Kapolri Dorong Peningkatan Kompetensi dan Daya Saing Buruh Hadapi Transformasi Teknologi
JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing buruh Indonesia menjadi hal penting di tengah perubahan regulasi, perkembangan teknologi, serta dinamika ekonomi global. Menurutnya, kemampuan tersebut dibutuhkan agar para pekerja mampu beradaptasi dan tetap berperan penting dalam perkembangan industri nasional.
Hal itu disampaikan Sigit saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di Jakarta, Jumat (28/8). Rakernas tersebut mengusung tema “Membangun Daya Saing Buruh Indonesia di Tengah Perubahan Regulasi Ekonomi Global”.
Transformasi Teknologi Tantang Dunia Ketenagakerjaan
Kapolri menjelaskan, dunia ketenagakerjaan tengah mengalami perubahan besar seiring berlangsungnya revolusi industri dan transformasi teknologi. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotik, serta internet of things (IoT) telah membawa perubahan terhadap pola kerja dan kebutuhan industri.
Menurut Sigit, perkembangan teknologi tersebut harus dihadapi secara bersama-sama. Teknologi memang berpotensi mengurangi sejumlah jenis pekerjaan, tetapi pada saat yang sama juga dapat membuka peluang munculnya berbagai lapangan kerja baru.
“Bagaimana kita semua siap untuk menghadapi hal tersebut, sehingga walaupun ada perkembangan teknologi, namun tetap buruh sebagai jantung utama dari perjalanan industri dan perkembangan industri hilirisasi ke depan,” ujar Sigit.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan pekerja dalam menghadapi perubahan tersebut. Peningkatan kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan transfer pengetahuan dinilai menjadi modal utama agar tenaga kerja Indonesia dapat mengambil peran dalam berbagai sektor strategis.
Buruh Berperan sebagai Tulang Punggung Ekonomi
Sigit menyampaikan, buruh memiliki peran penting sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Peran tersebut tercermin dari kontribusi pekerja dalam mendukung aktivitas industri dan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada pada angka positif di tengah tantangan ekonomi global.
“Ini tidak lepas dari peran rekan-rekan buruh sekalian sebagai tenaga-tenaga dan tulang punggung perekonomian nasional,” kata Sigit.
Ia menilai pengembangan industri dan program hilirisasi nasional perlu diarahkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Selain mendorong pembukaan lapangan pekerjaan, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja dan masyarakat secara luas.
Revisi UU Cipta Kerja Diharapkan Jadi Ruang Bersama
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menyinggung berbagai regulasi dan program pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan perlindungan, kompetensi, serta kesejahteraan pekerja. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja.
Sigit berharap pembahasan revisi aturan tersebut dapat menjadi ruang bersama bagi pemerintah, DPR, pengusaha, dan kalangan buruh. Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang dapat menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan, termasuk isu-isu penting yang selama ini diperjuangkan pekerja.
Kapolri juga mengapresiasi komunikasi yang terjalin antara serikat buruh dan kalangan pengusaha. Menurutnya, kerja sama serta dialog antara kedua pihak penting untuk menyusun langkah bersama dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.
“Kita lihat pengusaha dan teman-teman buruh bisa duduk bersama untuk menyusun suatu rencana ke depan, untuk bisa maju bersama-sama. Ini tentunya adalah nuansa yang kita harapkan menjadi nuansa yang membawa harapan bagi kita semua,” tuturnya.
Mendorong Buruh Mengisi Posisi Strategis
Sigit berharap buruh Indonesia tidak hanya bekerja pada sektor dengan tingkat keterampilan dasar dan menengah. Ia mendorong agar pekerja juga memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menempati posisi-posisi strategis, termasuk hingga tingkat manajerial.
Untuk mewujudkan hal itu, transfer pengetahuan dan kemampuan beradaptasi harus terus diperkuat. Kedua hal tersebut dinilai penting agar tenaga kerja Indonesia mampu mengikuti perkembangan hilirisasi serta kemajuan ekonomi nasional.
“Transfer knowledge menjadi penting, kemampuan kita untuk beradaptasi menjadi penting, sehingga kita siap untuk kemudian menghadapi perkembangan hilirisasi dan kemajuan ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Sigit.
Polri Perkuat Perlindungan melalui Desk Ketenagakerjaan
Selain membahas daya saing pekerja, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada para pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan Polri. Keberadaan desk tersebut merupakan bagian dari upaya membantu menangani berbagai persoalan industrial.
Desk Ketenagakerjaan Polri juga berperan dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dari berbagai bentuk kejahatan maupun persoalan yang dapat berdampak terhadap kehidupan dan hak-hak buruh. Sigit mendorong agar desk tersebut terus diperkuat dan menjadi mitra strategis bagi serikat pekerja.
“Ini menjadi amanah bagi kami semua untuk betul-betul bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap rekan-rekan buruh, khususnya terkait dengan masalah-masalah industrial,” jelasnya.
Aspirasi Buruh Disampaikan secara Tertib
Menutup sambutannya, Sigit mengapresiasi elemen buruh yang sebelumnya berencana menyampaikan aspirasi terkait pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja, tetapi kemudian memilih mengurungkan rencana tersebut.
Ia menekankan bahwa kekuatan besar yang dimiliki kelompok buruh perlu diwujudkan melalui penyampaian aspirasi yang tertib dan bertanggung jawab. Menurutnya, sikap tersebut penting untuk menjaga komunikasi serta membangun hubungan yang konstruktif antara pekerja, pemerintah, dan pihak terkait lainnya.
“Tunjukkan bahwa walaupun rekan-rekan memiliki kekuatan besar, rekan-rekan mampu dan tertib,” pungkas Kapolri.
Kesimpulan
Rakernas KSBSI Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi buruh Indonesia dalam menghadapi perubahan regulasi, transformasi teknologi, dan dinamika ekonomi global. Peningkatan kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta transfer pengetahuan menjadi kunci agar buruh dapat terus menjadi bagian penting dari perkembangan industri dan hilirisasi nasional.
Di sisi lain, dialog antara pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh perlu terus dikembangkan untuk menghasilkan kebijakan yang memberikan perlindungan, kemajuan, dan kesejahteraan bagi pekerja. Dengan dukungan perlindungan melalui Desk Ketenagakerjaan Polri serta penyampaian aspirasi yang tertib, buruh Indonesia diharapkan mampu menghadapi perubahan dunia kerja sekaligus mengambil posisi yang lebih strategis di masa depan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment