Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, Jarak Pandang Turun hingga 2,5 Kilometer

Pekanbaru kembali diselimuti kabut asap yang merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, jarak pandang di sejumlah wilayah Riau mengalami penurunan. Kondisi terburuk terpantau di Kota Pekanbaru dengan jarak pandang sekitar 2,5 kilometer dan kualitas udara yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Yudhistira, menyampaikan pembaruan kondisi jarak pandang tersebut pada Minggu pukul 16.00 WIB. Selain Pekanbaru, asap juga terpantau memengaruhi jarak pandang di Rengat, Pelalawan, dan Tambang.

Jarak Pandang di Sejumlah Wilayah Riau Menurun

Dalam pembaruan data BMKG pada pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru tercatat sekitar 2,5 kilometer akibat asap. Sementara itu, Rengat memiliki jarak pandang 5 kilometer dan juga berada dalam kondisi berasap.

Adapun jarak pandang di Pelalawan tercatat 6 kilometer, sedangkan di Tambang mencapai 9 kilometer. Data tersebut menunjukkan bahwa kabut asap tidak hanya menyelimuti ibu kota Provinsi Riau, tetapi juga terpantau di beberapa daerah lainnya.

Yudhistira menyampaikan bahwa kondisi jarak pandang tersebut merupakan hasil pembaruan pengamatan BMKG pada Minggu sore. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan dampak asap terhadap kondisi atmosfer dan jarak pandang di wilayah Riau.

Kualitas Udara Pekanbaru Mayoritas Tidak Sehat

Selain mengurangi jarak pandang, kabut asap juga berdampak terhadap kualitas udara di Kota Pekanbaru. Berdasarkan pengukuran partikel PM 2,5, kualitas udara di wilayah tersebut sebagian besar waktu berada dalam kategori tidak sehat.

Sejak dini hari, hanya terdapat beberapa periode ketika kualitas udara terpantau baik. Kondisi tersebut terjadi pada pukul 04.00-06.00 WIB dan pukul 11.00-13.00 WIB. Di luar waktu tersebut, kualitas udara kembali tercatat tidak sehat.

Kondisi bahkan memburuk pada pukul 17.00 WIB dan 18.00 WIB. Pada dua waktu tersebut, kualitas udara di Pekanbaru berada dalam kategori sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM 2,5 mencapai 170 mikrogram per meter kubik.

Sumatera Terpantau Memiliki 1.754 Titik Panas

Situasi kabut asap di Riau terjadi di tengah tingginya jumlah titik panas di Pulau Sumatera. Pada Minggu sore, terpantau sebanyak 1.754 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 973 titik. Provinsi Riau berada di urutan berikutnya dengan 306 titik panas. Sementara itu, titik panas lainnya tersebar di Jambi sebanyak 198 titik, Lampung 119 titik, Bangka Belitung 87 titik, Kepulauan Riau 36 titik, Sumatera Utara 16 titik, Sumatera Barat 10 titik, Aceh 5 titik, dan Bengkulu 4 titik.

Pelalawan Menjadi Wilayah dengan Titik Panas Terbanyak di Riau

Di Provinsi Riau, Kabupaten Pelalawan mencatat jumlah titik panas paling banyak, yaitu 161 titik. Kabupaten Indragiri Hilir menyusul dengan 101 titik panas.

Sejumlah titik panas lainnya terpantau di Kabupaten Siak sebanyak 20 titik, Rokan Hulu 5 titik, Indragiri Hulu 5 titik, Kuantan Singingi 4 titik, Rokan Hilir 4 titik, serta Kota Dumai 1 titik.

Kesimpulan

Kabut asap kembali menyelimuti Pekanbaru dan beberapa wilayah di Riau, dengan jarak pandang di Kota Pekanbaru turun hingga sekitar 2,5 kilometer. Pada saat yang sama, kualitas udara berdasarkan PM 2,5 mayoritas berada dalam kategori tidak sehat dan sempat mencapai tingkat sangat tidak sehat.

Tingginya jumlah titik panas di Sumatera, termasuk di sejumlah kabupaten di Riau, menjadi bagian dari kondisi yang perlu terus dipantau. Perkembangan jarak pandang dan kualitas udara di Pekanbaru serta wilayah sekitarnya masih menjadi perhatian seiring berlangsungnya pemantauan BMKG.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment