Kebakaran di Gambir Hanguskan 114 Rumah, Sebanyak 880 Jiwa Terdampak

Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (31/8). Peristiwa tersebut menghanguskan 114 rumah dan berdampak pada ratusan keluarga yang tinggal di kawasan itu.

Berdasarkan pendataan sementara dari pihak Kecamatan, sebanyak 310 kepala keluarga atau 880 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Data itu disampaikan oleh Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Syarifudin, kepada wartawan.

Kebakaran Berdampak pada 114 Rumah

Syarifudin mengatakan, jumlah rumah yang terdampak dalam kebakaran mencapai 114 unit. Selain itu, terdapat 310 kartu keluarga dengan total 880 jiwa yang ikut terdampak oleh peristiwa tersebut.

Besarnya dampak kebakaran tidak terlepas dari kondisi permukiman yang sangat padat. Rumah-rumah yang berdiri berdekatan membuat api lebih mudah merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala utama bagi petugas saat berupaya mengendalikan kobaran api.

Permukiman Padat Hambat Pemadaman

Menurut Syarifudin, kepadatan hunian menyebabkan api menyebar dengan cepat. Situasi di lokasi juga menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman secara maksimal dalam waktu singkat.

Selain kepadatan permukiman, jarak sumber air yang cukup jauh turut menjadi hambatan. Petugas harus menggelar selang dalam jarak yang panjang agar air dapat dialirkan ke titik kebakaran. Proses tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.

“Kendalanya rumah padat hunian, cepat sekali perambatan. Kedua, sumber airnya jauh, jadi kita harus gelar selang cukup jauh juga,” ujar Syarifudin.

Tidak Ada Korban Jiwa

Syarifudin memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran di kawasan Jalan Batu Ceper 8 tersebut. Namun, dua personel pemadam kebakaran harus dievakuasi ketika proses pemadaman masih berlangsung.

Kedua petugas tersebut mengalami kondisi kelelahan setelah berjibaku di tengah kepulan asap yang cukup tebal. Satu personel kemudian dibawa ke rumah sakit, sedangkan satu personel lainnya dinyatakan telah berada dalam kondisi aman.

“Anggota kita saja yang mungkin asap cukup tebal, ya, asap cukup tebal dan mereka fight, kelelahan,” kata Syarifudin.

Ia menambahkan, satu petugas akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan, sementara satu personel lainnya telah aman.

29 Mobil Pemadam Dikerahkan

Kebakaran tersebut dilaporkan kepada pihak pemadam kebakaran pada pukul 13.40 WIB. Berdasarkan data Command Center Damkar, objek yang terbakar merupakan rumah tinggal semi permanen.

Untuk menangani kebakaran, sebanyak 29 unit mobil pemadam dan 135 personel dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman mulai dilakukan pada pukul 13.46 WIB. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penanganan dengan proses pendinginan yang dimulai pada pukul 16.17 WIB.

Pengerahan puluhan unit kendaraan dan personel dilakukan untuk mengatasi api yang merambat cepat di tengah permukiman padat. Jarak sumber air yang jauh membuat petugas juga harus menyiapkan bentangan selang yang cukup panjang selama proses pemadaman berlangsung.

Penanganan Pascakebakaran

Kebakaran di Jalan Batu Ceper 8 menjadi peristiwa yang berdampak besar bagi warga Kelurahan Kebon Kelapa. Sebanyak 114 rumah terbakar, sementara 310 keluarga atau 880 jiwa tercatat terdampak berdasarkan pendataan sementara dari pihak Kecamatan.

Tidak adanya korban jiwa menjadi kabar penting di tengah besarnya kerusakan yang ditimbulkan. Meski demikian, proses penanganan tetap perlu memperhatikan kondisi warga terdampak serta petugas yang terlibat dalam pemadaman. Pendataan dan penanganan lanjutan menjadi bagian penting setelah proses pemadaman serta pendinginan selesai dilakukan.

Peristiwa ini juga menunjukkan tantangan pemadaman di kawasan dengan hunian padat dan akses sumber air yang jauh. Kondisi tersebut dapat mempercepat perambatan api sekaligus menyulitkan mobilisasi petugas. Ke depan, perhatian terhadap kesiapsiagaan dan penanganan kebakaran di permukiman padat menjadi hal yang penting untuk mengurangi dampak apabila kejadian serupa kembali terjadi.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment