BNPB: Korban Meninggal akibat Gempa Flores NTT Capai 111 Jiwa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 111 jiwa. Angka tersebut bertambah enam korban dibandingkan laporan sebelumnya. BNPB menyebut seluruh korban tambahan itu merupakan korban meninggal dunia secara tidak langsung.

Informasi tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, pada Kamis, 27 Agustus. Selain perkembangan jumlah korban, BNPB juga menyampaikan data pengungsi serta aktivitas gempa susulan yang masih tercatat di wilayah NTT.

Korban Meninggal Bertambah Enam Jiwa

Berton menjelaskan, penambahan enam korban meninggal dunia membuat total korban akibat gempa Flores di NTT menjadi 111 jiwa. Ia menegaskan bahwa korban tambahan tersebut termasuk dalam kategori korban meninggal tidak langsung.

Dari enam korban tambahan, empat orang berasal dari Kabupaten Manggarai. Sementara itu, dua korban lainnya berasal dari Kabupaten Manggarai Timur. Data tersebut menjadi bagian dari pembaruan informasi penanganan dampak gempa yang disampaikan BNPB pada 27 Agustus.

Mayoritas Korban Merupakan Perempuan

Berdasarkan data BNPB, mayoritas korban meninggal dunia akibat gempa merupakan perempuan. Proporsinya tercatat mencapai 56,4 persen dari keseluruhan korban meninggal.

Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, sebanyak 45 persen korban termasuk kelompok lanjut usia atau lansia. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kelompok perempuan dan lansia menjadi bagian terbesar dari korban meninggal yang tercatat BNPB.

Jumlah Pengungsi Mengalami Penurunan

Selain melaporkan jumlah korban meninggal, BNPB juga mencatat jumlah masyarakat yang masih mengungsi akibat gempa NTT. Hingga laporan tersebut disampaikan, jumlah pengungsi mencapai 176.621 jiwa.

Jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan data pada hari sebelumnya yang mencapai 179.037 jiwa. Dengan demikian, terdapat pengurangan jumlah pengungsi dalam pembaruan data terbaru BNPB.

Menurut Berton, penurunan jumlah pengungsi terutama terlihat secara signifikan di Kabupaten Sikka. Namun, data yang disampaikan BNPB dalam laporan tersebut tidak merinci lebih lanjut mengenai jumlah penurunan pengungsi di masing-masing wilayah.

BMKG Catat Ribuan Gempa Susulan

Aktivitas kegempaan di wilayah NTT masih berlangsung setelah gempa utama terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 8.193 gempa susulan hingga 27 Agustus.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 146 gempa dapat dirasakan oleh masyarakat. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas gempa susulan masih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam perkembangan penanganan bencana di NTT.

Gempa Susulan Diperkirakan Berlangsung Beberapa Pekan

Berdasarkan keterangan BMKG yang disampaikan BNPB, gempa berkekuatan 7,7 tergolong besar. Oleh karena itu, gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung hingga minggu ketiga dan minggu keempat sejak gempa utama terjadi.

Perkiraan tersebut menjadi bagian penting dari informasi kebencanaan yang disampaikan kepada masyarakat. BNPB terus memperbarui data terkait korban, pengungsi, serta aktivitas gempa susulan berdasarkan laporan dari lembaga terkait.

Kesimpulan

Gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, telah menyebabkan 111 korban meninggal dunia, termasuk enam korban tambahan yang dilaporkan BNPB pada 27 Agustus. Empat korban tambahan berasal dari Kabupaten Manggarai dan dua lainnya dari Kabupaten Manggarai Timur. Mayoritas korban merupakan perempuan, sedangkan 45 persen di antaranya berasal dari kelompok lansia.

Di sisi lain, jumlah pengungsi tercatat 176.621 jiwa atau menurun dibandingkan sehari sebelumnya. BMKG juga telah mencatat 8.193 gempa susulan, dengan 146 di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Karena gempa utama berkekuatan 7,7 tergolong besar, aktivitas gempa susulan masih diperkirakan berlangsung hingga minggu ketiga dan keempat setelah gempa utama terjadi.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment