Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf atas Dugaan Keracunan 566 Siswa Usai Santap MBG

Sidoarjo – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin, Sidoarjo, Rafli Ridho, menyampaikan permintaan maaf atas dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa dan santri setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa (1/9).

Rafli mengaku menyesal setelah sebanyak 566 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam serta pelajar dari sejumlah lembaga pendidikan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang diolah oleh dapur SPPG Kalitengah. Ia menyampaikan permintaan maaf tersebut di lokasi SPPG Kalitengah, Sidoarjo, pada Rabu (2/9).

“Mohon maaf ya, saya menyesal,” kata Rafli.

Dugaan Keracunan Dilaporkan dari Pesantren dan Dua Sekolah

Rafli menjelaskan, laporan dugaan keracunan terutama berasal dari santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Selain itu, pihak SPPG juga menerima informasi mengenai siswa di SD Kalianget 1 dan SD Kalianget 2 yang mengalami kondisi serupa.

Menurut Rafli, laporan tersebut mencakup satu pondok pesantren dan dua sekolah dasar. Ia menambahkan, terdapat pula lima orang dari luar pesantren yang turut dilaporkan mengalami dugaan keracunan. Informasi itu diterima pihaknya pada Selasa malam setelah dilakukan konfirmasi mengenai kejadian tersebut.

“Satu ponpes, dua sekolah. Terakhir ada lima orang dari selain ponpes. Laporannya masuk tadi malam setelah dikonfirmasi terkait keracunan,” ujarnya.

Proses Pengolahan dan Distribusi Menu MBG

Rafli menerangkan, dapur SPPG Kalitengah mulai mengolah menu MBG sekitar pukul 00.00 WIB. Setelah proses memasak dan persiapan selesai, makanan tersebut kemudian disalurkan ke sejumlah sekolah dan pesantren sekitar pukul 11.00 WIB.

Ia menyebut makanan yang dikirimkan memiliki daya tahan hingga empat jam setelah distribusi awal. Penjelasan tersebut disampaikan ketika Rafli ditanya mengenai dugaan makanan basi yang disebut menjadi salah satu isu dalam peristiwa tersebut.

Rafli mengatakan, sebelum makanan dibagikan kepada siswa, pihak sekolah melakukan pemeriksaan organoleptik. Pemeriksaan itu dilakukan melalui pencicipan makanan oleh penanggung jawab atau PIC dari pihak sekolah. Berdasarkan informasi yang diterimanya, makanan tersebut dinyatakan masih aman untuk dikonsumsi dan tidak menunjukkan masalah sebelum disalurkan kepada siswa.

“Di setiap sekolah ada uji yang nantinya dicicip oleh PIC pihak sekolah. Setelah saya tanyai, katanya aman dan tidak ada masalah pada makanan itu. Namun, mengapa kemudian terjadi keracunan, itu yang masih saya bingungkan,” kata Rafli.

Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, sebelumnya menyatakan pihaknya langsung mendatangi SPPG Kalitengah setelah menerima laporan dugaan keracunan. Untuk sementara, operasional dapur tersebut dihentikan.

SPPG Kalitengah Tanggulangin diketahui memasok sekitar 2.800 porsi makanan setiap hari untuk sekolah dan pesantren. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 porsi disalurkan kepada santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, sedangkan sisanya diberikan kepada siswa di sekolah-sekolah.

“Untuk hari ini sekitar 2.800 porsi untuk sekolah dan pesantren. Di pesantren ada sekitar 1.000-an porsi, sementara sisanya untuk sekolah,” ujar Teguh.

Sampel Makanan Diuji di Laboratorium

Untuk mengetahui penyebab kejadian, sampel makanan telah diambil oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo bersama kepolisian. Sampel tersebut akan menjalani pemeriksaan laboratorium.

Teguh mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Pihaknya masih menunggu hasil uji tersebut dalam waktu sekitar satu minggu.

Selain penghentian operasional, dapur SPPG Kalitengah Tanggulangin juga telah menerima keputusan penangguhan sementara atau suspen dari BGN pusat. Penangguhan itu diberlakukan setelah muncul laporan dugaan keracunan pada penerima manfaat MBG.

Menunggu Evaluasi dan Hasil Pemeriksaan

Teguh menegaskan, durasi penghentian operasional SPPG belum diputuskan secara final. Keputusan mengenai apakah penangguhan hanya bersifat sementara atau berlanjut secara permanen akan ditentukan setelah evaluasi dan hasil pemeriksaan laboratorium diterima.

“Kami masih menunggu hasil evaluasi dan hasil laboratorium. Laporan sedang disampaikan kepada pusat, kemudian BGN akan mempertimbangkan apakah suspen ini tetap sementara atau menjadi permanen,” katanya.

Kesimpulan

Dugaan keracunan setelah konsumsi MBG di wilayah Kalitengah Tanggulangin, Sidoarjo, mendorong pihak SPPG menyampaikan permintaan maaf sekaligus menghentikan sementara kegiatan operasional. Sebanyak 566 santri dan pelajar dilaporkan terdampak, dengan laporan berasal dari satu pondok pesantren, dua sekolah dasar, serta beberapa orang dari luar pesantren.

Penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diambil oleh dinas kesehatan dan kepolisian. Ke depan, hasil pemeriksaan dan evaluasi BGN akan menjadi dasar untuk menentukan keberlanjutan operasional SPPG Kalitengah Tanggulangin.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment