Pemadaman Karhutla di Kotim Terkendala Sumber Air, 22 Titik Masih Ditangani
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, masih menjadi perhatian serius. Proses pemadaman menghadapi berbagai kendala, mulai dari lokasi sumber air yang jauh, keterbatasan peralatan, hingga kondisi medan yang sulit dijangkau. Dalam waktu bersamaan, petugas harus menangani puluhan titik kebakaran yang tersebar di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengatakan sedikitnya 22 titik karhutla ditangani di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang. Setelah proses pemadaman dilakukan, sejumlah lokasi masih menyisakan kepulan asap sehingga petugas perlu melanjutkan pembasahan untuk memastikan api tidak kembali muncul.
Pemadaman Karhutla Berlangsung di Banyak Titik
Penanganan karhutla di Kotim berlangsung dengan intensitas tinggi. Petugas harus bergerak ke beberapa lokasi dalam waktu yang bersamaan untuk mengendalikan api dan mencegah penyebaran lebih luas. Situasi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan koordinasi, tenaga, serta waktu yang tidak sedikit.
Multazam menjelaskan, kondisi di lapangan tidak mudah. Jarak sumber air yang jauh menjadi salah satu hambatan utama bagi petugas. Selain itu, ketersediaan selang yang terbatas dan gangguan pada mesin pemadam turut memperlambat upaya penanganan di sejumlah lokasi.
“Kondisi lapangan tidak mudah. Petugas menghadapi kendala sumber air yang jauh, keterbatasan selang, hingga gangguan pada mesin pemadam. Di beberapa lokasi, api berada di kawasan yang sulit dijangkau sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk melakukan pembasahan,” ujar Multazam, dikutip dari detikcom, Kamis (20/8).
Sejumlah Wilayah Menjadi Fokus Penanganan
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian petugas berada di sekitar Jalan Moh Hatta Lingkar Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Wilayah tersebut menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan penanganan karena masih ditemukan titik api dan kepulan asap setelah pemadaman.
Selain kawasan Jalan Moh Hatta Lingkar Selatan, petugas juga melakukan penanganan di sejumlah titik lain. Lokasi tersebut meliputi Jalan Panglima Hamdan, Jalan MT Haryono Barat, Jalan HM Arsyad, hingga kawasan Jalan Jenderal Sudirman.
Medan yang sulit dijangkau membuat petugas harus melakukan pembasahan secara lebih hati-hati dan berulang. Upaya tersebut diperlukan untuk mengurangi potensi bara api yang masih tersisa di dalam lahan. Keterbatasan akses dan jarak sumber air juga membuat setiap proses pemadaman membutuhkan tenaga tambahan.
Relawan Mengalami Sesak Napas dan Kelelahan
Intensitas pemadaman yang tinggi turut berdampak terhadap kondisi warga dan relawan yang terlibat. Seorang relawan asal Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rizky Mubarrak, harus mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Murjani Sampit.
Rizky mengalami sesak napas dan kelelahan setelah membantu petugas memadamkan karhutla. Kondisi tersebut menunjukkan beratnya situasi yang dihadapi para relawan ketika bekerja di tengah asap dan panas.
Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, menyampaikan bahwa kondisi Rizky telah stabil setelah memperoleh pertolongan medis. Ia juga menilai peristiwa tersebut menjadi gambaran mengenai perjuangan warga dan relawan yang ikut membantu proses pemadaman di lapangan.
“Peristiwa tersebut menjadi gambaran beratnya perjuangan warga dan relawan yang ikut membantu pemadaman di tengah kondisi asap dan panas,” kata Irpansyah.
Hotspot dan Luas Lahan Terbakar Terus Dipantau
Berdasarkan data BPBD Kotim yang dilaporkan hingga 19 Agustus, jumlah hotspot yang terakumulasi sepanjang tahun telah mencapai 3.840 titik. Sementara itu, luas lahan yang terbakar hingga 18 Agustus tercatat sekitar 1.317,15 hektare.
Data tersebut memperlihatkan besarnya skala persoalan karhutla di wilayah Kotim. Banyaknya hotspot dan luas lahan terdampak membuat penanganan tidak hanya bergantung pada proses pemadaman, tetapi juga membutuhkan pemantauan berkelanjutan di lokasi yang masih mengeluarkan asap.
Kesimpulan
Pemadaman karhutla di Kotim masih menghadapi sejumlah kendala, terutama jauhnya sumber air, keterbatasan selang, gangguan mesin pemadam, serta medan yang sulit dijangkau. Petugas menangani sedikitnya 22 titik kebakaran di Mentawa Baru Ketapang dan Baamang, sementara beberapa lokasi masih menyisakan kepulan asap.
Kondisi relawan yang mengalami sesak napas dan kelelahan juga menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla harus memperhatikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat. Dengan jumlah hotspot yang mencapai 3.840 titik dan luas lahan terbakar sekitar 1.317,15 hektare, pemantauan serta upaya pemadaman perlu terus dilakukan secara intensif hingga seluruh titik dinyatakan aman.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment