Kemendikdasmen Siapkan Rp5 Triliun untuk Inisiatif Awal Program Sekolah Gratis 2027
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun pada 2027 sebagai inisiatif awal menuju pelaksanaan program sekolah gratis. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.
Rencana ini merupakan tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan agar pendidikan dasar di sekolah swasta tidak memungut biaya. Pemerintah melalui Kemendikdasmen mulai menyiapkan dukungan anggaran untuk mendorong pelaksanaan kebijakan tersebut secara bertahap.
Pagu Anggaran Kemendikdasmen 2027 Mencapai Rp61,10 Triliun
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pagu anggaran Kemendikdasmen untuk tahun anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp61,10 triliun. Nilai tersebut meningkat Rp2,86 triliun dibandingkan pagu indikatif yang sebelumnya berada di angka Rp58,24 triliun.
Dari total pagu tersebut, sekitar Rp55,5 triliun akan difokuskan untuk mendukung berbagai program kerja prioritas nasional. Salah satu program utama yang mendapatkan alokasi anggaran adalah revitalisasi pendidikan dengan nilai Rp9,28 triliun.
Selain revitalisasi pendidikan, Kemendikdasmen menempatkan inisiatif awal menuju terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa biaya sebagai prioritas berikutnya. Untuk program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun.
Anggaran Sekolah Gratis Berasal dari Penyesuaian Revitalisasi
Abdul Mu’ti menjelaskan, alokasi Rp5 triliun untuk mendukung inisiatif awal sekolah gratis berasal dari penyesuaian anggaran program revitalisasi satuan pendidikan. Pada tahap awal, program revitalisasi satuan pendidikan direncanakan memperoleh anggaran sebesar Rp14,28 triliun.
Namun, setelah dilakukan penyesuaian oleh Kementerian Keuangan, anggaran revitalisasi tersebut berubah menjadi Rp9,28 triliun. Selisih anggaran hasil penyesuaian itu kemudian mendukung alokasi Rp5 triliun untuk inisiatif awal menuju pelaksanaan pendidikan dasar tanpa pungutan biaya.
“Inisiatif awal untuk menuju terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya sebesar Rp5 triliun,” kata Mu’ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Senin (31/8).
Daftar Program Prioritas Pendidikan 2027
Selain program sekolah gratis dan revitalisasi pendidikan, Kemendikdasmen juga mengalokasikan anggaran untuk sejumlah program prioritas lainnya pada 2027. Program-program tersebut mencakup dukungan bagi peserta didik, penguatan satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Berbagai Alokasi Anggaran
- Bantuan perlengkapan sekolah sebesar Rp250 miliar;
- Program sekolah nasional terintegrasi sebesar Rp7,21 triliun;
- Digitalisasi pembelajaran sebesar Rp5,83 triliun;
- Peningkatan kesejahteraan guru non-ASN sebesar Rp14,09 triliun;
- Program Indonesia Pintar sebesar Rp13,79 triliun; dan
- Program studio guru sebesar Rp40 miliar.
Alokasi tersebut menunjukkan bahwa anggaran pendidikan 2027 tidak hanya diarahkan untuk mendukung akses pendidikan dasar tanpa biaya, tetapi juga memperkuat kualitas pembelajaran dan kesejahteraan guru. Program bantuan perlengkapan sekolah serta Program Indonesia Pintar juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah bagi murid.
Kemendikdasmen Usulkan Tambahan Anggaran Rp157,76 Triliun
Dalam rapat yang sama, Abdul Mu’ti turut menyampaikan usulan tambahan anggaran untuk Kemendikdasmen pada 2027 sebesar Rp157,76 triliun. Tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional dan program kementerian.
Salah satu rencana penggunaannya adalah memperluas sasaran revitalisasi satuan pendidikan hingga mencapai 100.000 satuan pendidikan. Perluasan tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Usulan tambahan anggaran juga mencakup peningkatan satuan biaya Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang SD dan SMP. Selain itu, anggaran tersebut diarahkan untuk menyediakan bantuan beasiswa serta pembiayaan pendidikan bagi murid.
Kemendikdasmen juga mengusulkan dukungan untuk penyediaan sarana dan peralatan pendidikan di seluruh jenjang. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran di satuan pendidikan.
Rencana lainnya adalah memperluas sasaran dan menjaga keberlanjutan program bantuan biaya pendidikan bagi guru. Bantuan itu ditujukan untuk mendukung peningkatan kompetensi guru melalui pendidikan hingga jenjang S1 atau D4.
Kesimpulan
Kemendikdasmen menyiapkan Rp5 triliun pada 2027 sebagai langkah awal menuju pelaksanaan program sekolah gratis pada jenjang pendidikan dasar. Anggaran ini merupakan hasil penyesuaian dari alokasi revitalisasi satuan pendidikan dan berkaitan dengan tindak lanjut putusan MK mengenai pendidikan dasar di sekolah swasta.
Dengan pagu anggaran sebesar Rp61,10 triliun, pemerintah juga menempatkan revitalisasi pendidikan, digitalisasi pembelajaran, bantuan siswa, sekolah nasional terintegrasi, serta peningkatan kesejahteraan guru sebagai program prioritas. Ke depan, usulan tambahan anggaran Rp157,76 triliun akan menjadi bagian penting dalam memperluas akses, meningkatkan sarana pendidikan, dan mendorong pembelajaran yang inklusif, merata, serta berkeadilan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment