Kebakaran di Permukiman Dekat Stasiun Kebayoran Lama Diduga akibat Korsleting Listrik

Jakarta Selatan – Kebakaran melanda permukiman warga di dekat Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Teuku Nyak Arif. Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik dan mengakibatkan area seluas sekitar 1.100 meter persegi terbakar.

Kebakaran itu berdampak terhadap puluhan kepala keluarga yang tinggal di kawasan tersebut. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 60 kepala keluarga atau 180 jiwa terdampak. Kendati demikian, tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Kasi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Sjukri Bahanan, menyampaikan dugaan awal penyebab kebakaran. Menurut dia, api diduga berasal dari korsleting listrik.

“Dugaan penyebab korsleting listrik,” kata Sjukri dalam keterangannya, Selasa (22/9).

Informasi mengenai titik awal api masih berdasarkan keterangan saksi di lokasi. Dari keterangan yang dihimpun, api diduga bermula dari sebuah warteg dan kemudian menjalar ke bengkel ban di sekitarnya.

Namun, pemilik warteg memberikan keterangan berbeda mengenai awal munculnya api. Ia mengaku melihat kobaran api berasal dari sebuah rumah kontrakan yang berada di dekat lampu merah. Api kemudian terlihat menjalar ke arah belakang bagian rumah.

Upaya Warga Memadamkan Api Tidak Berhasil

Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga sempat berusaha mengendalikan kobaran api menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menghentikan penyebaran api.

“Warga berusaha memadamkan api menggunakan APAR namun gagal,” ujar Sjukri.

Api yang menjalar di kawasan permukiman membuat proses pemadaman membutuhkan pengerahan armada dan personel dalam jumlah besar. Kondisi bangunan yang berada di area padat turut menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran tersebut.

24 Mobil Pemadam dan 128 Personel Dikerahkan

Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan mengerahkan sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Selain itu, 128 personel juga diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan penanganan kebakaran.

Proses pemadaman dimulai pada pukul 20.41 WIB. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penanganan dengan proses pendinginan pada pukul 21.33 WIB.

Proses pendinginan dilakukan sebagai bagian dari penanganan setelah pemadaman. Tahap ini diperlukan untuk memastikan area yang terdampak tidak kembali memunculkan titik api.

Area Terbakar Capai 1.100 Meter Persegi

Berdasarkan pendataan sementara, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1.100 meter persegi. Kebakaran tersebut berdampak pada 60 kepala keluarga dengan total 180 jiwa.

Data tersebut masih merupakan pendataan sementara yang disampaikan oleh petugas. Dampak kebakaran terutama dirasakan oleh warga yang tinggal di permukiman dekat Stasiun Kebayoran Lama dan Jalan Teuku Nyak Arif.

Meski menyebabkan kerusakan pada area permukiman, peristiwa ini tidak menimbulkan korban luka ataupun korban jiwa. “Korban luka nihil, korban jiwa nihil,” kata Sjukri.

Penanganan Kebakaran

Peristiwa kebakaran ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan kelistrikan di kawasan permukiman. Berdasarkan keterangan awal petugas, korsleting listrik menjadi dugaan penyebab kebakaran, sementara titik awal api masih merujuk pada keterangan saksi yang berada di sekitar lokasi.

Dengan selesainya proses pemadaman dan dilanjutkannya pendinginan, penanganan kebakaran dilakukan berdasarkan kondisi area terdampak serta pendataan warga. Informasi mengenai jumlah warga terdampak, luas area terbakar, dan kondisi korban menjadi bagian penting dalam menggambarkan dampak peristiwa tersebut.

Kesimpulan

Kebakaran di permukiman dekat Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga disebabkan korsleting listrik. Api dilaporkan menjalar dari area yang berada di sekitar warteg, bengkel ban, dan rumah kontrakan berdasarkan keterangan saksi. Sebanyak 24 unit mobil pemadam dan 128 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran yang menghanguskan area sekitar 1.100 meter persegi.

Sebanyak 60 kepala keluarga atau 180 jiwa terdampak, sementara tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Penanganan selanjutnya mengacu pada pendataan sementara dan kondisi area yang telah menjalani proses pemadaman serta pendinginan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment