Turki Berisiko Terlibat Konflik dengan Israel Usai Serangan di Pangkalan Udara Suriah

Turki disebut menghadapi risiko eskalasi konflik dengan Israel setelah militer Israel menggempur pangkalan udara Al Duhur di dekat Aleppo, Suriah. Pangkalan tersebut berada sekitar 70 kilometer dari perbatasan Turki. Serangan ini memunculkan kekhawatiran mengenai meningkatnya persaingan kepentingan keamanan antara Ankara dan Tel Aviv di wilayah Suriah.

Risiko tersebut disoroti dalam analisis yang diterbitkan media Turki, Turkiye Today, dan dikutip oleh Middle East Monitor (MEMO) pada Jumat (28/8). Analisis itu membahas dampak serangan Israel terhadap Suriah, khususnya bagi Turki yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Meski demikian, para analis menilai konfrontasi militer secara langsung antara Turki dan Israel masih kecil kemungkinan terjadi. Mereka mengingatkan bahwa keberadaan militer serta kepentingan keamanan kedua negara yang saling berhadapan di Suriah dapat meningkatkan risiko ketegangan dan memicu eskalasi lebih lanjut.

Israel Klaim Cegah Pembangunan Kehadiran Militer Turki

Dalam pernyataan resmi setelah serangan, Israel menyebut operasi tersebut bertujuan mencegah Turki membangun kehadiran militer di pangkalan udara Al Duhur. Israel menilai fasilitas itu berpotensi digunakan untuk mendukung pengerahan pasukan dan peralatan militer Turki di Suriah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan bahwa intelijen mereka menunjukkan adanya persiapan Turki untuk menempatkan pasukan serta perangkat militer di pangkalan tersebut.

Sumber militer Israel juga menyebut Pasukan Pertahanan Israel atau IDF telah mengumpulkan informasi mengenai rencana Ankara mengerahkan personel, drone, dan sistem pertahanan udara ke Al Duhur. Menurut sumber tersebut, pengerahan itu dapat membatasi ruang gerak Israel di wilayah udara Suriah.

Israel juga menilai kehadiran militer Turki di lokasi tersebut berpotensi mengubah keseimbangan strategis di kawasan. Kekhawatiran itu menjadi salah satu alasan yang dikemukakan pemerintah Israel untuk menjelaskan serangan terhadap pangkalan udara yang berjarak relatif dekat dari wilayah Turki.

Turki Tolak Alasan Serangan Israel

Turki menolak alasan yang disampaikan Israel terkait serangan tersebut. Ankara mengecam tindakan Israel dan menuding pemerintahan Netanyahu menjalankan kebijakan ekspansionis serta berpotensi memperburuk ketidakstabilan di kawasan.

Turki juga menyatakan akan tetap bekerja sama dengan pemerintah Suriah. Kerja sama itu, menurut pemerintah Turki, dilakukan “atas dasar yang sah untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran”. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Ankara tetap ingin mempertahankan keterlibatannya di Suriah, meskipun langkah itu berpotensi menimbulkan persinggungan dengan kepentingan Israel.

Perselisihan mengenai pangkalan Al Duhur memperlihatkan adanya perbedaan kepentingan yang semakin tajam. Israel berupaya mempertahankan kebebasan bertindak di wilayah udara Suriah, sementara Turki disebut tengah mempertimbangkan penempatan personel dan perangkat pertahanan di fasilitas tersebut.

Potensi Peran Pakistan dalam Pakta Makkah

Analisis Turkiye Today turut menyoroti kemungkinan peran Pakistan apabila Turki menghadapi serangan langsung. Pembahasan ini dikaitkan dengan Pakta Makkah, sebuah pakta pertahanan yang baru ditandatangani oleh Turki, Pakistan, dan Arab Saudi.

Perjanjian tersebut terdiri atas tiga negara, yakni Turki, Pakistan, dan Arab Saudi. Pakta Makkah juga membuka peluang bagi negara lain yang berminat untuk bergabung. Namun, sejauh mana pakta itu dapat diterapkan apabila terjadi konflik masih belum sepenuhnya jelas.

Para analis memperkirakan keterlibatan Pakistan kemungkinan berlangsung secara bertahap dan tidak langsung dalam bentuk konfrontasi militer dengan Israel. Bentuk dukungan yang mungkin diberikan antara lain bantuan logistik serta penyediaan kemampuan pertahanan udara.

Meski demikian, kewajiban Pakistan untuk melakukan intervensi masih menjadi hal yang belum pasti. Para analis menilai bahasa dalam pengaturan pertahanan tersebut dapat ditafsirkan secara beragam dan belum memberikan kejelasan mengenai bentuk respons jika salah satu negara menghadapi serangan.

Kesimpulan

Serangan Israel terhadap pangkalan udara Al Duhur meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi ketegangan dengan Turki. Kedekatan pangkalan itu dengan wilayah Turki, ditambah dugaan rencana penempatan personel, drone, dan sistem pertahanan udara, membuat persaingan keamanan kedua negara di Suriah semakin sensitif.

Walaupun konfrontasi langsung antara Israel dan Turki dinilai masih tidak mungkin, keberadaan kepentingan militer yang saling bertabrakan dapat membuka ruang bagi eskalasi. Situasi tersebut juga membuat peran Pakta Makkah dan kemungkinan dukungan Pakistan menjadi perhatian. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada kebijakan Ankara, Tel Aviv, serta bentuk keterlibatan masing-masing pihak di Suriah.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment