Michael Carrick Terancam Dipecat Sebelum Januari Usai Manchester United Ditahan Fulham
Manchester United menghadapi tekanan besar setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Fulham pada matchday kelima Liga Inggris. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Craven Cottage, Minggu (20/9), tersebut membuat posisi Michael Carrick sebagai pelatih kembali menjadi sorotan.
Hasil imbang itu membuat Manchester United baru mengumpulkan lima poin dari lima pertandingan awal Premier League. Catatan tersebut menyamai rekor buruk klub pada awal musim 2014/2015, ketika MU juga hanya meraih lima poin dari lima laga pertama.
Situasi tersebut memunculkan prediksi bahwa Carrick tidak akan mampu bertahan hingga pertengahan musim. Perry Groves, mantan pemain Arsenal, menilai performa dan hasil yang diraih Manchester United menjadi alasan kuat bagi klub untuk mempertimbangkan masa depan sang pelatih.
Posisi Michael Carrick Mulai Tertekan
Michael Carrick disebut berada dalam tekanan setelah Manchester United kembali gagal meraih kemenangan. Perolehan lima poin dari lima pertandingan membuat klub tersebut tertahan di peringkat ke-12 klasemen Premier League.
Perry Groves bahkan memperkirakan Carrick dapat kehilangan pekerjaannya sebelum Januari. Prediksi tersebut disampaikan Groves setelah melihat penampilan Manchester United saat menghadapi Fulham.
“Menurut saya, Michael Carrick tidak akan bertahan sampai pertengahan musim,” ujar Groves seperti dikutip dari talkSport.
Apabila prediksi itu terwujud, situasi tersebut akan menjadi hal yang cukup aneh bagi Carrick. Pasalnya, pelatih berusia 45 tahun itu baru menggantikan Ruben Amorim pada Januari 2026 di musim sebelumnya.
Perry Groves Soroti Semangat Juang MU
Selain hasil pertandingan, Groves juga menyoroti cara Manchester United bermain. Menurut dia, para pemain MU tidak menunjukkan performa maksimal ketika menghadapi Fulham.
Groves menilai Manchester United tampil setengah-setengah, baik ketika melakukan tekanan maupun saat bertahan. Penilaian tersebut menunjukkan bahwa masalah MU bukan hanya terletak pada hasil akhir, tetapi juga pada intensitas permainan yang ditampilkan sepanjang laga.
“Saya melihat situasi ini dan berpendapat bahwa Man United adalah tim yang bermain setengah-setengah,” kata Groves.
Ia kemudian menjelaskan bahwa tekanan yang dilakukan Manchester United tidak berjalan secara optimal. Ketika mencoba menekan lawan, para pemain dinilai tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya, ketika mengambil posisi lebih bertahan, MU juga tidak memberikan tekanan kepada pemain lawan yang menguasai bola di area pertahanan mereka sendiri.
Tekanan Berlanjut Setelah Gagal Menang
Penilaian tersebut semakin menambah tekanan terhadap Carrick. Manchester United sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan melawan Fulham. Namun, dominasi itu tidak langsung menghasilkan gol bagi tim tamu.
Fulham justru mampu membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-63. Gol tersebut tercipta melalui gol bunuh diri yang dilakukan Lisandro Martinez.
Manchester United kemudian harus menunggu hingga menit-menit akhir pertandingan untuk mencetak gol penyeimbang. Matheus Cunha menyelamatkan MU dari kekalahan melalui sepakan kaki kanan pada menit ke-89.
MU Masih Mengoleksi Lima Poin
Gol Cunha memang membuat Manchester United terhindar dari kekalahan, tetapi hasil imbang tersebut belum cukup untuk memperbaiki posisi klub secara signifikan. Dari lima pertandingan yang telah dimainkan, MU baru mengoleksi lima poin.
Perolehan itu membuat Manchester United berada di peringkat ke-12 klasemen Premier League. Catatan tersebut juga mengingatkan pada awal musim 2014/2015, ketika MU meraih jumlah poin yang sama dari lima pertandingan pertama.
Dengan tekanan dari hasil pertandingan dan sorotan terhadap performa tim, masa depan Carrick di Manchester United kini menjadi pertanyaan. Prediksi Perry Groves mengenai kemungkinan Carrick tidak bertahan hingga pertengahan musim menambah perhatian terhadap situasi di klub.
Kesimpulan
Manchester United berada dalam kondisi sulit setelah ditahan Fulham 1-1. Hasil itu membuat MU hanya mengumpulkan lima poin dari lima laga dan menempati posisi ke-12 Premier League, sekaligus menyamai catatan buruk awal musim 2014/2015.
Michael Carrick pun berada di bawah tekanan. Perry Groves memprediksi Carrick tidak akan bertahan hingga pertengahan musim karena menilai Manchester United bermain tanpa intensitas dan semangat juang yang cukup. Ke depan, hasil pertandingan berikutnya serta kemampuan MU memperbaiki permainan akan menjadi sorotan utama dalam menentukan kelanjutan posisi Carrick sebagai pelatih.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment