Gibran Naik Motor Tinjau Pengungsian Gempa di Kampung Waso Manggarai Timur

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor untuk mencapai Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Kampung tersebut menjadi salah satu lokasi pengungsian warga yang terdampak rangkaian gempa bumi.

Peninjauan yang dilakukan pada Jumat (21/8) itu bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat terdampak bencana. Selain memastikan keadaan warga, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mengetahui kebutuhan penanganan pascabencana di lapangan secara lebih rinci.

Gibran Tempuh Medan Sulit Menuju Kampung Waso

Akses menuju Kampung Waso menjadi salah satu tantangan dalam proses penjangkauan masyarakat terdampak. Kondisi medan yang tidak mudah membuat Gibran menggunakan sepeda motor untuk melanjutkan perjalanan hingga ke kawasan pengungsian.

Setibanya di lokasi, Gibran meninjau kondisi warga yang sementara waktu tinggal di posko pengungsian. Kawasan tersebut merupakan salah satu titik berkumpulnya masyarakat yang terdampak bencana di Manggarai Timur.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden, kunjungan itu dilakukan agar kondisi masyarakat dan kebutuhan mereka dapat diketahui secara langsung. Dengan melihat situasi di lapangan, penanganan diharapkan dapat diarahkan sesuai kebutuhan warga yang terdampak.

Dialog dengan Warga Pengungsi

Dalam peninjauan tersebut, Gibran berdialog langsung dengan sejumlah warga. Ia menanyakan kondisi mereka serta berbagai kebutuhan yang masih diperlukan selama masa penanganan pascabencana.

Dengar Aspirasi Aisyah

Salah satu warga yang berdialog dengan Gibran adalah Aisyah. Dalam percakapan itu, Gibran mendengarkan aspirasi Aisyah untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga dapat segera ditindaklanjuti.

Gibran juga menanyakan apakah kondisi rumah Aisyah telah masuk dalam pendataan penanganan kerusakan.

“Sudah didata?” tanya Gibran.

“Sudah,” jawab Aisyah.

Gibran kemudian meminta Aisyah untuk sementara tinggal di posko pengungsian.

“Tinggal di posko dulu sementara, ya, Bu,” kata Gibran.

Dialog tersebut menggambarkan upaya untuk memperoleh informasi langsung dari warga mengenai kondisi tempat tinggal dan kebutuhan mereka. Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan setelah bencana.

Percepatan Pemulihan Layanan Dasar

Selain berdialog dengan warga, Gibran memberikan arahan kepada jajaran terkait agar pemulihan berbagai layanan dasar yang terdampak dapat dipercepat. Layanan dasar menjadi perhatian karena kerusakannya dapat memengaruhi aktivitas dan kebutuhan masyarakat selama berada di pengungsian.

Gibran meminta agar rumah sakit darurat segera disiapkan. Ia juga mendorong percepatan perbaikan irigasi, rumah ibadah, serta fasilitas pendidikan yang mengalami dampak akibat bencana.

“Rumah Sakit Darurat itu penting, tadi ada lagi perbaikan irigasi, rumah ibadah, sekolah juga, dan itu harus dibangun dari nol,” ujar Gibran.

Arahan tersebut mencakup sejumlah fasilitas penting bagi warga, mulai dari layanan kesehatan hingga sarana pendidikan dan tempat ibadah. Perbaikan fasilitas-fasilitas itu diperlukan sebagai bagian dari proses pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.

Data Dampak Gempa di Manggarai Timur

Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak berat akibat rangkaian guncangan gempa bumi. Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 24 orang meninggal dunia dalam bencana tersebut.

Selain korban meninggal, sebanyak 19.803 jiwa harus mengungsi ke sejumlah posko darurat. Mereka membutuhkan penanganan dan dukungan selama kondisi tempat tinggal belum dapat digunakan kembali.

Kerusakan juga terjadi pada rumah warga. Tercatat sebanyak 9.647 unit rumah mengalami kerusakan parah. Di sisi lain, sebanyak 1.034 fasilitas umum dan fasilitas pemerintah turut terdampak, termasuk fasilitas pendidikan serta rumah ibadah.

Kesimpulan

Peninjauan Gibran ke Kampung Waso menunjukkan upaya pemerintah untuk melihat langsung kondisi warga terdampak gempa di Manggarai Timur. Perjalanan menggunakan sepeda motor dilakukan karena medan dan akses menuju lokasi pengungsian menjadi tantangan tersendiri.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran berdialog dengan warga, mendengarkan kebutuhan mereka, serta memberikan arahan mengenai percepatan pemulihan layanan dasar. Penyiapan rumah sakit darurat, perbaikan irigasi, pembangunan kembali rumah ibadah, dan pemulihan fasilitas pendidikan menjadi sejumlah hal yang perlu segera ditindaklanjuti.

Dengan jumlah pengungsi, rumah rusak, dan fasilitas terdampak yang besar, proses pemulihan di Manggarai Timur membutuhkan penanganan yang terarah. Ke depan, tindak lanjut terhadap pendataan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pembangunan kembali fasilitas yang rusak menjadi bagian penting dalam upaya membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment