Pemkab Manggarai Timur Klarifikasi Video Viral Ketegangan Camat dan Petugas BNPB

Manggarai Timur – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan ketegangan antara Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman dan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Insiden tersebut terjadi dalam konteks penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana.

Pemkab Manggarai Timur menegaskan bahwa aksi emosi yang terekam dalam video bukan merupakan bentuk pertentangan atau konflik antarlembaga. Pemerintah daerah menyebut kejadian itu dipicu oleh kendala komunikasi dan koordinasi di lapangan, terutama dalam situasi tanggap darurat yang menuntut seluruh pihak bergerak cepat.

Pemkab Manggarai Timur Sebut Insiden Dipicu Kendala Koordinasi

Dalam siaran pers resmi yang disampaikan pada Sabtu (22/8), Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menjelaskan bahwa kondisi tanggap darurat bencana memiliki dinamika yang sangat cepat berubah. Setiap pihak di lapangan dituntut mengambil keputusan dalam waktu singkat demi memastikan penanganan berjalan dan bantuan dapat segera disalurkan.

Situasi kerja yang berada di bawah tekanan tinggi, ditambah keterbatasan informasi, dinilai dapat memicu perbedaan pemahaman mengenai mekanisme distribusi bantuan. Perbedaan tersebut kemudian berpotensi menimbulkan ketidaksinkronan dalam pelaksanaan tugas, termasuk antara pemerintah daerah dan petugas yang terlibat dalam penanganan bencana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur Winsensius Tala menegaskan bahwa ketidaksinkronan dalam kondisi darurat merupakan hal yang manusiawi. Menurut dia, situasi tersebut tidak semestinya dipahami sebagai perselisihan antara institusi maupun pihak-pihak yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.

“Kita harus pahami, di masa darurat semua bergerak cepat, kadang belum sinkron itu hal yang manusiawi,” ujar Winsensius saat memberikan keterangan kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (22/8) pagi.

Koordinasi Lintas Sektor Terus Diperkuat

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menyatakan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai pembagian peran, mekanisme kerja, serta arah penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.

Winsensius menyampaikan bahwa pemerintah daerah berupaya memastikan setiap langkah penanganan di lapangan berjalan dengan arah yang selaras. Ia juga mengingatkan bahwa Camat Lamba Leda Utara dan tim BNPB tidak berada pada posisi yang saling berhadapan.

“Kami pastikan koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat, setiap langkah di lapangan punya pemahaman dan arah yang seragam. Saya ingatkan kembali: kita tidak sedang berhadapan satu sama lain. Kami berdiri di sisi yang sama, di sisi masyarakat,” kata Winsensius.

Pemkab Manggarai Timur memastikan tidak ada niat untuk mempertentangkan pihak mana pun. Camat Lamba Leda Utara maupun tim BNPB dinilai sama-sama memiliki peran penting dalam upaya penanganan kondisi darurat dan pemenuhan kebutuhan warga yang terdampak bencana.

Kesalahpahaman Diminta Segera Diluruskan

Pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut juga telah didorong untuk berkomunikasi secara langsung. Komunikasi itu diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman yang muncul sehingga persoalan tidak berkembang atau berlarut-larut.

Pemerintah daerah menilai penyelesaian melalui komunikasi langsung menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran penanganan bencana. Dengan koordinasi yang lebih baik, distribusi bantuan diharapkan dapat berlangsung sesuai kebutuhan dan tidak terhambat oleh perbedaan pemahaman di lapangan.

Masyarakat Diminta Tidak Menyebarkan Informasi Belum Terverifikasi

Selain memperkuat koordinasi antarinstansi, Sekretaris Daerah Manggarai Timur juga mengimbau masyarakat agar tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video yang menampilkan ketegangan antara camat dan petugas BNPB.

Winsensius menekankan bahwa perhatian utama pemerintah saat ini adalah memastikan bantuan serta pelayanan terbaik dapat diterima oleh warga terdampak. Menurutnya, situasi bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak, bukan perdebatan mengenai siapa yang benar atau siapa yang salah.

“Pemerintah hadir bukan mencari siapa menang atau kalah. Yang harus kita menangkan adalah kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Fokus pada Kepentingan Warga Terdampak

Pemkab Manggarai Timur berharap perbedaan yang muncul dalam insiden tersebut dapat dipandang sebagai bagian dari dinamika komunikasi di lapangan. Setiap pihak diminta segera meluruskan hal-hal yang masih menjadi kesalahpahaman dan kembali bekerja secara bersama-sama.

Penanganan bencana membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesamaan arah. Karena itu, penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, camat, BNPB, serta pihak terkait lainnya menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.

Kesimpulan

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menegaskan bahwa ketegangan antara Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman dan petugas BNPB bukan konflik antarlembaga, melainkan dampak dari kendala komunikasi dan koordinasi dalam situasi tanggap darurat. Pemkab berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor, mendorong komunikasi langsung, serta mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Ke depan, seluruh pihak diharapkan dapat mengesampingkan perbedaan dan memusatkan perhatian pada penyaluran bantuan serta pelayanan bagi warga terdampak bencana di Manggarai Timur. Kepentingan masyarakat menjadi tujuan utama yang harus didahulukan dalam setiap langkah penanganan darurat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment