Raja Salman Kecam Serangan Drone Houthi yang Menargetkan Kota Suci Mekkah
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengecam serangan drone yang dilaporkan menargetkan Kota Mekkah. Dalam pernyataannya, Raja Salman menuduh milisi Houthi asal Yaman berada di balik serangan tersebut. Ia menyebut tindakan itu sebagai serangan teroris dan kejahatan keji yang tidak hanya mengancam keamanan Arab Saudi, tetapi juga menjadi provokasi terhadap umat Islam di seluruh dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Raja Salman dalam rapat kabinet pada Selasa (22/9), sebagaimana diberitakan Al Jazeera. Kecaman itu menjadi sorotan karena disampaikan langsung oleh Raja Saudi di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintah Arab Saudi dan kelompok Houthi.
Raja Salman Sebut Penargetan Mekkah sebagai Kejahatan Keji
Dalam pernyataannya, Raja Salman menuding Houthi telah berulang kali menargetkan kota suci umat Islam tersebut. Menurut dia, upaya menyerang Mekkah merupakan tindakan yang sangat serius karena kota itu menjadi lokasi berdirinya Kakbah, situs paling suci dalam agama Islam.
Raja Salman menegaskan bahwa penargetan terhadap tempat suci tidak dapat dipandang sebagai serangan biasa. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai “kejahatan keji” sekaligus bentuk provokasi terhadap umat Muslim di berbagai belahan dunia.
Kecaman itu dilaporkan oleh kantor berita resmi Saudi Press Agency atau SPA. Pernyataan tersebut juga dinilai menunjukkan intervensi langsung Raja Salman terhadap isu keamanan yang dalam kesehariannya banyak dipimpin oleh putranya, Mohammed bin Salman atau MbS.
Militer Saudi Dipuji karena Lindungi Tempat Suci
Dalam kesempatan yang sama, Raja Salman menyampaikan penghargaan kepada militer dan dinas keamanan Arab Saudi. Ia memuji aparat karena dianggap telah membela tanah air serta menghadapi setiap bentuk agresi yang mengancam tempat-tempat suci, para peziarah, warga negara, dan rakyat Kerajaan.
Pujian tersebut disampaikan setelah Arab Saudi melaporkan adanya drone yang diluncurkan menuju Mekkah pada pekan sebelumnya. Drone itu disebut berhasil dicegat sebelum mencapai tujuan. Namun, puing-puingnya dilaporkan jatuh di wilayah selatan Mekkah.
Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa itu juga memicu perhatian luas karena berkaitan dengan keamanan kota yang menjadi tujuan umat Islam dari berbagai negara.
Houthi Bantah Tudingan Arab Saudi
Kelompok Houthi membantah bahwa mereka meluncurkan drone ke arah Mekkah. Pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, menyebut tuduhan yang disampaikan Arab Saudi sebagai “kebohongan keji”. Dengan demikian, kedua pihak menyampaikan versi yang berlawanan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Meski drone dilaporkan berhasil dicegat, insiden itu tetap menimbulkan kekhawatiran. Untuk pertama kalinya dalam hampir 10 tahun, peringatan keamanan diaktifkan di Mekkah. Pengaktifan peringatan tersebut memperlihatkan tingginya perhatian terhadap potensi ancaman di sekitar kota suci.
Sejumlah Negara Keluarkan Peringatan Perjalanan
Setelah insiden tersebut, sejumlah negara mengeluarkan imbauan dan peringatan perjalanan bagi warganya. Indonesia termasuk negara yang menyampaikan peringatan menyusul laporan serangan drone di sekitar Mekkah.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa dampak insiden tidak hanya dirasakan oleh Arab Saudi. Keamanan Mekkah menjadi perhatian internasional karena kota tersebut dikunjungi umat Islam dari berbagai negara. Setiap gangguan keamanan di wilayah itu berpotensi memengaruhi para peziarah dan warga yang berada di sekitarnya.
Ketegangan Saudi dan Houthi Terus Meningkat
Konflik antara Arab Saudi dan Houthi dilaporkan kembali meletus sejak Juli setelah terjadi serangan di bandara ibu kota Yaman, Sanaa. Houthi menuduh Arab Saudi sebagai dalang serangan tersebut. Setelah itu, kelompok tersebut melakukan serangan terhadap infrastruktur energi dan pelayaran Saudi sebagai bentuk balasan.
Di sisi lain, Houthi juga memperluas kendalinya di Laut Merah. Jalur tersebut digunakan Arab Saudi sebagai rute alternatif setelah Selat Hormuz diblokade Iran. Perkembangan ini menambah kompleksitas ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi, terutama karena menyangkut keamanan wilayah, infrastruktur energi, serta jalur pelayaran.
Kesimpulan
Raja Salman mengecam keras serangan drone yang dilaporkan menargetkan Mekkah dan menuduh Houthi sebagai pihak di baliknya. Ia menyebut penargetan kota suci sebagai kejahatan keji serta provokasi terhadap umat Muslim di seluruh dunia. Namun, Houthi membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan.
Insiden ini menjadi perhatian serius karena menyebabkan korban jiwa, memicu pengaktifan peringatan keamanan di Mekkah, serta mendorong sejumlah negara mengeluarkan imbauan perjalanan. Ke depan, perkembangan ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi perlu terus dipantau, terutama terkait keamanan kota suci, infrastruktur Saudi, dan jalur pelayaran di Laut Merah.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment