Menteri ESDM Buka Tender 7 PLTS, Pemerintah Siapkan Opsi Pengambilalihan melalui Danantara

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang bagi perusahaan listrik swasta untuk mengikuti tender pembangunan tujuh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat realisasi Program PLTS berkapasitas total 100 Giga Watt-peak (GWp).

Dalam skema yang disiapkan pemerintah, perusahaan pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) akan menjadi pihak yang terlebih dahulu didorong untuk terlibat dalam pembangunan sejumlah proyek PLTS tersebut. Namun, pemerintah juga menyiapkan alternatif apabila tender tidak menarik minat swasta atau penawaran harga yang diberikan belum kompetitif.

Jika kondisi tersebut terjadi, pembangunan proyek dapat diambil alih oleh pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Skema itu disiapkan agar pembangunan PLTS tetap berjalan dengan pembiayaan yang efisien, efektif, dan terjangkau.

Tujuh Proyek PLTS Siap Mengikuti Tender

Bahlil menyampaikan bahwa saat ini terdapat tujuh proyek PLTS yang siap memasuki proses tender. Pemerintah akan mendorong keterlibatan IPP terlebih dahulu sesuai dengan arah kebijakan Presiden.

“Tim yang akan melakukan tender nantinya sesuai dengan arah Pak Presiden kami laporkan bahwa ini yang pertama adalah kita dorong IPP,” kata Bahlil dalam peluncuran Program PLTS 100 GWp, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8).

Menurut Bahlil, proyek-proyek tersebut dapat diberikan kepada perusahaan swasta apabila mampu menyampaikan penawaran dengan harga yang kompetitif. Sebaliknya, apabila tidak ada perusahaan yang berminat atau harga yang ditawarkan tidak memenuhi pertimbangan pemerintah, proyek tersebut akan dikerjakan oleh pemerintah melalui Danantara.

“Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP. Kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau, maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat Danantara dengan pembiayaan yang sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden yang efisien, efektif dan terjangkau,” jelas Bahlil.

Daftar PLTS yang Dibuka untuk Tender

Berikut tujuh proyek PLTS yang disebut siap mengikuti proses tender:

  1. PLTS Purwakarta di lahan Bank Tanah dengan kapasitas 69 MWp.
  2. PLTS Terapung Jatiluhur dengan kapasitas 1.688 MWp.
  3. PLTS Terapung Cirata dengan kapasitas 1.250 MWp.
  4. PLTS Terapung Jatigede dengan kapasitas 636 MWp.
  5. PLTS Madura dengan kapasitas 605 MWp.
  6. PLTS Gilimanuk dengan kapasitas 300 MWp.
  7. PLTS Buleleng dengan kapasitas 118 MWp.

Program PLTS 100 GWp Dikebut Tiga Tahun

Program pembangunan PLTS 100 GWp akan dikerjakan secara masif dalam kerangka waktu tiga tahun ke depan. Program tersebut resmi diluncurkan bersamaan dengan pelaksanaan groundbreaking di Gilimanuk, Bali, pada Selasa (25/8).

Sebagai tahap awal, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS yang tersebar di enam provinsi. Beberapa wilayah yang disebut dalam tahap awal tersebut antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Secara keseluruhan, proyek tahap awal itu memiliki total kapasitas sekitar 5,3 GWp.

Sejumlah proyek yang termasuk dalam tahap awal antara lain PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur sebesar 134 MWp, PLTS Desa Sembur sebesar 0,92 MWp, serta PLTS Pulau Rengit dengan kapasitas 0,078 MWp.

“Dan untuk di hari yang kita laksanakan ini adalah kita groundbreaking 5,3 gigawatt dan untuk di Bali adalah 1.000 megawatt plus baterai,” ungkap Bahlil.

Skema Pemerintah Jika Tender Kurang Diminati

Penawaran kepada IPP menjadi opsi awal dalam pelaksanaan tender tujuh proyek PLTS. Melalui mekanisme tersebut, perusahaan swasta berkesempatan mengambil bagian dalam pembangunan pembangkit energi surya dengan mempertimbangkan harga yang kompetitif.

Meski demikian, pemerintah tidak hanya mengandalkan partisipasi swasta. Danantara disiapkan sebagai alternatif untuk mengambil alih pelaksanaan proyek apabila tender tidak mendapatkan peminat atau penawaran yang masuk tidak sesuai dengan harapan pemerintah.

Dengan adanya dua skema tersebut, pembangunan tujuh PLTS tetap memiliki jalur pelaksanaan, baik melalui IPP maupun melalui pemerintah. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari percepatan Program PLTS 100 GWp yang ditargetkan berjalan dalam tiga tahun mendatang.

Kesimpulan

Pemerintah membuka tender pembangunan tujuh PLTS kepada perusahaan listrik swasta sebagai langkah awal mempercepat Program PLTS 100 GWp. IPP akan diprioritaskan apabila mampu memberikan harga kompetitif. Namun, apabila tender tidak diminati atau penawaran yang tersedia tidak memenuhi kriteria, proyek dapat diambil alih pemerintah melalui BPI Danantara.

Dengan peluncuran 14 proyek awal berkapasitas sekitar 5,3 GWp dan rencana pembangunan yang dikebut dalam tiga tahun, pemerintah menempatkan energi surya sebagai bagian penting dalam pengembangan pembangkit listrik. Perkembangan proses tender dan pilihan skema pelaksanaan akan menjadi tahap berikutnya dalam merealisasikan proyek-proyek tersebut.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment