413 Titik Karhutla Terbakar di Kalimantan Timur, Luas Mencapai 936,95 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda berbagai wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, tercatat 413 titik karhutla dengan total luas hutan dan lahan terbakar mencapai 936,95 hektare.

Data tersebut disampaikan BPBD Kaltim pada Rabu (19/8). Kejadian karhutla tercatat di sejumlah kabupaten dan kota. Meskipun jumlah titik maupun luasan lahan yang terbakar berbeda-beda, seluruh wilayah yang tercatat dalam laporan menunjukkan adanya kejadian kebakaran, kecuali Kabupaten Mahakam Ulu yang belum mencatat titik karhutla.

Kutai Barat Catat Luas Lahan Terbakar Tertinggi

Kabupaten Kutai Barat menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar paling tinggi di Kalimantan Timur. Dari 70 titik kejadian, luas area yang terbakar di wilayah tersebut mencapai 269,34 hektare.

Selain Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara juga mencatat luasan karhutla yang cukup besar. Sebanyak 52 titik kebakaran di wilayah itu menyebabkan 215,38 hektare lahan terbakar. Sementara itu, Kabupaten Paser mencatat luas lahan terbakar 178,69 hektare dari 85 titik kejadian.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jumlah titik kebakaran tidak selalu berbanding lurus dengan luas area yang terbakar. Paser menjadi daerah dengan jumlah titik terbanyak, tetapi Kutai Barat mencatat luasan lahan terbakar paling besar.

Paser Menjadi Wilayah dengan Titik Karhutla Terbanyak

Jika dilihat dari jumlah titik kejadian, Kabupaten Paser menempati posisi tertinggi dengan 85 titik karhutla. Posisi berikutnya ditempati Kota Samarinda dengan 75 titik dan Kutai Barat sebanyak 70 titik.

Plh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, mengatakan karhutla saat ini terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Menurutnya, wilayah yang dominan atau mengalami kejadian cukup tinggi berada di kabupaten dengan wilayah yang luas.

Yang dominan atau tinggi sementara ini kami pantau berada di wilayah Berau, Kutim, dan Kukar, kata Sugeng, Kamis (20/8), dikutip dari detikcom.

Sugeng menambahkan, karhutla juga terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Paser, hingga Kutai Barat. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kejadian karhutla terdapat di seluruh wilayah Kaltim, meskipun luas dan skalanya berbeda-beda.

Rincian Data Karhutla di Kalimantan Timur

Berikut rincian jumlah titik dan luas lahan yang terbakar di sejumlah wilayah Kalimantan Timur berdasarkan data BPBD:

  • Balikpapan: 17 titik dengan luas terbakar 13,89 hektare.
  • Berau: 35 titik dengan luas terbakar 83,44 hektare.
  • Bontang: 8 titik dengan luas terbakar 10,04 hektare.
  • Kutai Barat: 70 titik dengan luas terbakar 269,34 hektare.
  • Kutai Kartanegara: 52 titik dengan luas terbakar 215,38 hektare.
  • Kutai Timur: 29 titik dengan luas terbakar 39,25 hektare.
  • Mahakam Ulu: 0 titik.
  • Paser: 85 titik dengan luas terbakar 178,69 hektare.
  • Penajam Paser Utara: 42 titik dengan luas terbakar 40,31 hektare.
  • Samarinda: 75 titik dengan luas terbakar 88,60 hektare.

Kesimpulan

BPBD Kaltim mencatat 413 titik karhutla dengan total luas lahan dan hutan terbakar mencapai 936,95 hektare. Kabupaten Kutai Barat menjadi wilayah dengan luas terbakar terbesar, sedangkan Kabupaten Paser mencatat jumlah titik kejadian paling banyak.

Kebakaran juga terjadi di sejumlah daerah lain, termasuk Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Ke depan, data mengenai perkembangan karhutla di setiap wilayah menjadi penting untuk menggambarkan perubahan jumlah titik serta luas area yang terdampak, mengingat BPBD menyebut kejadian kebakaran tersebar di seluruh wilayah dengan skala yang berbeda-beda.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment