Delapan Serangan Udara Israel Hantam Pangkalan Abu Al Duhur di Suriah, AS Kritik Sekutunya

Delapan serangan udara Israel menghantam pangkalan udara Abu Al Duhur di Provinsi Idlib, wilayah barat laut Suriah, pada Selasa (18/8) dini hari. Serangan tersebut terjadi ketika Amerika Serikat tengah berupaya membangun hubungan dengan pemerintahan baru di Damaskus. Insiden ini tidak hanya menambah ketegangan keamanan di Suriah, tetapi juga memperuncing hubungan antara Israel, Turki, dan Amerika Serikat.

Media pemerintah Suriah, Ekhbariya, mengutip sumber militer yang menyebutkan bahwa serangan Israel menyasar landasan pacu serta fasilitas penyimpanan di dalam pangkalan. Meski menimbulkan kerusakan pada sejumlah bagian fasilitas, serangan tersebut dilaporkan tidak menyebabkan korban jiwa.

Serangan Menargetkan Pangkalan Abu Al Duhur

Pangkalan Abu Al Duhur berada sekitar 70 kilometer dari perbatasan Turki. Fasilitas tersebut tidak lagi digunakan secara khusus sebagai lapangan udara militer sejak 2013. Selama perang saudara Suriah yang berlangsung selama 14 tahun, pangkalan itu beberapa kali berpindah tangan antara pasukan yang loyal kepada mantan Presiden Bashar Al Assad dan kelompok-kelompok oposisi.

Sumber militer lainnya serta seorang warga sipil yang tinggal di sekitar pangkalan mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. Namun, serangan terhadap landasan pacu dan fasilitas penyimpanan menunjukkan bahwa pangkalan itu tetap dipandang sebagai lokasi strategis dalam dinamika keamanan di Suriah.

Serangan ini berlangsung di tengah situasi keamanan yang semakin tegang antara Israel dan Turki. Kedua negara saling melontarkan pernyataan keras terkait perkembangan politik dan militer di Suriah, terutama setelah muncul pemerintahan baru di Damaskus.

Turki Tuduh Israel Guncang Stabilitas Suriah

Ankara menuduh Israel berusaha mengguncang stabilitas Suriah sekaligus melemahkan pemerintahan baru negara tersebut. Pemerintah Turki menilai serangkaian serangan Israel dapat mengancam integritas wilayah Suriah dan memperburuk kondisi keamanan di kawasan.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada 6 Agustus mengatakan bahwa Israel terus mengancam keamanan Suriah melalui berbagai serangan. Ia juga menyerukan adanya tekanan internasional terhadap Israel agar menghormati integritas teritorial Suriah.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz telah menyampaikan peringatan langsung kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Katz menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan langkah apa pun yang dapat memperkuat kemampuan militer Suriah apabila hal tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ancaman terhadap Israel.

AS Kecam Serangan Israel

Serangan terhadap Abu Al Duhur juga terjadi ketika hubungan Israel dan Amerika Serikat semakin renggang terkait perang Iran. Pada saat yang sama, Washington tengah berupaya memperbaiki hubungan dengan pemerintahan baru Suriah.

Utusan Amerika Serikat untuk Suriah, Tom Barrack, mengonfirmasi bahwa Israel melakukan serangan terhadap pangkalan udara Abu Duhur di Provinsi Idlib. Melalui unggahan di platform X, Barrack menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi yang tidak perlu dan tidak membantu menciptakan stabilitas di kawasan.

“Kami mendorong semua pihak untuk mengutamakan dialog yang rasional daripada insiden militer lebih lanjut,” tulis Barrack.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Amerika Serikat secara terbuka mengkritik tindakan salah satu sekutunya. Mengutip AFP, Washington mengecam serangan Israel dan menilai aksi itu justru memperbesar ketegangan di kawasan.

Kritik dari Amerika Serikat menunjukkan adanya perbedaan pendekatan antara Washington dan Tel Aviv dalam menghadapi perkembangan terbaru di Suriah. Amerika Serikat sedang berupaya mendukung pemerintahan baru Suriah yang dipimpin oleh mantan pemberontak dan memperoleh dukungan dari Turki. Sebaliknya, Israel tetap menekankan pentingnya mencegah penguatan kemampuan militer Suriah yang dianggap dapat mengancam keamanannya.

Dampak terhadap Situasi Regional

Serangan di Abu Al Duhur berpotensi memperumit upaya diplomatik untuk menciptakan stabilitas di Suriah. Ketegangan antara Israel dan Turki dapat semakin meningkat, sementara kritik Amerika Serikat terhadap Israel memperlihatkan adanya gesekan di antara dua negara sekutu tersebut.

Di tengah perubahan politik di Damaskus, serangan militer dan pernyataan keras dari berbagai pihak dapat menyulitkan pemerintahan baru Suriah dalam membangun legitimasi serta menjaga keamanan wilayahnya. Situasi ini juga menempatkan Suriah kembali sebagai pusat persaingan kepentingan regional.

Kesimpulan

Delapan serangan udara Israel terhadap pangkalan Abu Al Duhur di barat laut Suriah dilaporkan menghantam landasan pacu dan fasilitas penyimpanan tanpa menimbulkan korban jiwa. Namun, dampak politiknya jauh lebih luas. Turki menuduh Israel berupaya melemahkan pemerintahan baru Suriah, sementara Amerika Serikat mengecam serangan tersebut sebagai eskalasi yang tidak perlu.

Ke depan, perkembangan situasi akan sangat bergantung pada kemampuan para pihak untuk menahan diri dan mengutamakan dialog. Tanpa langkah diplomatik, serangan lanjutan serta retorika yang semakin tajam berisiko memperburuk ketegangan antara Israel, Turki, Suriah, dan Amerika Serikat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment