Enam Personel BSG Diterjunkan untuk Cari Korban Terjebak di KM Virgo Transport 8

Basarnas mengerahkan enam personel Basarnas Special Group (BSG) untuk menyisir bagian dalam KM Virgo Transport 8 pada Minggu (20/9). Tim penyelam tersebut ditugaskan mencari korban yang diduga masih terjebak di dalam badan kapal yang ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan seluruh upaya pencarian dilakukan secara maksimal. Namun, keselamatan personel, khususnya para penyelam, tetap menjadi prioritas utama dalam operasi pencarian dan pertolongan atau SAR.

Enam Personel BSG Sisir Bagian Dalam Kapal

Basarnas menugaskan enam personel BSG untuk melakukan penyisiran di bagian dalam KM Virgo Transport 8. Pengerahan tim tersebut dilakukan untuk menemukan korban yang kemungkinan masih berada di dalam badan kapal.

Syafii menyampaikan bahwa fokus utama tim adalah menemukan para korban. Kendati demikian, kondisi kapal dan lingkungan di sekitar lokasi menjadi pertimbangan penting dalam pelaksanaan penyelaman.

“Kami kerahkan enam personel BSG untuk menyisir bagian dalam kapal. Fokus kami adalah menemukan korban. Kami akan terus berupaya maksimal, namun keselamatan penyelam tetap menjadi prioritas,” ujar Syafii dalam keterangannya, Minggu.

Operasi tersebut melibatkan unsur laut serta tim penyelam yang bekerja di sekitar lokasi KM Virgo Transport 8. Seluruh unsur terkait terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.

KN SAR Kamajaya Dukung Operasi Penyelaman

Selain menerjunkan personel BSG, Basarnas juga mengerahkan KN SAR Kamajaya. Kapal tersebut menjalankan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan direncanakan lego jangkar untuk mendukung proses penyelaman.

Keberadaan KN SAR Kamajaya diharapkan dapat membantu tim penyelam selama melakukan pencarian di sekitar badan kapal. Kapal itu juga menjadi bagian dari unsur laut yang mendukung kelancaran operasi SAR.

Keselamatan Personel Tetap Menjadi Prioritas

Dalam pelaksanaan pencarian, Basarnas tetap mempertimbangkan aspek keselamatan personel. Penyisiran bagian dalam kapal dilakukan secara hati-hati karena tim harus bekerja di lokasi kapal yang berada dalam kondisi terbalik.

Basarnas menyatakan upaya pencarian akan terus dilakukan dengan mengerahkan kemampuan yang tersedia. Namun, proses tersebut tetap disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan aspek keselamatan penyelam.

Operasi SAR Diperpanjang Tujuh Hari

Sebelumnya, Basarnas memutuskan memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan. Keputusan tersebut diumumkan pada hari ketujuh operasi, Sabtu (19/9) malam.

Direktur Operasional Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan perpanjangan operasi dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam operasi SAR. Koordinasi juga dilakukan bersama tim salvage yang dikoordinasikan oleh pemilik kapal.

“Hari ini memasuki hari yang ketujuh. Kami menyatakan bahwa operasi ini akan kami perpanjang menjadi tujuh hari ke depan,” kata Yudhi dalam konferensi pers, Sabtu.

Perpanjangan waktu tersebut dilakukan karena masih terdapat banyak korban yang belum ditemukan. Tim gabungan terus berupaya mencari korban, termasuk dengan menyisir area sekitar kapal dan melakukan penyelaman ke bagian dalam badan KM Virgo Transport 8.

117 Korban Telah Ditemukan

Hingga Sabtu malam pukul 21.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 117 korban telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan sembilan orang dinyatakan meninggal dunia.

Namun, masih terdapat 126 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8. Pada hari ketujuh operasi, tim gabungan belum menemukan korban baru.

Kronologi KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak

KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026. Kapal tersebut mengangkut 243 orang dalam perjalanan itu.

Sehari setelah keberangkatan, tepatnya pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita, kapal dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak. Pada hari yang sama, KM Virgo Transport 8 ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Kesimpulan

Basarnas terus memperkuat operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 dengan mengerahkan enam personel BSG dan KN SAR Kamajaya. Tim penyelam ditugaskan menyisir bagian dalam kapal, sementara unsur laut melakukan penyisiran serta mendukung proses penyelaman di sekitar lokasi.

Dengan masih adanya 126 orang yang belum ditemukan, operasi SAR diperpanjang selama tujuh hari. Basarnas memastikan pencarian akan dilakukan secara maksimal, dengan tetap menempatkan keselamatan personel sebagai prioritas utama. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil penyisiran dan penyelaman di lokasi kapal.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment