Maulid Nabi 2026 Jadi Libur Nasional di Sejumlah Negara, Ini Perbedaan Tanggalnya
Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu peringatan penting bagi umat Islam di berbagai negara. Hari kelahiran Nabi Muhammad tersebut tidak hanya diperingati melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga ditetapkan sebagai hari libur nasional di sejumlah negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
Di Indonesia, Maulid Nabi 2026 jatuh pada Selasa, 25 Agustus, yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Tanggal tersebut tercantum sebagai hari libur nasional atau tanggal merah dalam kalender.
Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah juga menetapkan libur untuk memperingati Maulid Nabi. Namun, tanggal libur di setiap negara tidak selalu sama. Perbedaan tersebut bukan berarti terdapat perbedaan mengenai hari kelahiran Nabi Muhammad, melainkan berkaitan dengan kebijakan pemerintah dalam mengatur hari libur pekerja serta penyesuaian dengan akhir pekan atau libur panjang.
Jadwal Libur Maulid Nabi 2026 di Sejumlah Negara
Uni Emirat Arab Libur Tiga Hari
Di Uni Emirat Arab (UEA), pemerintah menetapkan Maulid Nabi sebagai hari libur nasional bagi instansi pemerintah dan sektor swasta. Pada 2026, libur tersebut jatuh pada Jumat, 28 Agustus.
Karena berdekatan dengan akhir pekan Sabtu dan Minggu, penetapan tersebut membuat masyarakat UEA mendapatkan waktu libur selama tiga hari. Kebijakan ini menjadi bagian dari penyesuaian jadwal hari besar keagamaan dengan waktu libur panjang.
Sejumlah perayaan keagamaan besar di UEA memang kerap mengalami penyesuaian waktu agar dapat terhubung dengan masa libur pekerja. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk Idulfitri dan Iduladha, yang memiliki ketetapan tersendiri.
Mesir Rayakan Maulid dengan Meriah
Mesir menetapkan Kamis, 27 Agustus 2026 sebagai hari libur resmi untuk memperingati Maulid Nabi. Libur tersebut berlaku bagi pegawai instansi pemerintah dan sektor publik.
Peringatan Maulid Nabi di Mesir dikenal berlangsung meriah. Persiapan bahkan telah terlihat beberapa minggu sebelum hari perayaan. Toko-toko mulai menjual Halawet Al-Mouled, yakni manisan khas Timur Tengah yang umumnya dibuat dari berbagai jenis kacang dan madu.
Keberadaan makanan khas tersebut menjadi salah satu bagian dari suasana perayaan Maulid Nabi di Mesir. Tradisi itu turut memperlihatkan bagaimana peringatan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan kebiasaan masyarakat setempat.
Oman Menetapkan Libur bagi Sektor Publik dan Swasta
Selain Mesir, Oman juga menetapkan Kamis, 27 Agustus 2026 sebagai hari libur untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kebijakan tersebut berlaku bagi sektor publik maupun swasta.
Dengan demikian, jadwal libur di Oman bertepatan dengan jadwal yang ditetapkan Mesir. Meski demikian, setiap negara memiliki aturan masing-masing terkait cakupan pekerja dan pelaksanaan libur nasional.
Iran Memperingati Maulid Nabi pada 17 Rabiul Awal
Perbedaan penetapan tanggal yang cukup mencolok terlihat di Iran. Berbeda dengan mayoritas umat Sunni yang memperingati Maulid Nabi pada 12 Rabiul Awal, Iran menetapkannya pada 17 Rabiul Awal.
Pada kalender Masehi 2026, 17 Rabiul Awal bertepatan dengan Minggu, 30 Agustus. Iran juga menetapkan rentang 12 hingga 17 Rabiul Awal sebagai masa libur nasional untuk memperingati Maulid Nabi.
Penetapan tersebut bertepatan dengan hari lahir Imam Jafar al-Sadiq, salah satu imam dalam tradisi Syiah. Rangkaian peringatan itu dikenal sebagai Hafteh Wahdat atau Pekan Persatuan Islam.
Pekan Persatuan Islam di Iran
Menurut keterangan yang dikutip dari laman Ahlul Bait Indonesia, gagasan Pekan Persatuan Islam berkaitan dengan upaya mendekatkan dua kelompok besar dalam Islam, yakni Ahlu Sunnah dan Syiah.
Setelah kemenangan Revolusi Islam Iran pada 1979, kekhawatiran terhadap upaya menciptakan perpecahan di antara umat Islam disebut semakin besar. Ayatollah Imam Khomeini, yang memahami besarnya jumlah pengikut kedua mazhab tersebut di berbagai penjuru dunia, kemudian mendorong pendekatan yang dapat memperkuat persatuan umat.
Dalam pandangan tersebut, semakin dekatnya pandangan Ahlu Sunnah dan Syiah dinilai dapat memberikan dampak penting bagi kemuliaan dan kejayaan umat Islam. Imam Khomeini kemudian menamai periode 12 hingga 17 Rabiul Awal sebagai Pekan Persatuan atau Usbu’ al-Wahdah.
Penetapan itu menjadikan peringatan Maulid Nabi di Iran tidak hanya berfungsi sebagai momentum keagamaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menguatkan pesan persatuan di tengah perbedaan mazhab.
Kesimpulan
Maulid Nabi 2026 diperingati sebagai hari libur nasional di sejumlah negara Muslim dengan jadwal yang berbeda-beda. Indonesia menetapkannya pada 25 Agustus atau 12 Rabiul Awal, sementara UEA menetapkan 28 Agustus. Mesir dan Oman memilih 27 Agustus, sedangkan Iran memperingatinya pada 30 Agustus atau 17 Rabiul Awal.
Perbedaan tanggal tersebut terutama berkaitan dengan kebijakan penataan libur dan tradisi keagamaan yang berkembang di masing-masing negara. Khusus di Iran, rentang 12 hingga 17 Rabiul Awal juga menjadi Pekan Persatuan Islam yang membawa pesan penting tentang kedekatan dan persatuan antara Ahlu Sunnah dan Syiah. Ke depan, peringatan Maulid Nabi dapat terus menjadi ruang untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai persaudaraan umat Islam.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment