Polri Gelar Panen Raya dan Penanaman Serentak Bawang Putih di Sembalun
Polri menggelar rangkaian kegiatan penanaman bawang putih secara serentak, panen raya, serta peletakan batu pertama atau groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (19/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat program ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi antara Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, kelompok tani, serta mitra strategis.
Selain memperluas lahan produksi, program tersebut juga diarahkan untuk memperbaiki pengelolaan hasil pertanian setelah panen. Pembangunan gudang penyimpanan di Sembalun diharapkan dapat menjaga kualitas bawang putih sebelum diserap dan didistribusikan kepada masyarakat.
Panen Raya Bawang Putih di Lahan 105 Hektare
Secara khusus, panen raya bawang putih di Kecamatan Sembalun dilaksanakan pada lahan seluas 105 hektare. Area tersebut memiliki potensi hasil mencapai 1.050 ton bawang putih. Capaian ini menunjukkan besarnya peluang pengembangan komoditas bawang putih di wilayah tersebut sekaligus memperkuat peran Sembalun sebagai salah satu sentra produksi.
Pada kesempatan yang sama, Polri juga memulai pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri. Gudang tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 250 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan hingga 300 ton bawang putih.
Perkuat Pengelolaan Pascapanen
Keberadaan gudang diharapkan mampu menjawab kebutuhan sarana penyimpanan hasil pertanian. Dengan fasilitas yang memadai, kualitas produksi bawang putih dapat tetap terjaga sebelum masuk ke tahap penyerapan dan distribusi.
Pengelolaan pascapanen menjadi bagian penting dalam rantai produksi karena hasil panen tidak hanya membutuhkan lahan dan sarana produksi, tetapi juga tempat penyimpanan yang sesuai. Melalui pembangunan gudang tersebut, hasil produksi petani diharapkan dapat ditangani secara lebih terorganisasi.
Program Melibatkan Ribuan Petani
Kegiatan yang bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional ini dihadiri Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Melalui sinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta mitra strategis, Polri telah memperoleh potensi lahan terverifikasi seluas 2.593,1 hektare. Lahan tersebut tersebar di 17 Polda. Dari total luasan itu, sebanyak 927,6 hektare telah ditanami dengan proyeksi produksi mencapai 9.276 ton bawang putih.
Program ini juga melibatkan 117 kelompok tani dengan jumlah petani yang diberdayakan mencapai 2.257 orang. Keterlibatan kelompok tani dan petani menjadi unsur penting dalam memastikan program pengembangan bawang putih berjalan dari tahap budidaya hingga pengelolaan hasil.
Penanaman Serentak di 14 Polda
Penanaman bawang putih secara serentak dilaksanakan di 14 Polda pada lahan seluas 279,5 hektare. Dari lahan tersebut, produksi diproyeksikan mencapai sekitar 2.795 ton bawang putih yang dapat dipanen pada kuartal IV 2026.
Sementara itu, tiga Polda lainnya akan melaksanakan penanaman dengan menyesuaikan masa tanam di wilayah masing-masing. Penyesuaian tersebut dilakukan berdasarkan kondisi dan siklus pertanian setempat agar kegiatan budidaya dapat berlangsung secara optimal.
Dukungan Alat Pertanian dan Pengembangan Bibit
Untuk memperkuat sektor produksi, Polri memberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian. Bantuan tersebut terdiri atas 81 unit hand tractor dan lima unit pompa air tenaga surya.
Kementerian Pertanian turut memberikan dukungan berupa sembilan unit hand tractor, satu unit traktor roda empat, serta 19 unit pompa air. Selain itu, PT Pupuk Indonesia memberikan bantuan 17 ton pupuk untuk mendukung kegiatan budidaya bawang putih.
Upaya pengembangan tidak hanya dilakukan melalui perluasan lahan tanam. Polri juga bekerja sama dengan Kelompok Tani Pusuk Pujata untuk mengembangkan bibit bawang putih yang dapat dibudidayakan di wilayah dengan ketinggian kurang dari 1.000 meter di atas permukaan laut.
Pengembangan bibit tersebut diharapkan membuka peluang perluasan sentra produksi bawang putih ke wilayah dataran yang lebih rendah. Dengan demikian, budidaya bawang putih tidak hanya bergantung pada kawasan tertentu, tetapi dapat dikembangkan di lebih banyak wilayah sesuai karakteristik lahan.
Kesimpulan
Rangkaian panen raya, penanaman serentak, pembangunan gudang, bantuan alat pertanian, serta pengembangan bibit menunjukkan upaya penguatan ketahanan pangan dari hulu hingga hilir. Polri bersama kementerian, pemerintah daerah, kelompok tani, dan mitra strategis berupaya meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbaiki pengelolaan pascapanen.
Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya swasembada bawang putih nasional.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment