Pemprov DKI Buka Akses Pasar Global bagi UMKM melalui CIEIE Indonesia 2026

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional. Salah satu langkah yang ditempuh ialah mendorong keikutsertaan UMKM Jakarta dalam China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) Indonesia 2026.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai ajang tersebut dapat menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan bisnis. Selain itu, pameran ini memberikan kesempatan bagi UMKM untuk bertemu dengan calon mitra dari berbagai pasar internasional, khususnya Tiongkok.

Rano menyampaikan hal tersebut saat menyambut penyelenggaraan CIEIE Indonesia 2026 di Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (24/8). Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat daya saing dan membuka peluang ekspor bagi UMKM binaan.

CIEIE 2026 Perluas Pertemuan Bisnis UMKM

CIEIE Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3-5 September 2026 di Hall B-C, JIExpo Kemayoran. Pameran ini mempertemukan berbagai pihak dalam rantai perdagangan, mulai dari pembeli, importir, distributor, peritel, hingga penjual marketplace.

Di sisi lain, para peserta juga dapat bertemu dengan pemasok, pabrik, dan pemilik merek dari berbagai kategori produk. Pertemuan tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan sebelum menjalin kerja sama bisnis.

Informasi Produk hingga Peluang Kerja Sama

Pelaku usaha yang hadir dalam pameran dapat mengakses informasi mengenai produk, harga, jumlah pemesanan minimum atau minimum order quantity (MOQ), serta sampel. Selain itu, tersedia pula peluang pertemuan bisnis dengan calon mitra yang berpotensi mendukung pengembangan usaha.

Rano mengatakan, forum tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi produk, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok. Menurut dia, kondisi ini dapat membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM Jakarta untuk memasuki pasar internasional.

“Forum ini memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Tiongkok. Artinya, ini membuka peluang lebih besar bagi UMKM Jakarta untuk masuk ke pasar internasional, khususnya Tiongkok,” ujar Rano dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8).

23 UMKM Jakarta Disiapkan ke CISMEF 2026

Sebagai langkah konkret dalam memperluas akses pasar ekspor, Pemprov DKI Jakarta juga akan memberangkatkan 23 UMKM terkurasi ke China International SME Fair (CISMEF) 2026. Ajang tersebut diselenggarakan di Guangzhou, Tiongkok, pada 3-6 September 2026.

Keikutsertaan UMKM Jakarta dalam kegiatan tersebut dikemas melalui program Choose Jakarta. Program ini menjadi salah satu strategi Pemprov DKI Jakarta untuk memperkenalkan produk UMKM binaan sekaligus membuka akses menuju pasar ekspor.

Sebelumnya, tiga UMKM binaan Jakarta telah mengikuti China Food Trade Fair pada Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, upaya promosi produk di pasar internasional turut dilengkapi dengan fasilitasi temu bisnis bersama pembeli, importir, distributor, hingga peritel global.

Penguatan Ekspor Jadi Bagian Transformasi Ekonomi

Rano menegaskan bahwa penguatan daya saing ekspor UMKM merupakan bagian penting dari transformasi ekonomi Jakarta. Peran sektor industri pengolahan juga dinilai cukup penting karena tercatat menyumbang sekitar 11,13 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta pada 2025.

Ke depan, arah pembangunan industri di Jakarta akan difokuskan pada pengembangan industri bernilai tambah dan berteknologi tinggi. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam prosesnya.

Selain industri pengolahan, pengembangan ekonomi Jakarta turut mengintegrasikan sektor industri dengan jasa modern dan ekosistem halal. Integrasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan yang kompetitif.

Ditargetkan Menghasilkan Kerja Sama Nyata

Pemprov DKI Jakarta berharap keikutsertaan UMKM dalam CIEIE Indonesia 2026 dan berbagai ajang perdagangan internasional tidak berhenti pada kegiatan pameran. Agenda tersebut diharapkan menghasilkan kerja sama konkret antara pelaku usaha dengan calon mitra dari pasar global.

Rano juga berharap kegiatan ini dapat mendorong hadirnya investasi baru, memperluas akses pasar, serta menciptakan lebih banyak peluang bisnis bagi UMKM Jakarta. Dengan demikian, partisipasi dalam pameran internasional dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan usaha binaan.

Kesimpulan

Pemprov DKI Jakarta memperkuat strategi pengembangan UMKM melalui partisipasi dalam CIEIE Indonesia 2026 dan pengiriman 23 UMKM terkurasi ke CISMEF 2026 di Guangzhou. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses ekspor, memperluas jaringan bisnis, serta mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli dan mitra internasional.

Ke depan, keberhasilan program tersebut akan tercermin dari lahirnya kerja sama bisnis, investasi, dan akses pasar baru yang dapat memperkuat daya saing UMKM Jakarta. Upaya ini juga sejalan dengan arah transformasi ekonomi Jakarta menuju industri bernilai tambah, berteknologi tinggi, ramah lingkungan, serta terhubung dengan sektor jasa modern dan ekosistem halal.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment