Muktamar Ke-35 NU di Jombang Dihadiri Menteri, Pimpinan Lembaga, dan Tokoh Nasional
JOMBANG — Pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8), dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, tokoh lintas organisasi, serta sejumlah ulama dan pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah.
Kehadiran para pejabat negara dan tokoh nasional tersebut menambah semarak agenda pembukaan muktamar yang menjadi forum penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia. Selain mengikuti rangkaian seremoni pembukaan, para tamu juga menyaksikan dimulainya agenda persidangan yang akan berlangsung hingga Minggu (30/8).
Sejumlah Menteri Hadiri Pembukaan Muktamar NU
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih tampak menghadiri pembukaan Muktamar Ke-35 NU. Mereka di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Hadir pula Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Jajaran pejabat negara tersebut melengkapi daftar tamu yang hadir dalam pembukaan muktamar di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Pimpinan Lembaga Negara dan Parlemen Turut Hadir
Selain para menteri, sejumlah pimpinan lembaga negara dan pejabat keamanan juga tampak mengikuti jalannya acara. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir untuk memantau sekaligus mengikuti prosesi pembukaan.
Kapolri terlihat berada di deretan yang sama dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.
Dari unsur parlemen, hadir Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono. Sementara itu, sejumlah pejabat di sektor ekonomi dan keuangan yang hadir antara lain Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, serta Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.
Tokoh Lintas Organisasi dan Pemerintahan
Pembukaan Muktamar Ke-35 NU juga dihadiri tokoh dari berbagai bidang. Nyai Sinta Nuriyah Wahid, istri Presiden Keempat RI KH Abdurrahman Wahid sekaligus Mustasyar PBNU, turut hadir dalam acara tersebut.
Selain itu, tampak Ketua Komisi Pemilihan Umum Mochammad Afifuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menunjukkan luasnya perhatian terhadap pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.
Jajaran Pengurus NU dan Pengasuh Pesantren Hadir
Dari internal NU, hadir Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama sejumlah pengurus PBNU.
Turut hadir Ketua MUI KH Anwar Iskandar, Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfikar Mustofa, serta Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siroj. Sejumlah jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU juga mengikuti pembukaan muktamar.
Tokoh NU lainnya yang disebut hadir antara lain Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori, Katib Syuriyah PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin, Rais PBNU Prof Mohammad Nuh, Bendahara PBNU Gus Gufron Arif, dan Ketua PBNU KH Amin Said Husni.
Dari jajaran NU Jawa Timur, hadir Ketua Umum PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Sejumlah pengasuh pesantren dari berbagai daerah juga tampak menghadiri kegiatan tersebut.
Mereka di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri KH Nurul Huda Jazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Kafabihi Mahrus, dan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH Hasib Wahab Chasbullah.
Selain itu, hadir Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang KH Abdul Salam Syahid atau Gus Salam, serta Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Sleman Gus Miftah Maulana. Sesepuh Tambakberas Jombang, Ibu Nyai Mahfudhoh, juga turut hadir dalam acara tersebut.
Rangkaian Pembukaan Muktamar Ke-35 NU
Prosesi pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars NU, Syubbanul Wathon. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat.
Setelah itu, rangkaian kegiatan diisi dengan sambutan Gubernur Jawa Timur, sambutan Shohibul Bait, laporan Ketua Panitia Muktamar Ke-35, serta penyerahan materi muktamar dari ketua panitia kepada Ketua Umum PBNU.
Puncak pembukaan diisi dengan sambutan Ketua Umum PBNU, khutbah iftitah oleh Rais Aam PBNU, dan amanat Presiden Republik Indonesia. Amanat tersebut sekaligus menandai dibukanya Muktamar Ke-35 NU secara resmi.
Agenda Persidangan hingga Pemilihan Pimpinan NU
Setelah seremoni pembukaan, muktamar langsung memasuki agenda persidangan pada Kamis malam. Sidang Pleno I dijadwalkan membahas dan mengesahkan jadwal serta tata tertib muktamar. Selanjutnya, Sidang Pleno II membahas laporan pertanggungjawaban PBNU, pandangan umum peserta atas laporan tersebut, serta jawaban atas pandangan umum.
Para peserta kemudian dibagi ke dalam enam komisi. Keenam komisi tersebut terdiri atas Komisi A Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyyah, Komisi B Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu’iyyah, Komisi C Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qonuniyyah, Komisi D Organisasi, Komisi E Program, dan Komisi F Rekomendasi.
Agenda persidangan berlanjut pada Sabtu (29/8). Setelah sidang komisi selesai, Muktamar Ke-35 NU menggelar Sidang Pleno III untuk membahas dan mengesahkan hasil persidangan komisi. Berikutnya, Sidang Pleno IV dijadwalkan membahas pengesahan tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum, termasuk tabulasi usulan anggota Ahlul Halli wal Aqdi atau Ahwa.
Sidang Pleno V pada Sabtu malam menjadi salah satu agenda paling menentukan. Sidang tersebut mencakup proses demisioner Pengurus PBNU masa khidmah 2021-2026 dan pemilihan pimpinan baru.
Agenda strategis lainnya meliputi pemilihan dan penetapan anggota Ahwa, sidang tertutup anggota Ahwa, serta pengesahan Rais Aam PBNU masa khidmah 2026-2031. Pada malam yang sama, dijadwalkan pula pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031 dan penetapan mede formatur.
Penutupan Dijadwalkan pada Minggu
Seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 NU akan ditutup pada Minggu (30/8). Seremoni penutupan dijadwalkan berlangsung pukul 08.30 hingga 10.15 WIB di Ruang Pleno Halaman GSG.
Acara penutupan akan diisi dengan pembacaan laporan panitia, penyerahan hasil muktamar, sambutan Shohibul Bait, serta pidato perdana Ketua Umum dan Rais Aam PBNU terpilih masa khidmah 2026-2031. Pidato tersebut sekaligus menjadi bagian akhir dan penanda resmi berakhirnya Muktamar Ke-35 NU.
Kesimpulan
Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang dihadiri berbagai unsur, mulai dari menteri, pimpinan lembaga negara, tokoh lintas organisasi, pengurus NU, hingga pengasuh pondok pesantren. Setelah pembukaan, perhatian akan tertuju pada rangkaian persidangan, pembahasan program dan rekomendasi, serta proses pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk masa khidmah 2026-2031.
Hasil persidangan dan kepemimpinan baru yang ditetapkan nantinya akan menjadi bagian penting dari arah perjalanan NU setelah muktamar berakhir.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment