Mendagri Tito Karnavian Tinjau Pelabuhan Laurentius Say Pascagempa di Maumere

MAUMERE – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau kondisi Pelabuhan Laurentius Say di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak gempa bumi pada akhir pekan lalu. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sarana pelabuhan sekaligus memastikan aktivitas pelayanan tetap berjalan.

Pada Rabu (19/8), Tito datang bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA. Dalam kunjungan itu, Mendagri menerima laporan mengenai dampak gempa, kondisi bangunan, serta keberlangsungan operasional pelabuhan.

Tiga Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa

Berdasarkan laporan Bupati Sikka, gempa yang melanda wilayah tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Selain korban jiwa, sejumlah bagian bangunan Pelabuhan Laurentius Say juga mengalami kerusakan.

Meski demikian, pelayanan di pelabuhan telah kembali berjalan normal. Layanan embarkasi dan debarkasi dapat dilaksanakan seperti biasa, sehingga aktivitas masyarakat dan operasional pelabuhan tetap berlangsung di tengah situasi pascagempa.

Operasional Pelabuhan Tetap Berjalan dengan Sistem Digital

Tito menjelaskan, kelancaran pelayanan pelabuhan didukung oleh sistem digitalisasi yang dilengkapi mekanisme cadangan. Sistem tersebut memungkinkan pelayanan dialihkan ke lokasi sementara apabila terjadi gangguan jaringan internet atau kendala pada fasilitas utama.

“Keterangan dari Pak Kepala Syahbandar, operasional tetap berjalan. Sistem digitalisasinya sudah punya backup. Jadi dapat dialihkan ke tempat sementara ketika ada gangguan internet,” ujar Tito, Rabu (19/8).

Mendagri mengapresiasi jajaran Kementerian Perhubungan, Syahbandar, dan otoritas pelabuhan yang tetap memastikan layanan berjalan. Menurutnya, keberlangsungan pelayanan tersebut penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, khususnya dalam kondisi tanggap darurat setelah bencana.

Bangunan Pelabuhan Akan Menjalani Asesmen

Di sisi lain, Tito mengingatkan pentingnya mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan dengan skala lebih kecil masih mungkin terjadi dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Untuk memastikan keamanan bangunan pelabuhan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan asesmen setelah kondisi gempa benar-benar stabil. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Penanganan Disesuaikan dengan Kondisi Struktur

Tito menjelaskan, hasil asesmen akan menentukan apakah bagian bangunan yang rusak cukup diperbaiki atau harus dibongkar. Jika struktur utama masih kuat, perbaikan dapat dilakukan pada bagian dinding, interior, atap, dan komponen lainnya.

Namun, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan struktur bangunan tidak lagi kuat, pembongkaran harus dilakukan agar bangunan dapat kembali berdiri dengan kokoh dan aman.

“Apakah strukturnya masih kuat atau tidak. Kalau strukturnya masih kuat, tinggal pembangunan dinding, interior, atap, dan lain-lain. Tapi kalau strukturnya tidak kuat, mau tidak mau harus dibongkar supaya strukturnya betul-betul kokoh,” tutur Tito.

Pemerintah Pastikan Bantuan Pascabencana Berlanjut

Mendagri turut menyampaikan keprihatinan atas korban jiwa dalam bencana tersebut. Ia memastikan pemerintah pusat akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak dan mengoptimalkan penanganan pascabencana sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Tito menyebut sejumlah unsur pemerintah telah berada di lokasi untuk membantu penanganan. Di antaranya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wakil Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri PU. Ia juga memperoleh informasi bahwa Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan akan datang ke wilayah tersebut.

Menurut Tito, penanganan dilakukan secara bersama-sama untuk mempercepat pemulihan masyarakat. Selain memperbaiki kerusakan, pemerintah akan terus memenuhi kebutuhan dasar warga, termasuk bahan pangan, air minum, listrik, dan jaringan komunikasi.

Warga Diminta Tidak Dipaksa Kembali ke Rumah

Tito memahami bahwa sebagian masyarakat masih mengalami trauma setelah gempa. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak memaksakan warga untuk kembali ke rumah apabila situasi belum benar-benar stabil.

Warga yang memilih tidur di luar rumah tetap harus mendapatkan bantuan dan perlindungan. Pemerintah daerah diminta memastikan masyarakat merasa aman serta memperoleh dukungan selama masa tanggap darurat, terutama dengan adanya kemungkinan gempa susulan.

Kesimpulan

Peninjauan Mendagri Tito Karnavian di Pelabuhan Laurentius Say menunjukkan bahwa pelayanan pelabuhan telah kembali normal meskipun sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa. Keberlangsungan operasional didukung sistem digital dengan mekanisme cadangan, sementara keamanan bangunan akan ditentukan melalui asesmen Kementerian PU setelah kondisi stabil.

Ke depan, pemerintah perlu terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, mengantisipasi gempa susulan, serta memberikan rasa aman bagi warga yang masih mengalami trauma. Penanganan terpadu dari pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat dan fasilitas publik terdampak bencana.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment