Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 105 Orang, 179 Ribu Warga Mengungsi

Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menghadapi dampak besar akibat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto pada Rabu (26/8), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut bertambah menjadi 105 orang.

Laporan itu disampaikan Suharyanto di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat penanganan gempa yang digelar di Posko Penanganan Gempa NTT, Kabupaten Nagekeo. Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan ribuan orang mengalami luka-luka serta mendorong ratusan ribu warga untuk mengungsi.

Korban Meninggal Gempa NTT Mencapai 105 Orang

Dalam rapat tersebut, Suharyanto menyampaikan bahwa total korban meninggal dunia akibat gempa NTT telah mencapai 105 orang. Jumlah ini meningkat lima orang dibandingkan data yang disampaikan pada Senin (24/8), ketika korban jiwa tercatat sebanyak 100 orang.

“Bapak Presiden, kami laporkan. Untuk yang meninggal dunia ada 105 jiwa,” kata Suharyanto dalam laporan yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Suharyanto, sebanyak 48 orang merupakan korban yang terdampak langsung oleh gempa. Sementara itu, 57 korban lainnya tercatat dalam proses lanjutan operasi pencarian dan pertolongan yang dilakukan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Ribuan Orang Mengalami Luka-Luka

Selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat sebanyak 1.678 orang mengalami luka-luka. Suharyanto menjelaskan, pendataan korban dilakukan berdasarkan hasil operasi SAR serta penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Ia menyebut, sebagian korban yang masuk dalam pendataan lanjutan merupakan warga yang tidak selamat setelah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Selain itu, terdapat pula korban yang mengalami trauma, lanjut usia, dan anak-anak. Kondisi tersebut turut memengaruhi pembaruan jumlah korban meninggal dunia.

Dengan adanya pembaruan data tersebut, pemerintah mencatat jumlah korban jiwa gempa NTT menjadi 105 orang hingga Rabu (26/8). Data ini menunjukkan bahwa penanganan bencana dan proses pencarian korban masih terus menjadi perhatian utama.

179.037 Warga Mengungsi

Dampak gempa tidak hanya terlihat dari jumlah korban jiwa dan luka-luka. BNPB juga melaporkan sebanyak 179.037 orang saat ini berada di pengungsian. Jumlah tersebut menggambarkan besarnya dampak bencana terhadap masyarakat di wilayah terdampak.

Selain menyebabkan warga harus meninggalkan tempat tinggalnya, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada puluhan ribu rumah. Untuk sementara, BNPB mencatat sebanyak 81.436 unit rumah mengalami kerusakan.

Besarnya jumlah pengungsi dan rumah yang rusak menjadi bagian penting dalam pembahasan rapat penanganan bencana. Data tersebut menjadi dasar dalam memantau kondisi masyarakat sekaligus mengevaluasi kebutuhan penanganan di lapangan.

Tiga Kabupaten Mengalami Dampak Terparah

Suharyanto menyebut terdapat tiga kabupaten yang mengalami dampak paling parah akibat gempa bumi NTT. Ketiga wilayah tersebut adalah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Kabupaten Nagekeo menjadi lokasi rapat penanganan bencana yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah pejabat pemerintah dan unsur terkait. Posko penanganan bencana berada di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo.

Presiden Prabowo Tinjau Wilayah Terdampak

Pada Rabu (26/8), Presiden RI Prabowo Subianto mengunjungi wilayah yang terdampak gempa bumi di NTT. Berdasarkan siaran langsung Sekretariat Presiden, Prabowo tiba menjelang pukul 12.00 dengan menggunakan helikopter kepresidenan.

Setibanya di lokasi, Presiden langsung menggelar rapat penanganan bencana di posko yang berada di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo. Rapat tersebut menjadi forum penyampaian perkembangan terbaru terkait korban, pengungsi, kerusakan rumah, serta kondisi wilayah yang terdampak paling parah.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam rapat tersebut. Mereka antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

Kesimpulan

Gempa bumi di NTT hingga Rabu (26/8) telah menyebabkan 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang luka-luka, dan 179.037 warga mengungsi. Selain itu, sebanyak 81.436 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, dengan Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo menjadi wilayah yang terdampak paling parah.

Kenaikan jumlah korban dari 100 menjadi 105 orang menunjukkan bahwa pendataan dan operasi SAR masih berperan penting dalam memperbarui informasi bencana. Dengan kunjungan Presiden Prabowo serta rapat bersama jajaran terkait, penanganan dampak gempa diharapkan dapat terus dipantau dan dilakukan berdasarkan data terbaru di lapangan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment