Pertolongan Pertama Digigit Anjing: Langkah Penanganan dan Risiko Rabies
Digigit anjing merupakan peristiwa yang dapat menimbulkan rasa takut, terkejut, dan nyeri hebat secara tiba-tiba. Dalam kondisi panik, seseorang mungkin kesulitan menentukan tindakan yang tepat. Padahal, pertolongan pertama perlu segera dilakukan untuk mencegah luka berkembang menjadi masalah medis yang lebih serius.
Anjing dapat menyerang ketika merasa terancam. Gigitan juga bisa terjadi saat anjing bermain terlalu kasar atau menghadapi situasi yang belum pernah dialaminya. Karena itu, setelah mengalami gigitan, korban perlu segera menjauh dari hewan tersebut dan memastikan dirinya berada di tempat yang aman.
Penanganan gigitan anjing bergantung pada tingkat keparahan luka. Selain merawat bagian yang terluka, penting pula untuk mengetahui status vaksinasi anjing karena hewan tersebut dapat membawa virus rabies. Berikut panduan pertolongan pertama yang dapat dilakukan.
Segera Menjauh dari Anjing
Langkah pertama setelah digigit adalah berpindah ke tempat yang aman. Jika memungkinkan, jauhi anjing tersebut agar tidak terjadi serangan atau cedera lanjutan. Usahakan tetap berhati-hati ketika meninggalkan lokasi kejadian, terutama jika anjing masih berada di sekitar korban.
Setelah berada di tempat yang aman, perhatikan kondisi luka. Tingkat keparahan gigitan akan menentukan tindakan berikutnya. Jika luka tergolong parah, segera cari bantuan atau hubungi layanan darurat agar korban memperoleh penanganan medis. Selanjutnya, ikuti instruksi pertolongan pertama yang diberikan oleh petugas medis.
Membersihkan Area Gigitan
Jika Kulit Tidak Terluka
Apabila gigitan tidak menyebabkan kulit terluka dan tidak menimbulkan pendarahan, area yang terkena tetap perlu dibersihkan. Basuh bagian tersebut menggunakan air hangat dan sabun. Setelah itu, oleskan salep antibiotik untuk membantu membasmi bakteri.
Meskipun tidak terlihat luka terbuka, korban tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh dan area yang terkena gigitan. Jika muncul gejala lain yang lebih serius, segera cari pertolongan medis.
Jika Kulit Robek atau Berdarah
Gigitan yang menyebabkan kulit terluka atau robek memerlukan perhatian medis, terlebih apabila lukanya tergolong parah atau menimbulkan pendarahan. Dalam situasi tersebut, jangan menunda untuk mendapatkan bantuan. Penanganan oleh tenaga medis diperlukan agar kondisi luka dapat dinilai dan tindakan lanjutan bisa diberikan sesuai kebutuhan.
Periksa Status Vaksinasi Anjing
Selain memeriksa kondisi luka, korban atau keluarga perlu berusaha mengetahui status vaksinasi anjing yang menggigit. Pastikan apakah anjing tersebut telah mendapatkan vaksinasi rabies terbaru atau belum.
Risiko perlu diperhatikan secara serius apabila gigitan berasal dari anjing liar, anjing yang berperilaku aneh, atau anjing yang belum mendapatkan vaksin terbaru. Dalam kondisi tersebut, segera temui dokter untuk memperoleh vaksin terhadap virus rabies.
Vaksin dan Penanganan Rabies
Vaksin antirabies biasanya diberikan dalam rangkaian lima dosis. Jadwal pemberiannya mencakup hari kejadian, hari ketiga, hari ketujuh, hari ke-14, dan hari ke-28. Namun, pemberian vaksin tetap perlu mengikuti penilaian serta arahan dokter.
Untuk gigitan tunggal maupun ganda yang menyebabkan pendarahan, korban dapat memperoleh immunoglobulin rabies atau RIG. Zat tersebut disuntikkan langsung ke dalam dan di sekitar luka. Tujuannya adalah memberikan perlindungan segera sebelum vaksin mulai bekerja.
Dokter juga dapat memberikan toksoid tetanus apabila vaksin tetanus terakhir telah diberikan lebih dari lima tahun sebelumnya. Selain itu, antibiotik seperti amoksisilin-klavulanat bisa diresepkan untuk membantu mencegah infeksi bakteri, termasuk selulitis.
Hal yang Harus Dihindari
Selama melakukan pertolongan pertama, hindari menyentuh luka dengan tangan kosong. Jangan pula mengoleskan bahan-bahan yang dapat mengiritasi luka, seperti cabai, tanah, minyak, kunyit, jeruk nipis, garam, abu, dan getah tanaman.
Penggunaan bahan tersebut tidak dianjurkan karena dapat mengiritasi area gigitan. Tindakan yang lebih tepat adalah membersihkan area sesuai kondisi luka dan segera mendapatkan bantuan medis apabila diperlukan.
Kesimpulan
Pertolongan pertama digigit anjing dimulai dengan menjauh dari hewan tersebut, memastikan keamanan, lalu memeriksa tingkat keparahan luka. Area yang tidak terluka dapat dibasuh menggunakan air hangat dan sabun, sedangkan luka parah atau yang menyebabkan pendarahan memerlukan pertolongan medis.
Status vaksinasi anjing juga perlu diketahui untuk menilai potensi risiko rabies. Jika korban digigit anjing liar, anjing yang berperilaku aneh, atau hewan yang belum mendapat vaksin terbaru, jangan menunda untuk menemui dokter. Pemberian dosis pertama vaksin antirabies perlu dilakukan segera apabila terdapat potensi paparan rabies, disertai penanganan lanjutan sesuai arahan tenaga medis.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment