Presiden Prabowo Panggil Panglima Jilah, Karhutla Kalbar Jadi Salah Satu Pembahasan
Presiden Prabowo Subianto memanggil Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/8). Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka silaturahmi kenegaraan sekaligus membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kondisi masyarakat di Kalimantan Barat.
Salah satu isu yang akan disampaikan Panglima Jilah kepada Presiden Prabowo adalah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Ia datang dari Kalimantan Barat bersama tim untuk memenuhi panggilan Kepala Negara. Selain membahas kondisi kebakaran, Panglima Jilah juga membawa masukan mengenai dampak yang dirasakan warga serta kebutuhan penanganan di lapangan.
Panglima Jilah Tiba di Istana untuk Silaturahmi Kenegaraan
Panglima Jilah tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelum bertemu Presiden Prabowo, ia menjelaskan bahwa kedatangannya merupakan bagian dari agenda kenegaraan.
“Saya dipanggil Bapak (Presiden Prabowo), dalam rangka kenegaraan, silaturahmi kenegaraan,” kata Panglima Jilah.
Dalam pertemuan tersebut, persoalan karhutla menjadi salah satu poin utama yang akan dibahas. Panglima Jilah menyebut pembahasan dengan Presiden Prabowo akan disampaikan dalam bentuk sejumlah poin terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Karhutla Kalbar dan Dampak Kabut Asap
Menurut Panglima Jilah, pendataan terhadap warga yang terdampak karhutla di wilayahnya telah dilakukan. Pendataan itu menjadi salah satu dasar masukan yang akan disampaikan kepada pemerintah. Ia menyebut kebutuhan bantuan personel sebagai salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan karhutla.
Meski Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah dengan dampak karhutla terbesar, Panglima Jilah menilai kondisi kebakaran di daerah tersebut tidak terlalu parah. Namun, masyarakat tetap merasakan dampak kabut asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan, terutama bagi anak-anak.
“Ya, sebenarnya enggak parah seberapa, cuma kabut itu kan mengganggu sekali ya, terutama untuk anak-anak kecil itu (terganggu) kesehatan, itu saja,” ujarnya.
Luas Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (23/8), luas karhutla di Indonesia tercatat mencapai 72.798 hektare. Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luas karhutla terbesar, yakni 38.310 hektare.
Setelah Kalimantan Barat, wilayah dengan luas karhutla terbesar berikutnya adalah Riau yang mencapai 16.249,24 hektare dan Kalimantan Selatan sebesar 8.019,62 hektare. Kalimantan Tengah tercatat memiliki luas karhutla 7.634,46 hektare.
Sementara itu, Sumatra Selatan mencatat luas karhutla sebesar 1.926,23 hektare. Adapun Jambi memiliki luas karhutla sekitar 658,29 hektare. Data tersebut menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Indonesia.
TNI Kerahkan Tiga Satuan ke Kalimantan Barat
Di tengah kondisi karhutla yang terjadi, TNI mengerahkan tiga satuan untuk diperbantukan kepada Kodam XII/Tanjungpura dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Tiga satuan yang dikerahkan tersebut terdiri atas Yonif TP 538/V/Brawijaya, Yonif TP 542/V/Brawijaya, dan Yonif TP 839/III/Siliwangi. Ketiganya merupakan Batalyon Teritorial Pembangunan.
Kesimpulan
Pertemuan Presiden Prabowo dengan Panglima Jilah menjadi kesempatan untuk menyampaikan kondisi karhutla di Kalimantan Barat secara langsung. Selain luas wilayah yang terdampak, perhatian juga diarahkan pada kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
Dengan adanya pendataan warga terdampak, masukan mengenai kebutuhan personel, serta pengerahan tiga satuan TNI kepada Kodam XII/Tanjungpura, penanganan karhutla di Kalimantan Barat diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah. Koordinasi antara pemerintah dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment