Timnas Vietnam Dihantam Cedera dan Kelelahan Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Vietnam menghadapi tantangan besar menjelang tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Persiapan The Golden Star terganggu oleh sejumlah masalah, mulai dari jadwal pertandingan yang padat, kelelahan pemain, cedera, hingga penurunan performa beberapa nama penting di level klub.

Menurut laporan Bongda, kondisi tersebut membuat pelatih Kim Sang Sik berada dalam situasi sulit. Para pemain Vietnam baru saja menyelesaikan perjalanan mereka setelah menjadi juara Piala AFF 2026. Setelah itu, mereka langsung kembali memperkuat klub masing-masing di kompetisi Liga Vietnam.

Padatnya aktivitas antara tim nasional dan klub membuat waktu pemulihan pemain menjadi terbatas. Mobilitas yang berlangsung terus-menerus tidak hanya berpotensi menguras kondisi fisik, tetapi juga dapat mengganggu ritme permainan para pemain. Situasi ini menjadi perhatian penting bagi Vietnam yang akan menghadapi lawan-lawan dengan ambisi besar di FIFA ASEAN Cup 2026.

Cedera Mengganggu Persiapan Vietnam

Masalah Vietnam semakin kompleks karena sejumlah pemain utama mengalami cedera. Salah satu kehilangan terbesar datang dari Nguyen Hoang Duc yang mengalami cedera otot. Absennya gelandang tersebut dinilai menciptakan celah besar dalam permainan tim, terutama dalam menjaga keseimbangan dan aliran bola di lini tengah.

Bongda menyebut, sekalipun Nguyen Hoang Duc dapat pulih tepat waktu, proses mengembalikan kondisi fisiknya ke level terbaik tidak akan mudah. Waktu persiapan yang singkat membuat staf pelatih harus berhati-hati dalam menentukan penggunaannya agar tidak memperburuk kondisi sang pemain.

Lini pertahanan Vietnam juga mendapat pukulan setelah bek sayap Van Vi mengalami cedera seusai leg kedua final Piala AFF 2026. Kehilangan pemain di sektor tersebut dapat memengaruhi kemampuan Vietnam dalam menjaga lebar permainan, baik ketika bertahan maupun saat membangun serangan dari sisi lapangan.

Selain itu, gelandang bertahan Doan Ngoc Tan juga dihantam cedera sebelum turnamen dimulai. Absennya pemain tersebut semakin mempersempit pilihan Kim Sang Sik dalam menyusun komposisi terbaik di area tengah.

Performa Pemain Belum Meyakinkan

Persoalan Vietnam tidak berhenti pada krisis cedera. Sejumlah pemain yang kembali tampil di kompetisi domestik juga belum mampu menunjukkan performa mengesankan. Bek tengah Nguyen Thanh Chung, gelandang Nguyen Hai Long, dan Hoang Hen disebut masih belum tampil impresif bersama klub masing-masing.

Penurunan performa tersebut menjadi sinyal bahaya bagi Vietnam. Tim yang baru saja meraih gelar Piala AFF 2026 itu tidak dapat hanya mengandalkan pencapaian sebelumnya. Performa di turnamen baru akan sangat bergantung pada kesiapan pemain saat ini, bukan semata-mata pada keberhasilan yang telah mereka raih.

Situasi Psikologis Doan Van Hau

Guncangan lain dialami Doan Van Hau. Pemain tersebut menerima kartu merah setelah melakukan tekel berbahaya dalam pertandingan krusial Liga Vietnam antara Hanoi Police dan The Cong Viettel. Insiden itu membuat Van Hau mendapat kritik tajam.

Bongda menilai situasi tersebut dapat menimbulkan hambatan psikologis yang signifikan apabila Van Hau kembali dipanggil ke skuad Vietnam. Tekanan dari kritik publik berpotensi memengaruhi kepercayaan diri pemain, terlebih jika ia harus tampil dalam pertandingan dengan tingkat persaingan tinggi.

Kondisi lini tengah juga menjadi perhatian. Dengan hanya tersisanya Le Pham Thanh Long sebagai jangkar, Vietnam dinilai memiliki kerentanan yang nyata. Kim Sang Sik perlu menemukan solusi agar keseimbangan tim tetap terjaga di tengah absennya sejumlah pemain penting.

Ancaman dari Thailand dan Indonesia

Vietnam masih memiliki peluang menambah variasi serangan melalui Khoa Ngo yang mampu menembus sisi sayap. Kehadirannya dapat memberikan opsi baru dalam membongkar pertahanan lawan. Namun, tugas Vietnam tetap tidak mudah karena para rival diperkirakan tampil dengan kekuatan terbaik.

Thailand, misalnya, kembali memanggil dua pemain andalan mereka, Chanatip Songkrasin dan Supachok. Keputusan tersebut berbeda dari langkah Thailand pada turnamen sebelumnya yang memilih mengistirahatkan pemain-pemain penting.

Indonesia juga disebut akan tampil dengan skuad bertabur bintang. Tim tersebut dipimpin oleh bek tengah dengan nilai pasar tinggi, Jay Idzes. Kehadiran pemain-pemain berkualitas dari para rival membuat Vietnam harus mempersiapkan strategi secara lebih matang.

FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Ujian Kim Sang Sik

Vietnam disebut tidak bisa hanya mengandalkan skuad yang membawa mereka menjuarai Piala AFF 2026. Cedera, kelelahan, penurunan performa, dan persoalan psikologis membuat Kim Sang Sik harus melakukan penyesuaian besar sebelum turnamen dimulai.

FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pelatih asal Korea Selatan tersebut. Ia dituntut mampu mengelola kondisi pemain, menentukan komposisi terbaik, serta menjaga daya saing Vietnam di tengah tekanan dari Thailand dan Indonesia.

Pada akhirnya, keberhasilan Vietnam akan sangat ditentukan oleh kemampuan mereka mengatasi krisis persiapan. Jika para pemain cedera dapat pulih dan pemain lain mampu meningkatkan performa, The Golden Star masih memiliki peluang untuk tampil kompetitif. Namun, apabila masalah tersebut berlanjut, perjalanan Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026 berpotensi berlangsung lebih berat dari perkiraan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment