Matahari Merah Menyala di Palangka Raya, BMKG Ungkap Kaitannya dengan Kabut Asap Karhutla
PALANGKA RAYA – Fenomena matahari berwarna merah menyala terlihat di langit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Kamis sore (20/8). Penampakan tersebut menarik perhatian warga karena matahari tampak seperti bola merah yang menggantung rendah di antara pepohonan.
Langit Palangka Raya yang terlihat kelabu membuat warna merah pada matahari semakin kontras. Di tengah kondisi udara yang diselimuti asap, pemandangan itu tidak hanya menjadi objek menarik untuk diabadikan, tetapi juga memunculkan kekhawatiran mengenai dampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terhadap kualitas udara.
Warga Mengabadikan Matahari Berwarna Merah
Salah satu warga Palangka Raya, Sri Muliati, mengabadikan momen tersebut. Ia mengaku baru kali ini melihat matahari tampak sangat merah ketika sore hari. Foto matahari dengan latar pepohonan dan langit kelabu itu kemudian ramai diperbincangkan.
“Mataharinya merah banget pada Kamis sore kemarin. Saya baru kali ini melihatnya,” ujar Sri pada Jumat (21/8), seperti dikutip dari detikKalimantan.
Dari kejauhan, matahari terlihat berada di posisi rendah dan memancarkan warna merah pekat. Kondisi tersebut membuat pemandangan langit tampak unik, tetapi pada saat yang sama juga mengkhawatirkan karena terjadi ketika kabut asap karhutla sedang menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah.
BMKG Jelaskan Penyebab Matahari Tampak Merah
Prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra, menjelaskan bahwa perubahan tampilan matahari tersebut dapat dipengaruhi oleh partikel-partikel asap yang berada di udara. Partikel itu memengaruhi cahaya matahari yang melewati atmosfer sebelum mencapai permukaan bumi.
Menurut Chandra, kondisi tersebut memang dapat berkaitan dengan kabut asap akibat karhutla yang sedang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah. Berdasarkan citra sebaran asap pada Kamis sore, sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah terlihat tertutup asap.
“Benar Pak, bisa dipengaruhi dari kabut asap karhutla yang sedang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah,” ujar Chandra.
Ia menambahkan, ketika cahaya matahari melewati lapisan atmosfer yang dipenuhi partikel, warna dengan panjang gelombang tertentu akan lebih banyak tersebar. Akibatnya, matahari dapat terlihat kemerahan, terutama saat posisinya mulai rendah menjelang sore.
Asap Membuat Warna Matahari Semakin Pekat
Penjelasan tersebut memperlihatkan bahwa warna merah pada matahari bukan sekadar fenomena visual biasa. Keberadaan partikel asap di atmosfer turut memengaruhi cahaya yang terlihat dari permukaan bumi. Langit kelabu dan pekatnya asap di sekitar Palangka Raya kemudian memperkuat kesan merah pada matahari.
Foto yang diambil warga menunjukkan kontras yang jelas antara bola matahari berwarna merah, pepohonan, dan langit kelabu. Pemandangan itu terlihat menarik secara visual, namun juga menjadi gambaran mengenai kondisi udara yang sedang dihadapi masyarakat.
Dampak Karhutla terhadap Warga
Bagi warga Palangka Raya, penampakan matahari merah tersebut bukan hanya peristiwa langit yang menarik perhatian. Fenomena itu sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas karhutla dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk kualitas udara dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lahan dan ekosistem. Asap yang dihasilkan juga dapat menyelimuti wilayah permukiman serta memengaruhi kondisi udara yang dihirup masyarakat. Karena itu, warga diimbau untuk tetap waspada, terutama ketika asap terlihat semakin pekat dan kualitas udara menurun.
Chandra mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi asap memburuk. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap.
Kesimpulan
Fenomena matahari merah menyala di langit Palangka Raya pada Kamis sore diduga berkaitan dengan keberadaan partikel asap karhutla di atmosfer. BMKG menjelaskan bahwa partikel tersebut dapat memengaruhi cahaya matahari sehingga tampak kemerahan, terutama ketika matahari berada di posisi rendah menjelang sore.
Penampakan tersebut menjadi pemandangan unik yang menarik perhatian warga, sekaligus pengingat mengenai dampak karhutla terhadap kualitas udara. Ke depan, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan kondisi udara, menggunakan masker, serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment