PMI Kerahkan 68 Personel dan Layanan Kesehatan untuk Bantu Korban Gempa NTT

Palang Merah Indonesia (PMI) bergerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8) tersebut mendorong PMI untuk segera mengerahkan personel, kendaraan operasional, ambulans, serta berbagai sumber daya pendukung ke wilayah terdampak.

Respons tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat dalam situasi darurat. Bantuan yang diberikan mencakup layanan kesehatan, pertolongan pertama, dukungan psikososial, air bersih, perlindungan, serta kebutuhan dasar lainnya. Hingga 20 Agustus 2026, PMI telah memobilisasi puluhan personel dan sejumlah peralatan operasional untuk mendukung penanganan pascagempa di NTT.

PMI Tekankan Pentingnya Kecepatan Respons

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kondisi darurat. Menurut dia, masyarakat yang terdampak bencana membutuhkan bantuan segera agar kebutuhan dasar dan layanan penting dapat tetap terpenuhi.

“Dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan respons sangat penting. PMI terus mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan kesehatan, perlindungan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya,” kata Jusuf Kalla, yang akrab disapa JK, dalam rilisnya pada Jumat (21/8).

Pernyataan tersebut menggambarkan fokus PMI dalam memberikan bantuan secara cepat dan terarah. Selain memastikan layanan kesehatan tersedia, PMI juga menyiapkan dukungan lain yang dibutuhkan masyarakat selama berada dalam kondisi darurat akibat bencana.

68 Personel dan Sejumlah Kendaraan Dikerahkan

Hingga 20 Agustus 2026, PMI telah mengerahkan 68 personel untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak gempa NTT. Para personel tersebut diperkuat dengan tujuh kendaraan operasional, tujuh ambulans, dan satu mobil tangki air.

Pengerahan armada tersebut menjadi bagian dari upaya PMI dalam mendukung mobilitas tim serta penyaluran layanan kepada masyarakat. Ambulans digunakan untuk menunjang kebutuhan pelayanan dan pertolongan, sementara mobil tangki air dikerahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak.

Dengan dukungan personel dan kendaraan tersebut, PMI berupaya menjalankan layanan kemanusiaan sesuai kebutuhan di lapangan. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung oleh gempa.

Tim Kesehatan Keliling Layani Warga Terdampak

Selain mengerahkan personel dan armada, PMI juga menurunkan dua tim kesehatan keliling. Tim tersebut terdiri atas dua dokter dan lima perawat yang berasal dari Markas PMI Pusat, Rumah Sakit PMI Bogor, serta PMI DKI Jakarta.

Tim kesehatan keliling memberikan pelayanan medis dan pertolongan pertama bagi masyarakat terdampak. Dalam menjalankan tugasnya, tim tersebut juga berkoordinasi dengan Klaster Kesehatan setempat agar layanan yang diberikan dapat berjalan secara terarah.

Ratusan Warga Mendapatkan Pelayanan

Hingga 20 Agustus, sebanyak 157 orang telah menerima pelayanan kesehatan keliling dan pertolongan pertama dari tim PMI. Angka tersebut menunjukkan pelaksanaan layanan kesehatan sebagai bagian penting dalam respons kemanusiaan setelah gempa.

Selain layanan kesehatan fisik, PMI turut memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat yang terdampak. Sebanyak 147 orang tercatat telah menerima layanan dukungan psikososial hingga periode yang sama. Layanan ini menjadi bagian dari bantuan PMI dalam merespons kebutuhan masyarakat selama menghadapi situasi darurat.

Penanganan Berfokus pada Kebutuhan Dasar

Respons PMI di NTT tidak hanya berfokus pada penanganan kesehatan. Organisasi tersebut juga mengerahkan sumber daya untuk mendukung pemenuhan air bersih, perlindungan, dan kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat terdampak.

Penggabungan layanan kesehatan, pertolongan pertama, dukungan psikososial, dan bantuan kebutuhan dasar menunjukkan bahwa penanganan bencana dilakukan melalui beberapa aspek. Setiap dukungan diarahkan untuk membantu masyarakat melewati kondisi darurat setelah gempa.

Kesimpulan

PMI memberikan respons cepat terhadap gempa di NTT melalui mobilisasi 68 personel, tujuh kendaraan operasional, tujuh ambulans, dan satu mobil tangki air. PMI juga mengerahkan dua tim kesehatan keliling yang terdiri atas dokter dan perawat dari sejumlah unit PMI.

Hingga 20 Agustus 2026, sebanyak 157 orang telah memperoleh pelayanan kesehatan keliling dan pertolongan pertama, sedangkan 147 orang menerima dukungan psikososial. Ke depan, pengerahan sumber daya dan koordinasi dengan Klaster Kesehatan setempat menjadi bagian penting dalam memastikan layanan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan sesuai kebutuhan darurat di wilayah gempa.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment