Kasal Tinjau Karhutla di Kalimantan, Asap di Kalsel Dinilai Tak Separah di Media Sosial

Banjarbaru – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali meninjau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Peninjauan tersebut dilakukan setelah muncul sejumlah laporan warganet mengenai kabut asap yang disebut cukup parah dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Muhammad Ali tiba di Banjarbaru pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam kunjungannya, ia melihat kondisi dampak karhutla di Jalan Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin. Dari hasil pengamatan di lapangan, Kasal menilai kondisi kabut asap, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan dan Banjarmasin, tidak separah informasi yang beredar di media sosial.

Kasal Tinjau Langsung Kondisi Karhutla

Peninjauan langsung dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai situasi karhutla di lapangan. Muhammad Ali menyampaikan bahwa kondisi yang ia lihat secara langsung berbeda dengan sejumlah potret maupun laporan yang sebelumnya viral di media sosial.

“Untuk Kalsel khususnya Banjarmasin ini kita lihat sendiri, tidak terlalu parah,” ujar Muhammad Ali saat melakukan kunjungan di Kalimantan Selatan, Sabtu (22/8).

Menurutnya, laporan dari warganet memang menjadi perhatian dalam beberapa hari terakhir. Ia mengaku turut memantau informasi yang beredar dan viral selama dua hari belakangan. Namun, setelah melihat kondisi secara langsung, situasi di lokasi tidak menunjukkan tingkat keparahan seperti yang ramai diperbincangkan.

Informasi Media Sosial Dibandingkan dengan Kondisi Lapangan

Perbedaan antara informasi di media sosial dan kondisi aktual menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam kunjungan tersebut. Laporan maupun gambar yang tersebar di internet dapat memberikan gambaran awal mengenai situasi karhutla, tetapi kondisi di lapangan tetap menjadi dasar untuk melihat keadaan secara lebih nyata.

Karena itu, Muhammad Ali menilai penting untuk melakukan pemantauan langsung di wilayah yang disebut mengalami kabut asap. Dengan mendatangi lokasi, kondisi dampak karhutla dapat dilihat secara langsung dan dibandingkan dengan informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Gubernur Kalsel Sampaikan Penilaian Serupa

Penilaian serupa disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin. Ia mengatakan telah meninjau lokasi yang sebelumnya disebut mengalami kabut asap parah. Namun, saat tiba di lokasi, ia tidak menemukan kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

Muhidin juga menyoroti tidak adanya aktivitas helikopter untuk melakukan penyiraman pada hari peninjauan. Menurutnya, keberadaan helikopter yang melakukan penyiraman biasanya menjadi salah satu tanda ketika kondisi karhutla dinilai cukup parah.

“Kita meninjau bersama-sama ternyata tidak parah. Heli pun tidak ada hari ini. Biasanya kalau parah heli itu ada menyiram, ini tidak ada. Artinya tidak parah,” kata Muhidin.

Pernyataan tersebut memperkuat hasil pengamatan bersama bahwa kondisi kabut asap yang terlihat di lokasi tidak separah kabar yang sebelumnya beredar di media sosial. Kendati demikian, peninjauan tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya melihat perkembangan situasi karhutla secara langsung.

Warga Diminta Berdoa agar Kabut Asap Berkurang

Di tengah pemantauan kondisi karhutla, Muhidin meminta masyarakat Kalimantan Selatan untuk terus berdoa agar kabut asap segera berkurang. Harapan tersebut disampaikan agar keadaan tidak berkembang menjadi lebih buruk.

“Mudah-mudahan asap bisa segera berkurang,” ujar Muhidin.

Kesimpulan

Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali dan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menilai kondisi kabut asap di wilayah yang mereka tinjau tidak separah informasi yang ramai beredar di media sosial. Penilaian itu disampaikan setelah keduanya melihat langsung lokasi terdampak karhutla di sekitar Banjarbaru dan wilayah yang dikaitkan dengan kondisi asap di Kalsel.

Ke depan, kondisi kabut asap di Kalimantan Selatan diharapkan terus membaik dan tidak semakin parah. Pemantauan terhadap situasi di lapangan tetap menjadi hal penting agar perkembangan karhutla dapat diketahui secara lebih akurat, sementara masyarakat diimbau untuk terus mendoakan agar asap segera berkurang.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment