Dolly Parton Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun, Sempat Berjuang Melawan Masalah Ginjal, Autoimun, dan Kanker

Dolly Parton, musisi country legendaris asal Amerika Serikat, meninggal dunia pada Selasa (25/8) dalam usia 80 tahun. Sebelum mengembuskan napas terakhir, pelantun lagu Jolene tersebut disebut sempat berjuang melawan sejumlah masalah kesehatan, termasuk gangguan ginjal, penyakit autoimun, dan kanker.

Kabar mengenai kondisi kesehatan Dolly Parton dilaporkan oleh PEOPLE setelah mendapatkan konfirmasi terkait perjuangan sang musisi menghadapi masalah ginjal dan autoimun. Kondisi tersebut membuat Parton harus menjalani perawatan di rumah sakit pada Jumat (21/8), beberapa hari sebelum kabar wafatnya tersiar.

Dolly Parton Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Pada hari ketika dirinya masuk rumah sakit, Dolly Parton masih menyampaikan bahwa ia berusaha tetap menjalankan berbagai bisnis dan proyek filantropi yang selama ini dikerjakannya. Ia terus melanjutkan aktivitas tersebut meski sedang menghadapi masalah kesehatan.

Parton juga diketahui sedang menjalani kehidupan seorang diri setelah suaminya, Carl Dean, meninggal dunia pada Maret 2025. Di tengah situasi personal dan kesehatan yang tidak mudah, ia tetap berupaya mempertahankan komitmennya terhadap sejumlah kegiatan yang telah menjadi bagian dari kehidupannya.

Masalah kesehatan bukan hal baru bagi Dolly Parton. Pada September 2025, ia sempat mengalami batu ginjal. Kondisi itu membuatnya tidak dapat menghadiri debut Nightlight Expedition Dollywood. Ia juga absen dari pembukaan resmi taman hiburannya pada 14 Agustus karena alasan kesehatan.

Kabar Wafat Dikonfirmasi Keluarga dan Manajemen

Kabar meninggalnya Dolly Parton pertama kali disampaikan oleh keponakannya, Bryan Seaver, melalui sebuah unggahan video di Instagram. Setelah itu, perwakilan resmi sang musisi memberikan konfirmasi bahwa Parton meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker.

Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen mengenang Dolly Parton sebagai sosok yang sepanjang hidup dan kariernya berusaha menghadirkan kegembiraan, tawa, harapan, serta integritas melalui setiap hal yang ia kerjakan.

“Dolly Parton yang kita cintai menghabiskan hidup dan kariernya untuk membawa kegembiraan, tawa, harapan, dan integritas dalam setiap hal yang ia sentuh,” demikian bunyi pernyataan resmi pihak manajemen.

Pihak manajemen juga menyebut Parton menghadapi perjuangan singkat melawan kanker sebelum meninggal dunia di Vanderbilt-Ingram Cancer Center. Ia disebut mengembuskan napas terakhir dengan dikelilingi oleh orang-orang tercinta.

Perjalanan Dolly Parton dari Keluarga Sederhana

Dolly Rebecca Parton lahir di Pittman Center, Tennessee, pada 1946. Ia merupakan salah satu dari 12 bersaudara. Parton pernah menceritakan bahwa keluarganya hidup dalam kondisi sederhana, bahkan makanan yang tersedia terkadang tidak cukup untuk seluruh anggota keluarga.

Kecintaan terhadap musik telah tumbuh sejak masa kanak-kanak. Saat berusia 6 tahun, Parton mulai memainkan gitar pertamanya dan bernyanyi di gereja milik kakeknya. Setahun kemudian, ia mulai menulis lagu. Bakat tersebut menjadi fondasi penting bagi perjalanan panjangnya di industri musik.

Setelah lulus sekolah menengah atas, Parton pindah ke Nashville pada 1964. Di kota tersebut, ia tampil di berbagai klub dan menulis lagu untuk sejumlah artis lain. Ia pernah mengatakan bahwa karya-karya tersebut membantunya keluar dari pegunungan dan melihat dunia luar.

Bakatnya kemudian menarik perhatian bintang musik country Porter Wagoner. Parton direkrut untuk tampil dalam acara The Porter Wagoner Show. Kesempatan itu menjadi salah satu tahap penting yang membuka jalan bagi kariernya sebagai penyanyi dan penulis lagu.

Warisan Musik yang Terus Dikenang

Karier Dolly Parton di skena musik country berkembang secara bertahap. Pada 1971, ia meraih posisi pertama di tangga lagu country melalui lagu Joshua. Pada tahun yang sama, lagu Coat of Many Colors juga mencatatkan prestasi dengan menempati urutan keempat.

Nama Parton semakin dikenal melalui berbagai lagu hit. Salah satunya adalah Jolene, yang hingga kini tetap populer. Lagu tersebut sempat menduduki peringkat pertama dan masuk dalam daftar Billboard Hot 100 ketika dirilis pada 1973.

Lagu lain yang tidak terpisahkan dari perjalanan kariernya adalah I Will Always Love You. Parton menulis lagu tersebut sebagai salam perpisahan kepada Porter Wagoner. Karya itu kemudian semakin dikenal di seluruh dunia setelah dinyanyikan Whitney Houston untuk film The Bodyguard pada 1992.

Kesimpulan

Kepergian Dolly Parton menutup perjalanan hidup seorang musisi yang tumbuh dari keluarga sederhana dan berhasil menjadi salah satu figur penting dalam musik country. Sebelum meninggal dunia, ia menghadapi berbagai masalah kesehatan, mulai dari batu ginjal, gangguan ginjal, penyakit autoimun, hingga kanker.

Meski telah tiada, karya-karya seperti Jolene, Joshua, Coat of Many Colors, dan I Will Always Love You akan terus menjadi bagian dari warisan musiknya. Perjalanan hidup dan karier Parton juga menunjukkan bagaimana musik, kerja keras, serta ketekunan dapat membawa seseorang dari latar belakang sederhana menuju panggung dunia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment