566 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Pemkab Soroti 31 SPPG Belum Berizin

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melakukan pengecekan langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, setelah 566 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyediaan makanan berjalan sesuai ketentuan. Selain meninjau dapur SPPG, pemerintah daerah juga memantau kondisi para santri yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan.

Pemkab Sidoarjo Soroti SPPG yang Belum Mengantongi Izin

Bupati Sidoarjo Subandi mengungkapkan, terdapat 170 SPPG yang berdiri di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Namun, dari jumlah tersebut, sebanyak 31 SPPG disebut belum mengantongi izin.

Subandi mengatakan, pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat. Ia meminta agar pengawasan terhadap seluruh SPPG di Sidoarjo diperketat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Total berdiri BGN yang ada di Sidoarjo 170. Yang masih belum ada izin, 31. Tadi kita sampaikan kepada BGN Pusat, jadi betul-betul ada pengawasan yang ekstra. Jangan sampai terjadi hal-hal yang seperti ini lagi,” kata Subandi kepada wartawan, Rabu (2/9).

Menurut Subandi, SPPG yang belum memiliki izin belum langsung dihentikan. Meski demikian, pemerintah daerah mendorong adanya pengawasan lebih ketat terhadap pelaksanaan program MBG, terutama terkait penyediaan makanan bagi para penerima manfaat.

Kondisi Santri Berangsur Membaik

Di sisi lain, Subandi memastikan kondisi para santri yang sempat dirawat akibat dugaan keracunan berangsur membaik. Ia menyebut, gejala yang masih dialami sebagian pasien adalah diare.

Subandi juga menyampaikan bahwa kondisi pasien secara umum telah mengalami penurunan gejala. Sebagian santri bahkan disebut sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya dinilai membaik.

“Sementara hanya diare-diare, hari ini juga sudah turun semua. Berarti hampir pasien kita sementara sudah hampir kita nanti sebagian kita suruh pulangkan karena sudah kondisinya agak bagus,” ujarnya.

Jumlah santri yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, terus bertambah hingga mencapai 566 orang per Rabu (2/9).

Pemkab Bantah Kabar Ada Korban Meninggal

Subandi turut membantah kabar yang menyebut adanya korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Bantahan itu disampaikan setelah ia memantau langsung kondisi pasien di tiga rumah sakit rujukan.

Ia memastikan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga melakukan pemantauan terhadap kondisi santri yang dirawat untuk memastikan proses perawatan berjalan dengan baik.

“Semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang meninggal itu tidak benar. Kita sudah pastikan ada di tiga rumah sakit. Saya tadi sudah cek sampai dua kali di sini, kita kontrol semuanya sudah tertangani dengan baik,” tutur Subandi.

Wali Santri Diminta Tetap Tenang

Subandi meminta para wali santri agar tetap tenang dan tidak khawatir terhadap kondisi anak-anak mereka. Ia menegaskan, pemerintah daerah telah menginstruksikan pihak rumah sakit untuk menyelesaikan perawatan sebelum pasien diperbolehkan pulang.

Dengan demikian, santri tidak akan dipulangkan sebelum dinyatakan dalam kondisi yang cukup baik. Pemkab Sidoarjo juga memastikan perkembangan kondisi pasien terus dipantau selama menjalani perawatan.

“Saya mengimbau para wali santri semuanya tidak usah ada kekhawatiran. Anak panjenengan semua akan sembuh. Kita sudah instruksikan direktur rumah sakit, sampai anak ini selesai semuanya baru kita bolehkan pulang,” pungkasnya.

Pengawasan Program MBG Perlu Diperkuat

Peristiwa dugaan keracunan yang melibatkan ratusan santri tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemkab Sidoarjo. Pemerintah daerah menekankan pentingnya pengawasan ekstra terhadap SPPG, terlebih masih terdapat puluhan unit yang belum mengantongi izin.

Ke depan, pengawasan terhadap dapur penyedia makanan MBG diharapkan dapat dilakukan secara lebih ketat dan menyeluruh. Langkah tersebut penting untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat tetap aman serta mencegah munculnya kejadian serupa.

Kesimpulan

Sebanyak 566 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Pemkab Sidoarjo telah mengecek dapur SPPG Kalitengah dan menyoroti keberadaan 31 dari 170 SPPG yang belum memiliki izin.

Di tengah proses penanganan, kondisi para santri dilaporkan berangsur membaik dan kabar mengenai adanya korban meninggal telah dibantah oleh Subandi. Pemerintah daerah juga memastikan pasien akan dirawat hingga kondisinya membaik sebelum dipulangkan. Pengawasan ekstra terhadap pelaksanaan program MBG menjadi langkah penting agar keamanan makanan lebih terjamin pada masa mendatang.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment