Survei Poltracking: Gerindra Teratas dengan Elektabilitas 23,2 Persen, PDIP Menyusul

Hasil survei Poltracking Indonesia periode 14–20 Agustus menunjukkan peta elektabilitas sejumlah partai politik di Indonesia. Dalam survei tersebut, Partai Gerindra menempati posisi teratas dengan tingkat elektabilitas sebesar 23,2 persen. PDI Perjuangan berada di urutan berikutnya dengan perolehan 11,6 persen, sementara Partai Golkar mencatat elektabilitas 10,4 persen.

Survei ini dilakukan melalui metode wawancara tatap muka. Sebanyak 1.220 responden dilibatkan, dengan sebaran di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Hasil survei kemudian disampaikan oleh peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, dalam konferensi pers pada Rabu (23/9).

Gerindra Memimpin Elektabilitas Partai Politik

Partai Gerindra menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi dalam survei Poltracking Indonesia. Tingkat dukungan terhadap partai tersebut tercatat mencapai 23,2 persen. Angka ini menempatkan Gerindra di posisi pertama dalam daftar elektabilitas partai politik yang diukur melalui survei tersebut.

“Gerindra di angka 23,2 persen, PDIP di 11,6 persen, Golkar di angka 10,4 persen,” kata Yoki Alvetro dalam konferensi pers.

Di bawah Gerindra, PDI Perjuangan memperoleh elektabilitas sebesar 11,6 persen. Partai berlambang banteng moncong putih itu berada di posisi kedua. Sementara itu, Partai Golkar menempati peringkat ketiga dengan elektabilitas 10,4 persen.

PKB dan Demokrat Berada di Kisaran 6 Persen

Setelah tiga partai teratas, terdapat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat yang memperoleh elektabilitas di kisaran 6 persen. PKB mencatat angka 6,2 persen, sedangkan Partai Demokrat berada sedikit di bawahnya dengan elektabilitas 6,1 persen.

Perolehan tersebut menempatkan PKB dan Demokrat sebagai dua partai berikutnya dalam daftar elektabilitas hasil survei. Keduanya berada di atas Partai NasDem yang mencatat angka 4,4 persen.

NasDem, PAN, dan PKS Catat Elektabilitas di Bawah 5 Persen

Partai NasDem berada di posisi setelah PKB dan Demokrat dengan tingkat elektabilitas sebesar 4,4 persen. Angka tersebut menunjukkan posisi NasDem dalam peta dukungan partai politik berdasarkan survei yang melibatkan responden dari seluruh provinsi di Indonesia.

Selanjutnya, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sama-sama meraih elektabilitas di kisaran 3 persen. PAN mencatat perolehan sebesar 3,4 persen, sedangkan PKS memperoleh 3,3 persen.

Dengan demikian, PAN berada sedikit di atas PKS dalam hasil survei tersebut. Kedua partai itu menempati posisi setelah Partai NasDem dalam daftar elektabilitas yang disampaikan Poltracking Indonesia.

PSI dan PPP Berada di Posisi Terbawah dalam Daftar

Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang dalam informasi survei disebut kini dipimpin Kaesang Pangarep, memperoleh elektabilitas sebesar 2,3 persen. Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mencatat angka paling rendah di antara partai-partai yang disebutkan, yakni 1,9 persen.

Hasil tersebut melengkapi gambaran elektabilitas partai politik dalam survei Poltracking Indonesia periode 14–20 Agustus. Dari data yang disampaikan, Gerindra menjadi satu-satunya partai yang meraih elektabilitas di atas 20 persen. PDI Perjuangan dan Golkar menyusul dengan angka masing-masing 11,6 persen dan 10,4 persen.

Kesimpulan

Survei Poltracking Indonesia memperlihatkan Partai Gerindra berada di posisi teratas dengan elektabilitas 23,2 persen. PDI Perjuangan menempati urutan kedua dengan 11,6 persen, disusul Golkar sebesar 10,4 persen. PKB dan Demokrat berada di kisaran 6 persen, sedangkan NasDem, PAN, dan PKS mencatat angka di bawah 5 persen. PSI memperoleh 2,3 persen dan PPP 1,9 persen.

Data ini menjadi gambaran elektabilitas partai politik berdasarkan wawancara terhadap 1.220 responden di 38 provinsi. Perubahan posisi dan tingkat elektabilitas partai selanjutnya dapat dilihat melalui survei atau pengukuran politik berikutnya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment