Bentol Gigitan Nyamuk pada Anak: Penyebab dan Cara Meredakan Gatal
Gigitan nyamuk pada anak kerap menimbulkan bentol merah yang terasa gatal. Pada sebagian anak, reaksi kulit yang muncul bisa berukuran cukup besar dan bertahan lebih lama dibandingkan reaksi biasa. Kondisi ini sering kali membuat orang tua khawatir, terutama ketika bentol terlihat membengkak atau muncul dalam jumlah banyak.
Namun, bentol akibat gigitan nyamuk umumnya bukan disebabkan oleh racun yang ditinggalkan nyamuk. Reaksi tersebut terjadi karena tubuh merespons protein yang terdapat dalam air liur nyamuk. Ketika nyamuk menggigit, air liurnya masuk ke kulit dan memicu respons imun yang kemudian menimbulkan kemerahan, pembengkakan, serta rasa gatal.
Mengapa Gigitan Nyamuk Menimbulkan Bentol dan Gatal?
Saat air liur nyamuk masuk ke kulit, tubuh dapat mengeluarkan histamin sebagai bagian dari respons imun. Mengutip jurnal Frontiers, histamin berperan dalam melebarkan pembuluh darah sekaligus meningkatkan permeabilitasnya. Proses tersebut menyebabkan area kulit yang digigit menjadi merah, membengkak, dan terasa gatal.
Reaksi kulit tidak selalu terlihat tepat setelah gigitan. Pada beberapa kondisi, bentol dapat muncul segera. Namun, reaksi juga bisa baru terlihat beberapa jam kemudian. Anak-anak pun dapat menunjukkan reaksi yang cukup jelas, termasuk bentol yang lebih besar atau bertahan lebih lama.
Cara Mengurangi Reaksi Gigitan Nyamuk pada Anak
1. Berikan kompres dingin
Jika anak mengalami bentol dan gatal, langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengompres area gigitan menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin. Kompres ini dapat membantu meredakan rasa gatal, nyeri, dan pembengkakan pada kulit.
Kompres cukup dilakukan selama beberapa menit. Orang tua sebaiknya tidak menempelkan es secara langsung ke kulit anak. Gunakan kain atau handuk sebagai perantara agar kulit tetap terlindungi selama proses kompres.
2. Cegah anak menggaruk area gigitan
Rasa gatal dapat membuat anak terus menggaruk bagian kulit yang terkena gigitan. Padahal, kebiasaan tersebut dapat memperparah iritasi, menimbulkan luka, dan meningkatkan risiko infeksi pada area kulit yang terganggu.
Untuk membantu mengurangi dampak garukan, kuku anak sebaiknya dipotong pendek. Langkah ini terutama penting apabila anak mengalami banyak gigitan atau menunjukkan reaksi kulit yang cukup besar. Dengan kuku yang lebih pendek, risiko kulit terluka akibat garukan dapat dikurangi.
3. Pertimbangkan antihistamin sesuai anjuran
Antihistamin dapat digunakan untuk membantu mengurangi reaksi gatal pada kondisi tertentu. Penelitian University of Tampere, Finlandia, terhadap anak berusia 2–11 tahun yang sensitif terhadap gigitan nyamuk menunjukkan bahwa loratadine yang mengandung antihistamin dapat mengurangi ukuran bentol sekitar 45 persen dan rasa gatal sekitar 78 persen pada pengukuran awal setelah paparan.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa obat itu dapat mengurangi ukuran bekas gigitan yang masih terlihat 24 jam kemudian. Meski demikian, bukan berarti setiap anak yang digigit nyamuk perlu mengonsumsi antihistamin.
Jenis dan dosis obat perlu disesuaikan dengan usia, berat badan, serta sediaan obat yang digunakan. Karena itu, penggunaan antihistamin sebaiknya mengikuti petunjuk dokter atau apoteker. Orang tua tidak dianjurkan menentukan jenis maupun dosis obat secara sembarangan.
Bentol Besar Belum Tentu Alergi Berat
Ukuran bentol yang besar tidak otomatis menunjukkan bahwa anak mengalami alergi berat. Sebagian anak dapat mengalami large local reaction, yaitu reaksi lokal yang cukup besar setelah gigitan serangga.
Selain itu, terdapat pula kondisi yang disebut papular urticaria. Kondisi ini merupakan reaksi hipersensitivitas terhadap gigitan serangga yang dapat menyebabkan banyak bentol dan berlangsung lebih lama. Reaksi semacam ini cukup sering ditemukan pada anak.
Dengan demikian, bentol yang tampak besar belum tentu menandakan infeksi atau reaksi alergi berat. Penilaian tetap perlu memperhatikan kondisi anak secara keseluruhan serta apakah reaksi tersebut mengganggu atau menunjukkan tanda yang tidak biasa.
Kapan Perlu Mempertimbangkan Pemeriksaan?
Apabila anak hanya mengalami bentol dan kemerahan ringan, kompres dingin serta upaya mencegah garukan biasanya dapat menjadi langkah awal yang dilakukan di rumah. Orang tua dapat memantau perubahan reaksi kulit setelah melakukan penanganan tersebut.
Namun, jika reaksi gigitan terasa mengganggu atau muncul tanda yang tidak biasa, pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan dapat dipertimbangkan. Konsultasi juga membantu memastikan penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi, usia, dan kebutuhan anak.
Kesimpulan
Bentol merah dan rasa gatal setelah gigitan nyamuk merupakan respons tubuh terhadap protein dalam air liur nyamuk. Histamin yang dilepaskan dalam respons imun dapat menyebabkan kulit menjadi merah, bengkak, dan terasa gatal. Pada anak, reaksi ini dapat terlihat lebih besar atau bertahan lebih lama.
Kompres dingin menggunakan kain bersih, mencegah anak menggaruk, serta menjaga kuku tetap pendek merupakan langkah awal yang dapat dilakukan. Antihistamin mungkin membantu pada kondisi tertentu, tetapi penggunaannya perlu mengikuti petunjuk dokter atau apoteker. Ke depan, orang tua sebaiknya tetap memantau reaksi kulit anak dan mempertimbangkan pemeriksaan apabila keluhan mengganggu atau muncul tanda yang tidak biasa.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment