Polda Kalsel Uji Cairan Berbasis Tepung untuk Padamkan Karhutla di Lahan Gambut Banjarbaru

Polda Kalimantan Selatan mengembangkan penggunaan cairan berbasis tepung untuk meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah lahan gambut, khususnya di Banjarbaru. Inovasi ini diarahkan untuk membantu pemadaman api sekaligus mencegah dampak kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan, terutama di kawasan prioritas seperti bandara.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan pengujian formula tersebut dilakukan dengan dukungan dan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Berdasarkan hasil uji coba, campuran bubuk tepung dan air dinilai mampu menekan laju perambatan api di area gambut.

Cairan Berbasis Pati Singkong untuk Hambat Api

Rosyanto menjelaskan, cairan pemadam tersebut merupakan bantuan langsung dari Mabes Polri di Jakarta. Formula itu berbasis pati singkong atau tepung ubi yang dicampur dengan amonium polifosfat, air, serta zat pembasah.

Campuran tersebut dirancang untuk menghambat perambatan api di lahan gambut. Air dalam formula berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar yang berada di vegetasi. Dengan menurunnya suhu, laju penyebaran api diharapkan dapat ditekan secara lebih efektif.

Sementara itu, pati singkong berperan meningkatkan daya lekat cairan pada permukaan tanah. Kandungan tersebut membuat cairan dapat bertahan lebih lama sehingga proses pembasahan lahan berlangsung lebih merata. Karakter ini menjadi penting dalam penanganan kebakaran di lahan gambut yang dapat menyimpan sumber api di bawah permukaan tanah.

Hasil Pengujian Dinilai Efektif Menekan Laju Api

Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa pengujian formula campuran tepung dan air menunjukkan hasil yang efektif dalam menekan laju api. Pernyataan itu disampaikan Rosyanto pada Jumat (28/8), sebagaimana dikutip dari Antara.

“Atas dukungan dan arahan bapak Kapolri, kami melakukan pengujian formula bubuk tepung yang dicampur air ini dan hasilnya menunjukkan efektif menekan laju api,” kata Rosyanto.

Selain menguji cairan berbasis tepung, Polda Kalsel juga menerapkan metode lain untuk menangani kebakaran di lahan gambut. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Metode Suntik Gambut untuk Dinginkan Api Bawah Tanah

Metode yang digunakan disebut suntik gambut, yaitu penyuntikan air secara langsung ke dalam tanah hingga kedalaman dua meter. Air yang disuntikkan telah dicampur dengan busa yang berfungsi sebagai agen pembasah.

Rosyanto menyebut hasil uji coba metode ini menunjukkan adanya penurunan suhu tanah secara signifikan. Area di sekitar titik penyuntikan dengan radius kurang lebih satu meter menjadi dingin. Proses tersebut juga menyasar sumber api yang berada di bawah permukaan tanah.

Penerapan metode suntik gambut menjadi bagian dari upaya Polda Kalsel untuk membasahi lahan secara langsung. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan pengembangan cairan pembasah berbasis pati singkong yang dinilai dapat membantu memperpanjang daya lekat air pada permukaan tanah.

Formula Ditargetkan Digunakan di Tiga Wilayah Prioritas

Saat ini, Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel membantu proses pengembangan dan penggandaan formula cairan pembasah tersebut. Pengembangan ini diharapkan mendukung penggunaan formula secara lebih luas dalam penanganan karhutla di wilayah yang menjadi prioritas.

Kapolda Kalsel menargetkan formula itu dapat diproduksi dan digunakan secara lebih luas mulai hari yang sama, khususnya untuk membasahi lahan gambut di tiga lokasi prioritas. Wilayah tersebut meliputi Guntung Damar, hutan lindung Liang Anggang, dan Pengayuan.

Kesimpulan

Polda Kalimantan Selatan menguji cairan pemadam berbasis pati singkong, amonium polifosfat, air, dan zat pembasah sebagai salah satu strategi menghambat perambatan karhutla di lahan gambut Banjarbaru. Formula tersebut bekerja dengan menyerap panas, menurunkan suhu vegetasi, serta meningkatkan daya lekat cairan pada permukaan tanah.

Penanganan karhutla juga diperkuat melalui metode suntik gambut dengan menyuntikkan air bercampur busa hingga kedalaman dua meter. Ke depan, pengembangan dan penggandaan formula oleh Bidlabfor Polda Kalsel diarahkan untuk mendukung pembasahan lahan gambut di Guntung Damar, hutan lindung Liang Anggang, dan Pengayuan, termasuk kawasan prioritas yang berpotensi terdampak kabut asap.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment