Tanoto Foundation Dukung Riset Medis untuk Kesehatan Populasi Asia
Tanoto Foundation memperkuat dukungannya terhadap berbagai inisiatif riset medis yang berfokus pada penyakit dan persoalan kesehatan yang banyak memengaruhi populasi Asia. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan melalui pendanaan, tetapi juga dengan memanfaatkan ekosistem riset medis Singapura serta lanskap layanan kesehatan akademik yang terintegrasi.
Berbagai proyek yang didukung mencakup kesehatan ibu dan anak, diabetes, penyakit kardiovaskular, alergi, kesuburan perempuan, kanker, hingga gangguan mata akibat penuaan. Pendekatan ini menunjukkan upaya untuk mendorong riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Asia sekaligus membuka peluang bagi pengembangan pencegahan, diagnosis, dan terapi yang lebih tepat sasaran.
CHaMP Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak
Salah satu program unggulan Tanoto Foundation adalah CHaMP atau Child and Maternal Health Program. Program ini lahir dari kemitraan dengan KK Women’s and Children’s Hospital (KKH) di Singapura dan secara khusus menyasar anak usia 0 hingga 3 tahun. CHaMP bertujuan meningkatkan kesadaran serta membangun kapasitas masyarakat dalam pengasuhan anak, tumbuh kembang usia dini, dan kesehatan ibu.
CHaMP dijalankan melalui lima area utama. Pertama, mendorong riset dan pengembangan untuk membangun praktik terbaik dalam kesehatan anak usia dini dan ibu. Kedua, menyediakan pendanaan bagi riset yang berbasis di Singapura. Ketiga, menjembatani kesenjangan pengetahuan melalui edukasi publik.
Dua area lainnya adalah membuka ruang kepemimpinan gagasan atau thought leadership melalui proyek riset dan edukasi, serta membangun kemitraan multipihak di bidang tumbuh kembang anak usia dini dan kesehatan ibu.
CRADLE Dampingi Keluarga pada Masa Awal Kehidupan Anak
Salah satu inisiatif turunan CHaMP adalah CRADLE atau Community-enabled Readiness for the First 1,000-Days Learning Ecosystem yang diluncurkan pada 2019. Program ini menghadirkan ekosistem belajar mandiri berbasis komunitas yang mendampingi keluarga sejak masa kehamilan hingga periode awal tumbuh kembang anak.
CRADLE dirancang untuk memperkuat rasa percaya diri orang tua atau self-efficacy. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap perbaikan hasil kesehatan anak. Untuk mendukung peserta, CRADLE juga rutin menyelenggarakan webinar kesehatan tentang kehamilan dan tumbuh kembang anak usia dini, terutama bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan.
Tanoto Foundation bersama KKH turut memproduksi video edukasi publik mengenai pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan anak. Salah satu studi KKH yang didukung Tanoto Foundation menemukan bahwa ibu yang baru pertama kali melahirkan dan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan cenderung mampu mempertahankan berat badan pascamelahirkan dengan lebih baik.
Sebaliknya, ibu yang menggunakan kombinasi susu formula memiliki risiko lebih besar mempertahankan kelebihan berat badan sebesar 5 kilogram atau lebih hingga bulan keenam. Temuan tersebut dinilai dapat menjadi bukti dalam penyusunan strategi kesehatan ibu sekaligus mendorong praktik menyusui eksklusif.
Berdasarkan hasil itu, cakupan CRADLE diperluas. Program ini tidak lagi hanya berfokus pada 1.000 hari pertama kehidupan, tetapi juga menjangkau anak usia 3 hingga 4 tahun. Perluasan tersebut ditujukan untuk memastikan dukungan berkelanjutan bagi keluarga selama masa penting pertumbuhan dan perkembangan anak.
Riset Diabetes dan Penyakit Kardiovaskular
Di bidang diabetes, Tanoto Foundation menggandeng National Healthcare Group (NHG) dalam menggagas Diabetes Reversal Programme. Program ini menggunakan pendekatan perubahan perilaku untuk membantu mengendalikan kadar gula darah pasien diabetes tanpa obat maupun operasi.
Program yang didanai bersama Tanoto Foundation dan NHG tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan riset diabetes lebih jauh, baik pada layanan primer maupun di tingkat komunitas.
Riset lain yang didukung yayasan dipimpin oleh A/Prof Rinkoo Dalan dari Tan Tock Seng Hospital. Penelitian ini menguji potensi kolkisin, obat antiinflamasi yang relatif terjangkau, untuk mencegah penyakit kardiovaskular pada pasien diabetes tipe 2 berisiko tinggi.
Tim peneliti memanfaatkan teknologi mikrofluida untuk mengidentifikasi profil neutrofil inflamasi. Berdasarkan profil tersebut, pasien akan dikelompokkan dan efektivitas kolkisin dinilai melalui pendekatan pengobatan presisi atau precision medicine. Tujuannya adalah mencegah serangan jantung dan stroke secara lebih tertarget serta efisien dari sisi biaya.
Menelusuri Alergi, Penuaan Ovarium, dan Kesehatan Perempuan
Tanoto Foundation juga mendukung riset mengenai hubungan antara respons imun ibu dan kemunculan alergi pada bayi, bahkan sebelum bayi lahir. Penelitian ini secara khusus menelaah antibodi IgE pada ibu serta pengaruhnya terhadap perkembangan sel mast pada janin.
Dengan mengacu pada temuan dari model hewan sebelumnya, riset tersebut akan menelusuri kemungkinan transmisi alergi dari ibu ke janin pada manusia. Hasilnya diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai sensitisasi alergi sejak dini dan membuka peluang bagi intervensi pencegahan alergi pada anak di masa depan.
Riset lainnya dijalankan Prof Brian Kennedy dari National University of Singapore. Penelitian ini menyasar penyebab penuaan ovarium dengan mengevaluasi potensi geroprotectors, yaitu kelompok molekul yang mampu memperpanjang masa sehat atau healthspan.
Melalui pendekatan translasional dalam tiga tahap, tim akan menyaring dan memvalidasi berbagai senyawa mulai dari model invertebrata, in vitro, hingga in vivo. Jika berhasil, penelitian ini berpotensi menghasilkan terapi baru untuk memperlambat penuaan reproduksi, meningkatkan kesuburan, serta mendukung kesehatan perempuan seiring bertambahnya usia.
Riset Kanker Berbasis Karakteristik Populasi Asia
Proyek lain dipimpin oleh Dr Jason Chan, onkolog medis di National Cancer Centre Singapore. Penelitian tersebut berfokus pada empat kelompok kanker dengan prevalensi tinggi dan tingkat kesintasan rendah di Asia, yaitu kanker payudara pada perempuan Asia, limfoma sel T/NK, kanker saluran empedu atau kolangiokarsinoma, serta sejumlah kanker langka lain yang umum ditemukan di Asia.
Keempat kelompok kanker itu memiliki karakteristik biologis dan lingkungan yang khas pada populasi Asia. Namun, pemahamannya masih terbatas karena sebagian besar riset kanker selama ini berpusat pada konteks populasi Barat.
Dengan memetakan lanskap molekuler dan genomik dari penyakit tersebut, tim peneliti berharap dapat menemukan peluang diagnosis dan terapi yang lebih sesuai bagi pasien Asia. Proyek ini juga menggunakan pendekatan akses terbuka. Data yang telah dianonimkan akan dibagikan secara global untuk mempercepat penemuan dan kolaborasi riset, dengan harapan dapat memperbaiki hasil pengobatan pasien kanker di Asia.
Deteksi Diabetes pada Dewasa Muda dan Terapi Gen AMD
Dr Daphne Gardner, endokrinolog di Singapore General Hospital, menyoroti meningkatnya kasus diabetes tipe 2 pada usia muda. Berdasarkan informasi dalam riset tersebut, satu dari lima anak muda di Singapura diketahui mengalami pradiabetes atau diabetes meski memiliki berat badan normal.
Penelitian ini mencakup pengembangan alat prediksi risiko generasi baru yang menggabungkan sejumlah indikator, antara lain distribusi lemak tubuh, pemantauan gula darah berkelanjutan, serta perilaku dalam mencari layanan kesehatan. Dengan mengidentifikasi sinyal risiko baru pada kelompok dewasa muda bertubuh ramping, studi ini diharapkan mendukung deteksi dan intervensi lebih awal. Hasilnya juga berpotensi menjadi rujukan bagi pedoman skrining diabetes nasional dan strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran.
Sejak 2023, Tanoto Foundation turut konsisten mendukung Singapore National Eye Centre (SNEC) dalam program riset tiga tahun mengenai terapi gen untuk menangani degenerasi makula terkait usia atau age-related macular degeneration (AMD). AMD merupakan kondisi mata kronis dan tidak dapat disembuhkan yang memengaruhi sekitar 200 juta orang di seluruh dunia.
Kondisi tersebut semakin banyak ditemukan di negara dengan populasi lansia yang besar. Pada 2030, diperkirakan satu dari empat penduduk di negara-negara tersebut akan berusia lebih dari 65 tahun. Riset yang dipimpin ilmuwan dari SNEC bersama Singapore Eye Research Institute (SERI) ini berfokus pada pengembangan terapi gen generasi baru untuk AMD.
Kesimpulan
Dukungan Tanoto Foundation terhadap riset medis di Singapura mencakup berbagai isu kesehatan yang penting bagi populasi Asia, mulai dari masa kehamilan dan tumbuh kembang anak hingga penyakit kronis, kanker, penuaan reproduksi, dan gangguan penglihatan. Melalui kemitraan dengan rumah sakit, institusi kesehatan, serta pusat riset, berbagai program tersebut berupaya menghasilkan pengetahuan dan pendekatan medis yang lebih relevan.
Ke depan, penguatan kolaborasi, pemanfaatan teknologi, serta keterbukaan data riset diharapkan dapat mempercepat penerjemahan hasil penelitian menjadi strategi pencegahan, diagnosis, dan terapi. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Asia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment