BNPB Catat 5.012 Gempa Susulan di NTT, Korban Meninggal dan Pengungsi Bertambah
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 5.012 gempa susulan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Aktivitas gempa susulan tersebut masih berlangsung hingga Sabtu (22/8), dengan magnitudo yang bervariasi mulai dari 1,1 hingga 6,2.
Dari ribuan gempa susulan yang tercatat, sebanyak 124 gempa dirasakan oleh masyarakat. Kondisi tersebut turut berdampak pada bertambahnya jumlah korban jiwa, korban luka-luka, serta warga yang harus mengungsi. BNPB terus menyampaikan perkembangan penanganan bencana dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
5.012 Gempa Susulan Terjadi di NTT
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan gempa susulan masih kerap terjadi di NTT. Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, jumlah gempa susulan telah mencapai 5.012 kejadian.
Magnitudo gempa susulan terbesar tercatat mencapai 6,2, sedangkan yang paling kecil berada pada magnitudo 1,1. Dari total tersebut, 124 gempa susulan dirasakan oleh warga.
Informasi itu disampaikan Berton dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (22/8). BNPB menyatakan masih memantau perkembangan aktivitas gempa susulan yang terjadi di wilayah terdampak.
Korban Meninggal Mencapai 87 Orang
BNPB menyampaikan belasungkawa atas bencana yang terjadi di NTT, termasuk atas jatuhnya korban jiwa. Hingga saat ini, jumlah warga yang meninggal dunia tercatat sebanyak 87 orang.
“Pada hari ini, secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa,” kata Berton.
Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat 1.298 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 336 orang dilaporkan menderita luka berat.
Korban Luka Terbanyak Berada di Manggarai Timur
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni mencapai 643 orang. Setelah itu, Kabupaten Manggarai tercatat memiliki 285 korban luka.
Data tersebut mencakup seluruh korban luka yang telah terdata BNPB, termasuk mereka yang mengalami luka berat. Rincian ini menunjukkan besarnya dampak gempa terhadap masyarakat di sejumlah kabupaten di NTT.
Jumlah Pengungsi Mencapai 150.576 Orang
Gempa susulan yang masih terjadi juga menyebabkan jumlah pengungsi bertambah. BNPB mencatat sebanyak 150.576 orang saat ini mengungsi akibat bencana tersebut.
Tiga wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar adalah Kabupaten Manggarai, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Manggarai Timur. Kabupaten Manggarai mencatat 41.427 pengungsi, disusul Kabupaten Nagekeo dengan 34.256 pengungsi.
Sementara itu, jumlah pengungsi di Kabupaten Manggarai Timur tercatat sebanyak 31.372 orang. Data tersebut menjadi bagian dari laporan kumulatif BNPB terkait dampak bencana gempa di NTT.
BNPB Salurkan 954 Ton Bantuan Logistik
Untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak, BNPB telah membentuk Pos Pendukung Logistik Nasional atau Posdugloknas di Halim Perdanakusuma. Pos tersebut menjadi bagian dari upaya pengelolaan dan distribusi bantuan logistik.
Hingga Sabtu (22/8) pukul 13.00 WIB, bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 147 ton. Bantuan tersebut dikirim melalui 10 penerbangan.
Secara kumulatif, sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah disalurkan mencapai 954 ton. Penyaluran itu dilakukan melalui 68 sorti penerbangan.
Kesimpulan
BNPB mencatat 5.012 gempa susulan di NTT, dengan magnitudo terbesar 6,2 dan sebanyak 124 kejadian dirasakan warga. Dampak bencana tersebut meliputi 87 korban meninggal, 1.298 korban luka-luka, serta 150.576 orang yang mengungsi.
Di tengah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung, BNPB melanjutkan penanganan melalui pendataan korban, pemantauan kondisi di wilayah terdampak, serta distribusi bantuan logistik. Hingga 22 Agustus 2026, bantuan yang disalurkan telah mencapai 954 ton melalui 68 penerbangan. Perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat terdampak masih menjadi perhatian dalam penanganan bencana di NTT.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment