Pemprov DKI Jakarta Salurkan Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp5,8 miliar bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dilepas langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dari Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (20/8).

Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian dan kehadiran Pemprov DKI Jakarta bagi warga NTT yang menghadapi dampak gempa bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8). Selain bantuan logistik dan dana tunai, Pemprov DKI juga telah mengirimkan tim kesehatan untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat terdampak.

Pemprov DKI Himpun Bantuan Rp5,85 Miliar

Pramono Anung mengatakan, bantuan tersebut dihimpun melalui kolaborasi berbagai unsur di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pihak yang terlibat meliputi aparatur sipil negara (ASN), perangkat daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan data yang disampaikan, total dana yang telah terkumpul mencapai Rp5.853.728.500. Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses penggalangan bantuan tetap dibuka hingga 25 Agustus 2026.

“Pemerintah DKI Jakarta hadir untuk membantu masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terkena dampak bencana pada 15 Agustus kemarin. Gempa dengan magnitudo 7,7 sangat besar dan dampaknya luar biasa,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).

Ia menegaskan bahwa bantuan yang dikirim merupakan tahap awal. Pemprov DKI masih memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang ingin berpartisipasi dalam upaya kemanusiaan tersebut hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Ragam Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Marulitua Sijabat menjelaskan, bantuan yang dikirim mencakup sejumlah kebutuhan penting bagi masyarakat di lokasi bencana. Bantuan tersebut meliputi pangan, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, sarana air bersih, serta uang tunai.

Logistik, Dana Tunai, dan Dukungan Air Bersih

Adapun sejumlah logistik yang dikirim terdiri atas makanan siap saji, air mineral, biskuit, kasur lipat, perlengkapan keluarga, terpal, obat-obatan, cairan infus, dan makanan anak. Selain itu, PAM Jaya turut mendukung penanganan kebutuhan air bersih melalui pengiriman 200 unit toren air.

Pemprov DKI juga menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1,11 miliar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mengirimkan Mobile Water Treatment Plant dengan nilai dukungan mencapai Rp2,5 miliar.

Kebutuhan mendesak lainnya, seperti popok dan perlengkapan sanitasi bagi bayi serta lansia, akan menjadi perhatian dalam pengiriman bantuan berikutnya. Penentuan kebutuhan tersebut dilakukan berdasarkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan tim yang bertugas di lapangan.

Tim Kesehatan DKI Telah Berada di Lokasi

Sehari setelah gempa terjadi, Pemprov DKI Jakarta telah memberangkatkan tim kesehatan ke wilayah terdampak. Tim tersebut bertugas memberikan pelayanan medis kepada warga yang membutuhkan di tengah masa tanggap darurat.

Pengiriman tim kesehatan menjadi bagian dari dukungan Pemprov DKI selain bantuan logistik dan dana tunai. Kebutuhan lanjutan akan disesuaikan dengan kondisi masyarakat serta hasil koordinasi bersama pemerintah daerah dan petugas di lokasi bencana.

Pramono menekankan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas Jakarta terhadap daerah lain yang sedang menghadapi bencana. Menurutnya, kepedulian dan dukungan kemanusiaan tidak terbatas pada wilayah administrasi tertentu.

“Solidaritas Jakarta tidak berhenti pada batas wilayah administrasi. Ketika saudara-saudara kita di daerah lain mengalami musibah, Jakarta harus selalu hadir untuk mendukung pemulihan mereka sepenuhnya,” tegas Pramono.

Bantuan Didistribusikan ke Tujuh Kabupaten di NTT

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, menyampaikan bahwa bantuan dari Pemprov DKI Jakarta akan digunakan untuk mendukung penanganan masa tanggap darurat di tujuh kabupaten terdampak.

Tujuh wilayah tersebut meliputi Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Ende, Sikka, dan Nagekeo. Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara. Helikopter juga digunakan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi akibat bencana.

Menurut Andi Eviana, bantuan dari Pemprov DKI Jakarta merupakan bantuan pertama yang diserahkan pemerintah provinsi untuk mendukung penanganan di tujuh kabupaten terdampak selama masa tanggap darurat.

Distribusi Dikoordinasikan BNPB dan TNI

Marulitua menjelaskan, proses distribusi bantuan dilakukan melalui sistem logistik nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI. Pengiriman melalui jalur udara diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, sedangkan jalur laut dilakukan melalui Pangkalan TNI AL Komando Armada I di Jakarta Utara.

Seluruh bantuan yang dihimpun di Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma akan disalurkan ke wilayah terdampak. Proses tersebut didukung oleh pesawat Hercules, kapal perang KRI, serta helikopter untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.

Kesimpulan

Penyaluran bantuan senilai Rp5,8 miliar dari Pemprov DKI Jakarta menjadi bentuk solidaritas antardaerah dalam membantu masyarakat NTT menghadapi dampak gempa bumi. Bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan pengungsian, layanan kesehatan, obat-obatan, air bersih, serta dana tunai.

Dengan penggalangan yang masih dibuka hingga 25 Agustus 2026, jumlah bantuan berpotensi bertambah. Selanjutnya, distribusi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan melalui koordinasi BNPB, TNI, pemerintah daerah, dan tim kesehatan agar dukungan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak, termasuk lokasi yang terisolasi.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment