Mengapa Durasi Lampu Hijau Berbeda di Setiap Persimpangan? Ini 3 Sistem Pengaturnya
Pernahkah Anda merasa heran ketika durasi lampu hijau di sebuah persimpangan terasa sangat lama, sementara di lokasi lain lampu lalu lintas berganti warna dalam waktu singkat? Perbedaan tersebut bukan terjadi tanpa alasan. Sistem pengaturan lampu lalu lintas di setiap lokasi dapat menggunakan metode yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pergerakan kendaraan.
Pada umumnya, lampu merah, kuning, dan hijau bekerja secara bergantian berdasarkan hitungan detik. Namun, tidak semua persimpangan menerapkan pola waktu yang sama. Kepolisian dan dinas perhubungan menggunakan tiga sistem utama untuk mengatur ritme kendaraan, mulai dari pengaturan berdasarkan waktu hingga kendali langsung dari ruang pemantauan lalu lintas.
Penjelasan mengenai tiga sistem tersebut disampaikan melalui unggahan video akun Instagram @korlantaspolri.ntmc pada Senin (24/8). Berikut cara kerja masing-masing sistem yang membuat durasi lampu lalu lintas dapat berbeda di setiap lokasi.
1. Sistem Waktu Tetap atau Fixed Time Control
Sistem waktu tetap merupakan metode yang paling umum digunakan dalam pengaturan lampu lalu lintas. Melalui sistem ini, durasi lampu merah, kuning, dan hijau telah ditentukan secara otomatis berdasarkan waktu tertentu.
Pengaturan tersebut dapat disesuaikan dengan pola kepadatan kendaraan pada jam-jam tertentu. Dengan demikian, lampu lalu lintas tidak selalu memiliki durasi yang sama sepanjang hari. Perubahan waktu pengaturan dilakukan untuk menyesuaikan arus kendaraan yang biasanya berbeda antara pagi, siang, maupun waktu lainnya.
Penyesuaian pada jam sibuk
Salah satu contohnya dapat dilihat pada jam sibuk pagi hari. Pada waktu tersebut, durasi lampu hijau yang mengarah ke pusat kota dapat diatur lebih lama dibandingkan arah sebaliknya. Pengaturan ini ditujukan untuk mengakomodasi volume kendaraan pekerja yang lebih tinggi menuju pusat kota.
Karena menggunakan jadwal yang telah ditetapkan, sistem ini membuat perubahan lampu berlangsung berdasarkan waktu yang sudah diprogram. Inilah salah satu alasan mengapa pengendara dapat menemukan durasi lampu hijau yang berbeda ketika berada di persimpangan atau waktu yang tidak sama.
2. Sistem Cerdas atau Adaptive Actuated Control
Berbeda dari sistem waktu tetap, sistem cerdas memanfaatkan teknologi sensor untuk membaca kondisi lalu lintas secara langsung. Sensor yang digunakan dapat berupa kamera CCTV maupun kabel sensor yang ditanam di bawah permukaan aspal.
Teknologi tersebut berfungsi menghitung panjang antrean kendaraan secara real-time. Informasi dari sensor kemudian menjadi dasar bagi sistem untuk menyesuaikan durasi lampu lalu lintas. Karena bekerja berdasarkan kondisi yang terpantau, pengaturan ini bersifat lebih fleksibel.
Durasi disesuaikan dengan antrean kendaraan
Jika sebuah ruas jalan terpantau sepi, lampu lalu lintas dapat berpindah ke warna hijau lebih cepat. Sebaliknya, apabila sensor mendeteksi antrean kendaraan yang panjang, durasi lampu hijau dapat diperpanjang secara otomatis.
Sistem ini membuat waktu pergantian lampu tidak selalu sama dari satu kondisi ke kondisi lainnya. Perubahan tersebut bergantung pada jumlah kendaraan dan panjang antrean yang terdeteksi pada saat itu. Oleh sebab itu, pengendara mungkin mengalami durasi lampu hijau yang berbeda meskipun berada di persimpangan yang sama.
3. Sistem Kendali Pusat atau ATCS Manual
Sistem ketiga terhubung langsung dengan ruang kontrol lalu lintas, seperti TMC, RTMC, atau NTMC. Dalam sistem ini, petugas memantau kondisi persimpangan melalui layar monitor secara real-time.
Pengaturan lampu lalu lintas dapat dilakukan secara manual dari jarak jauh, terutama ketika terjadi kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan segera. Petugas di ruang kontrol memiliki kewenangan untuk mengintervensi pengaturan lampu berdasarkan situasi yang terlihat di lapangan.
Digunakan dalam kondisi darurat
Pengaturan manual biasanya diterapkan ketika terjadi kemacetan parah atau terdapat kendaraan prioritas yang harus melintas. Kendaraan tersebut antara lain ambulans dan mobil pemadam kebakaran.
Dalam keadaan seperti itu, petugas dapat mengubah lampu lalu lintas menjadi hijau untuk membantu melancarkan perjalanan kendaraan prioritas. Langkah ini dilakukan berdasarkan pemantauan langsung terhadap kondisi persimpangan dan kebutuhan lalu lintas yang sedang berlangsung.
Kesimpulan
Durasi lampu hijau yang berbeda di setiap persimpangan dipengaruhi oleh sistem pengaturan yang digunakan. Tiga metode utama yang diterapkan adalah sistem waktu tetap, sistem cerdas berbasis sensor, dan sistem kendali pusat yang dapat dioperasikan secara manual.
Sistem waktu tetap bekerja berdasarkan jadwal, sistem cerdas menyesuaikan durasi dengan panjang antrean kendaraan, sedangkan sistem kendali pusat memungkinkan petugas melakukan intervensi dalam kondisi tertentu. Ke depan, pemahaman terhadap cara kerja sistem tersebut dapat membantu pengendara melihat perubahan durasi lampu lalu lintas sebagai bagian dari upaya mengatur arus kendaraan sesuai kondisi di lapangan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment