Baku Tembak Polisi dengan DPO Narkotik di Lampung Utara, Satu Orang Tewas dan Tiga Anggota Luka

Lampung Utara – Baku tembak terjadi antara petugas kepolisian dan seorang buron atau daftar pencarian orang (DPO) kasus narkotik di kawasan Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Lampung, Selasa (25/8). Dalam peristiwa tersebut, seorang pria berinisial PHP (30) tewas, sedangkan tiga anggota polisi mengalami luka.

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 02.45 WIB. Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari membenarkan adanya penindakan terhadap seseorang yang diduga menyalahgunakan senjata api. Menurut dia, tindakan tersebut dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat.

Penindakan Berawal dari Informasi Masyarakat

Yuni menjelaskan, polisi menerima laporan mengenai dugaan penyalahgunaan senjata api di wilayah Lampung Utara. Petugas kemudian melakukan penyisiran di kawasan Muara Jaya untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Pada saat petugas berada di lokasi, tengah berlangsung acara hiburan musik. Ketika polisi hendak melakukan pengamanan, PHP disebut melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata api ke arah petugas. Tindakan tersebut kemudian memicu baku tembak antara PHP dan anggota kepolisian.

“Benar, terjadi penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan senjata api di wilayah Lampung Utara. Dalam proses penindakan tersebut terjadi perlawanan menggunakan senjata api sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Yuni, seperti dilansir Antara.

PHP Tewas, Tiga Polisi Mengalami Luka

Dalam baku tembak tersebut, PHP dinyatakan tewas. Yuni menyebut pria itu merupakan DPO Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara.

Selain menewaskan PHP, insiden tersebut menyebabkan tiga anggota kepolisian mengalami luka. Ketiga anggota itu masing-masing berinisial AA, AAC, dan BA.

Rincian Luka yang Dialami Anggota Polisi

  • AA mengalami luka tembak pada kaki kanan.
  • AAC mengalami luka gores pada bagian pelipis.
  • BA mengalami luka tembak pada bagian perut.

Ketiga anggota polisi tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Handayani Kotabumi untuk memperoleh perawatan medis. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, BA kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandarlampung.

Polisi Sita Senjata Api Rakitan dan Amunisi

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya berupa satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver berwarna krom dengan gagang berwarna cokelat.

Selain senjata api, polisi juga menyita dua butir amunisi kaliber 9 milimeter dan tiga selongsong peluru. Barang-barang tersebut diamankan untuk mendukung proses penyelidikan terkait peristiwa baku tembak dan dugaan penyalahgunaan senjata api.

Polisi Dalami Dugaan Jaringan Senjata Api Ilegal

Yuni menyampaikan, PHP tidak hanya berstatus sebagai DPO dalam perkara narkotik, tetapi juga diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran senjata api ilegal di wilayah Lampung Utara.

Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan hubungan PHP dengan jaringan lain. Penyidik juga akan menelusuri asal-usul senjata api rakitan yang diamankan dari lokasi kejadian.

“Saat ini penyidik masih mendalami keterkaitan PHP dengan jaringan lainnya. Kami akan mendalami asal-usul senjata api tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat,” ujar Yuni.

Kesimpulan

Baku tembak antara polisi dan PHP, seorang DPO kasus narkotik, terjadi di Muara Jaya, Lampung Utara, setelah petugas menindaklanjuti informasi mengenai dugaan penyalahgunaan senjata api. PHP tewas dalam kejadian tersebut, sementara tiga anggota polisi mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Polisi mengamankan senjata api rakitan, amunisi, serta selongsong peluru dari lokasi. Selanjutnya, penyidik masih mendalami asal-usul senjata tersebut dan kemungkinan keterlibatan PHP dalam jaringan peredaran senjata api ilegal. Hasil penyelidikan diharapkan dapat mengungkap keterkaitan dengan pihak lain maupun jaringan yang lebih luas.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment