Tegaskan Sanksi Tidak Menargetkan Warga Israel
Burnham, yang menurut tulisan tersebut baru menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada Juli 2026, mengatakan pemerintah Inggris sebelumnya bersikap ragu-ragu dalam membela Palestina. Keraguan itu muncul karena kekhawatiran akan munculnya anggapan bahwa Inggris bersikap antisemit.
Namun, di bawah pemerintahannya, Inggris disebut tidak akan lagi maju-mundur dalam mengambil sikap terhadap kebijakan yang dinilai tidak benar. Burnham menegaskan sasaran kebijakan tersebut adalah pemerintahan yang dianggap melakukan tindakan zalim, bukan warga Israel yang tidak bersalah.
Ia juga menekankan bahwa Inggris tidak menjatuhkan sanksi terhadap Israel secara keseluruhan. Menurut Burnham, sanksi menyeluruh justru dapat menghukum rakyat Israel, termasuk mereka yang tidak menyetujui kebijakan pemerintahnya.
Burnham menambahkan bahwa warga Israel tidak bertanggung jawab atas tindakan pemerintah mereka. Hal yang sama, menurutnya, berlaku bagi komunitas Yahudi di Inggris.
Kesimpulan
Pernyataan Andy Burnham menunjukkan perubahan sikap Inggris yang lebih tegas terhadap kebijakan pemerintahan Benjamin Netanyahu, khususnya terkait pembangunan permukiman di wilayah Palestina dan situasi kemanusiaan di Gaza. Larangan impor, sanksi terhadap pihak yang terlibat dalam pembangunan permukiman, perubahan sikap hukum, serta bantuan kemanusiaan menjadi bagian dari paket kebijakan yang diumumkan London.
Ke depan, langkah tersebut akan menjadi ujian bagi komitmen Inggris dalam mempertahankan peluang solusi dua negara. Bagi Burnham, tekanan terhadap pemerintah Israel perlu dilakukan tanpa menghukum warga Israel maupun komunitas Yahudi di Inggris yang tidak bertanggung jawab atas kebijakan pemerintah.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment