Kericuhan Konser di Sam Poo Kong Semarang Dipicu Miskomunikasi Aturan Keluar-Masuk Penonton

Kericuhan terjadi di area luar konser yang digelar di Sam Poo Kong, Kecamatan Semarang Barat, pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 19.30 WIB. Peristiwa tersebut sempat membuat suasana di sekitar lokasi konser menjadi tegang dan viral di media sosial.

Kericuhan awalnya diduga dipicu oleh antrean panjang penonton yang hendak memasuki arena konser. Namun, berdasarkan keterangan kepolisian, penyebab utama kejadian bukan semata-mata antrean tiket yang terlalu panjang, melainkan kesalahpahaman antara pengunjung dan pihak ticketing mengenai aturan keluar-masuk area konser.

Kericuhan Terjadi karena Kesalahpahaman Pengunjung dan Ticketing

Kapolsek Semarang Barat AKP Darwin Tamba membenarkan adanya kericuhan di lokasi konser Sam Poo Kong. Ia menjelaskan, situasi tersebut terjadi setelah terdapat penonton yang keluar dari area konser ketika kondisi di dalam arena sudah penuh.

Menurut Darwin, pihak panitia menerapkan aturan bahwa pengunjung yang telah keluar dari area konser sebisa mungkin tidak diperbolehkan masuk kembali. Aturan tersebut diduga tidak dipahami secara sama oleh seluruh pengunjung sehingga menimbulkan miskomunikasi.

“Pihak ticketing sama pengunjung salah paham aja,” ujar Darwin saat dihubungi detikJateng.

Ia juga menegaskan bahwa kericuhan tersebut bukan sepenuhnya disebabkan oleh panjangnya antrean tiket. Situasi bermula ketika area di dalam konser telah penuh, sementara ada pengunjung yang keluar dan kemudian berupaya masuk kembali.

“Cuma karena di dalam sudah penuh, ada yang keluar,” jelas Darwin.

Polisi Melakukan Pengamanan hingga Pukul 23.00 WIB

Setelah kericuhan terjadi, aparat kepolisian melakukan pengamanan di sekitar lokasi hingga pukul 23.00 WIB. Pengamanan dilakukan untuk memastikan situasi kembali terkendali dan tidak terjadi gangguan lanjutan di area konser.

Darwin menyampaikan bahwa tidak ada orang yang diamankan dalam peristiwa tersebut. Selain itu, kericuhan juga tidak menimbulkan korban jiwa. Kepolisian menyatakan situasi telah kembali kondusif dan tidak terdapat persoalan lanjutan yang dilaporkan dari kejadian itu.

“Peristiwanya tidak menimbulkan korban jiwa, sudah jelas, tidak ada masalah,” terang Darwin.

Penyelenggara Akan Dipanggil untuk Klarifikasi

Meski situasi telah dinyatakan aman, pihak kepolisian berencana memanggil penyelenggara konser untuk meminta klarifikasi mengenai persiapan serta mekanisme pengaturan penonton di lokasi.

Rencana pemanggilan tersebut masih akan didiskusikan terlebih dahulu di tingkat Polsek. Polisi ingin mengetahui bagaimana persiapan penyelenggara, termasuk penerapan aturan bagi penonton yang keluar dari area konser dan kemudian ingin masuk kembali.

Menurut Darwin, klarifikasi diperlukan agar penyebab kericuhan dapat dipahami secara lebih jelas. Ia menyebut, dalam kejadian tersebut tidak terdapat pihak yang dirugikan.

“Rencananya kita masih diskusikan dulu di Polsek minggu depan. Kita mau panggil dari penyelenggara, seperti apa persiapannya. Karena tidak ada pihak yang dirugikan,” ucapnya.

Video Kericuhan Viral di Media Sosial

Kericuhan di area luar konser Sam Poo Kong turut menjadi perhatian setelah sejumlah video mengenai kejadian tersebut beredar di media sosial. Salah satu unggahan di Instagram menyebut kericuhan terjadi setelah proses penukaran tiket berlangsung lama dan penonton tidak sabar menunggu antrean.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pengunjung menerobos gerbang. Aksi tersebut kemudian menyebabkan suasana di sekitar pintu masuk menjadi ricuh. Namun, kepolisian memberikan penjelasan bahwa peristiwa tersebut lebih berkaitan dengan miskomunikasi mengenai kepadatan area konser serta aturan keluar-masuk penonton.

Kesimpulan

Kericuhan konser di Sam Poo Kong, Semarang Barat, terjadi pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 19.30 WIB. Kepolisian menyebut kejadian tersebut dipicu kesalahpahaman antara pengunjung dan pihak ticketing mengenai aturan bagi penonton yang keluar dari area konser saat kondisi di dalam sudah penuh.

Situasi berhasil diamankan hingga pukul 23.00 WIB. Tidak ada orang yang diamankan maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ke depan, kepolisian akan mendiskusikan pemanggilan pihak penyelenggara untuk mengklarifikasi persiapan dan sistem pengaturan penonton. Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai penyebab kericuhan dan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment